Sang Hyang Dedari, Ritual Sakral Masyarakat Bali Jelang Panen

Chaerunnisa, Dinda Rachmawati

Senin, 15 Mei 2017 | 11:16 WIB
Sang Hyang Dedari, Ritual Sakral Masyarakat Bali Jelang Panen
Sang Hyang Dedari, ritual sakral masyarakat bali jelang panen (Shutterstock)

Suara.com - Bali tak hanya dikenal sebagai tujuan wisata kelas dunia, tapi juga pulau yang kental dengan berbagai budaya dan ritual sakral. Salah satunya, ritual Sang Hyang Dedari.

Sang Hyang Dedari merupakan seni tari yang berkaitan dengan budaya produksi pangan di Bali yang dilakukan menjelang panen, atau menjelang padi menguning di sekitar April.

Meski sudah dinyatakan sebagai Warisan Dunia Tak Benda oleh Organisasi Kebudayaan, Pendidikan, dan Ilmu Pengetahuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO), ritual budaya ini terancam punah dan hanya ada satu desa yang masih menjalani ritual ini selama 10 tahun terakhir. Yaitu Desa Adat (Banjar) Geriana Kauh, Desa Duda Utara, Kecamatan Karangasem.

Menurut Peneliti Tari Sang Hyang Dedari, Saras Dewi, pengajar Filsafat Lingkungan Hidup Universitas Indonesia, Sang Hyang Dedari sempat hilang selama 30 tahun di desa tersebut.

Masa kehilangan itu terjadi pada masa Orde Baru saat di mana terjadi perubahan masa revolusi hijau, pemaksaan dari pemerintah Orde Baru pada masyarakat atau petani, untuk mengejar target pertanian yang sangat besar.

Dari menanam bibit organik berubah menjadi hibrida. Lingkungan hidup semakin rusak, tanah menjadi tidak sehat, dan membuat urbaninasi besar-besaran masyarakat dari desa ke kota. Dampak berikutnya, kata dia, sistem pertanian berubah, mengakibatkan ritual seperti Sang Hyang Dedari tak lagi relevan dengan kondisi pada saat itu.

Namun, karena panen terus gagal, warga pun memutuskan kembali menjalani ritual yang dipercayai dapat mengusir penyakit atau hama mengganggu pada pertanian mereka. Ritual itu dipercaya dapat mendatangkan Dewi Sri atau kemakmuran.

Lebih lanjut, Saras mengungkapkan, saat ritual tari ini dilakukan, hal yang cukup menarik adalah bagaimana anak-anak perempuan yang belum memasuki fase menstruasi yang justru dilibatkan.

"Saat melihat anak-anak ini, mereka seperti anak-anak pada umumnya. Mereka main, sekolah. Tapi saat mereka mulai dipakaikan 'baju bidadarinya' dan asap seperti kemenyan membumbung, mata mereka langsung berubah. Mereka kerasukan dan langsung menari," cerita Saras dalam diskusi bertajuk 'Makanan dalam Lirikan Seni' yang diadakan OK.Video 2017 di Jakarta, Minggu (14/5/2017).

Di tengah fenomena alih fungsi sawah yang kian hebat demi pembangunan infrastruktur pariwisata di Bali, Tari Sang Hyang Dedari bisa menjadi strategi mempertahankan lahan pertanian yang ramah lingkungan di Pulau Dewata.

Sang Hyang Dedari juga seakan menunjukkan kelekatan kehidupan ritual masyarakat Bali dengan tradisi pertaniannya. Dia sangat bersyukur bahwa di tengah modernisme di Bali, masih ada masyarakat yang mempertahankannya.

Saras memaparkan, kondisi itu seakan menjadi bukti bahwa seni memang tidak terpisahkan dari kehidupan rohani dan ekologis manusia. Seni merupakan cara yg paling bisa diandalkan untuk melakukan penyehatan lingkungan dan penyehatan relasi sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Livi Zheng hingga Balawan Gelar "Bali: Beats of Paradise" di AS

Livi Zheng hingga Balawan Gelar "Bali: Beats of Paradise" di AS

Lifestyle | Senin, 08 Mei 2017 | 16:20 WIB

Kalah di Jakarta, Ahok Diminta Warganet Jadi Gubernur Bali

Kalah di Jakarta, Ahok Diminta Warganet Jadi Gubernur Bali

News | Selasa, 25 April 2017 | 06:00 WIB

Ahok Kalah, Indah Kalalo Tinggal di Bali Selama-lamanya

Ahok Kalah, Indah Kalalo Tinggal di Bali Selama-lamanya

Entertainment | Jum'at, 21 April 2017 | 19:51 WIB

Wika-PBM Kolaborasi Bangun Bandara di Bali Utara

Wika-PBM Kolaborasi Bangun Bandara di Bali Utara

Bisnis | Sabtu, 15 April 2017 | 10:00 WIB

Umat Hindu Rayakan Hari Raya Kuningan

Umat Hindu Rayakan Hari Raya Kuningan

News | Sabtu, 15 April 2017 | 09:03 WIB

Jadi Ketua Umum HKTI, Jenderal Moeldoko Kenalkan Bibit Beras M70D

Jadi Ketua Umum HKTI, Jenderal Moeldoko Kenalkan Bibit Beras M70D

Bisnis | Senin, 10 April 2017 | 13:20 WIB

Terkini

Wuling Aira ev Kantongi Ribuan Pemesanan Sepanjang Gelaran GIIAS 2026 Berlangsung

Wuling Aira ev Kantongi Ribuan Pemesanan Sepanjang Gelaran GIIAS 2026 Berlangsung

Otomotif | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:23 WIB

Sidang dr Richard Lee Memanas, Kuasa Hukum Soroti Keterangan Doktif yang Tak Konsisten

Sidang dr Richard Lee Memanas, Kuasa Hukum Soroti Keterangan Doktif yang Tak Konsisten

Entertainment | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:22 WIB

BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan Dari KPR Hingga Digitalisasi Layanan Publik

BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan Dari KPR Hingga Digitalisasi Layanan Publik

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:21 WIB

Indonesia Berpeluang Garap Pasar Makanan Artisan Global

Indonesia Berpeluang Garap Pasar Makanan Artisan Global

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:14 WIB

Gus Miftah Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar NU ke-35

Gus Miftah Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar NU ke-35

Entertainment | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:14 WIB

Ojol Jadi Pengusaha UMKM dan Bukan Pekerja, Perpres Bakal Atur THR hingga Bonus?

Ojol Jadi Pengusaha UMKM dan Bukan Pekerja, Perpres Bakal Atur THR hingga Bonus?

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Sorotan Pohon Hilang di Gasibu, Dedi Mulyadi: 1 Pohon Ditebang Diganti 50 Asem Jawa

Sorotan Pohon Hilang di Gasibu, Dedi Mulyadi: 1 Pohon Ditebang Diganti 50 Asem Jawa

Jabar | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:09 WIB

Paspampres Kerahkan Senjata Canggih hingga Anti-Drone untuk Amankan HUT ke-81 RI

Paspampres Kerahkan Senjata Canggih hingga Anti-Drone untuk Amankan HUT ke-81 RI

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:06 WIB

Nasib THR Ojol Usai Jadi UMKM: Bukan Pekerja Formal, Ikut Perjanjian Kemitraan

Nasib THR Ojol Usai Jadi UMKM: Bukan Pekerja Formal, Ikut Perjanjian Kemitraan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:01 WIB

Menembus Jantung Kampung Bojong Neros, Ketika Jalan Sempit Jadi Urat Nadi Kota Bogor

Menembus Jantung Kampung Bojong Neros, Ketika Jalan Sempit Jadi Urat Nadi Kota Bogor

Bogor | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:59 WIB

×