Lakukan Ini Agar Liburan Anda Aman di Pantai

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Rabu, 05 Juli 2017 | 19:47 WIB
Lakukan Ini Agar Liburan Anda Aman di Pantai
Ilustrasi keluarga liburan di pantai. (Shutterstock)

Suara.com - Pantai adalah salah satu tujuan wisata yang paling banyak dipilih oleh wisatawan. Apalagi, tempat satu ini juga cocok bagi anak-anak untuk sekedar bermain pasir atau air laut di pinggir pantai.

Tapi sayangnya, tak sedikit wisatawan yang kurang memperhatikan keselamatan saat mereka berlibur. Insiden seperti tenggelam, terbawa arus atau ombak hingga kecelakaan di perahu atau kapal tak terelakkan.

Nah, berikut adalah tips yang bisa Anda ikuti saat ingin berlibur di tepi pantai agar tetap aman bersama keluarga,  dilansir HuffPost.

1. Kenali kemampuan diri Anda sendiri
Entah Anda seorang perenang yang jago atau pemula, tapi Anda harus tahu batas kemampuan untuk bertahan di laut.

Katherine Kazaba, seorang humas yang berbasis di New York dan berpengalaman sebagai penjaga pantai di New Jersey, mengatakan melihat banyak pengunjung pantai mengambil risiko. Mereka, kata dia, ingin pamer atau terlalu melebih-lebihkan kemampuan berenangnya.

"Entah karena mereka ingin mengesankan temannya dan tetap bertahan, atau mereka mengira bahwa musim panas adalah waktu yang ideal untuk belajar menaklukkan samudera, para pengunjung banyak yang melebih-lebihkan kemampuannya dan berakhir dengan masalah," kata Kazaba.

Jadi, menurut Eric Howell, seorang penjaga pantai lautan dan Pemadam Kebakaran Los Angeles County, Jujurlah dengan dirimu sendiri. Lautan adalah sesuatu yang sangat kuat.

Bila ada ombak yang sangat besar (ombak yang pecah di dekat pantai), kita tentu memiliki arus yang sangat kuat juga. Jadi Anda benar-benar harus menjadi perenang yang kuat dan tahu apa yang Anda lakukan untuk bisa keluar dari arus laut dengan kondisi seperti itu.

2. Ketahui seberapa dalam air dan identifikasi titik-titik penurunan
Bill Corbett Jr., seorang humas Long Island, bekerja selama dua musim panas sebagai penjaga pantai di Lake Tiorati di Harriman State Park di Lembah Hudson New York mengatakan, biasanya ada area bertali tali untuk perenang seperti yang terdapat di banyak pantai, tapi airnya bisa sangat dalam di daerah-daerah tertentu, sesuatu yang tidak disangka pengunjung.

"Anehnya, lubang kecil ini sering menjadi penyebab seseorang, biasanya anak-anak, mulai tenggelam," kata Corbett.

Jadi ia menyarankan untuk selalu tahu seberapa dalam air yang akan Anda masuki, dan jika Anda atau anak Anda tidak bisa berenang, hindari daerah itu.

3. Awasi anak Anda
Setiap orangtua melakukan hal terbaik di pantai, tapi banyak penjaga pantai menekankan, bahwa pengawasan orang tua yang konstan adalah kunci untuk menjaga anak-anak tetap aman di sana.

Alasan nomor satu mengapa banyak anak-anak hampir tenggelam di laut, kata Corbett, karena kurangnya pengawasan orang dewasa. Selama menjadi penjaga pantai Kazaba mengaku sulit untuk berfokus pada anak-anak, karena dia memiliki antara 100 hingga 300 kehidupan di tangannya.

4. Bermain atau berenang dilakukan hanya saat fisik Anda bugar
Aktivitas apapun yang Anda lakukan di laut memerlukan tingkat kebugaran fisik tertentu, kata Dr. Brad Parsons, kepala operasi bahu di Icahn School of Medicine di Gunung Sinai dan penjaga pantai bersertifikat.

Ia mengatakan banyak orang dengan cedera bahu atau punggung, atau masalah kesehatan lainnya seperti penyakit kardiovaskular, memutuskan untuk berenang ke laut. Mereka berpikir itu akan menjadi bentuk latihan yang lembut.

Tapi mereka bisa dengan cepat menemukan diri mereka berada di perairan yang lebih dalam atau terjebak dalam gelombang pasang dimana mereka harus berjuang untuk tetap bertahan. Mereka berada dalam situasi yang sulit dan penuh tekanan sehingga tidak sesuai dengan keadaan fisiknya. Kondisi inilah yang membuat mereka memerlukan bantuan penjaga pantai secepatnya.

5. Berenanglah di tempat yang dipantau oleh penjaga pantai
Sebagian besar pantai atau laut dan danau akan menunjuk area kolam yang harus dipantau oleh penjaga pantai. Daerah tersebut didirikan karena suatu alasan, mungkin karena di situ airnya tenang dan tidak terlalu dalam, atau di mana tidak ada pasang surut atau arus bawah. Tapi sayangnya orang sering berenang menjauh dari area yang ditentukan.

6. Komunikasi dengan penjaga pantai tentang kondisi air
Satu hal yang diinginkan Howell kepada setiap pengunjung sebelum mereka meninggalkan rumah adalah sempatkan kunjungi penjaga pantai saat tiba di pantai, untuk menanyakan tentang bahaya dan kondisi laut saat ini.

"Berbicara dengan penjaga pantai dapat membantu Anda mengukur seberapa jauh Anda harus pergi ke lautan dan apakah Anda aman ketika ingin berenang atau tidak," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lima Cara Hindari Kelelahan Saat Liburan Akibat Terik Matahari

Lima Cara Hindari Kelelahan Saat Liburan Akibat Terik Matahari

Lifestyle | Kamis, 20 April 2017 | 16:40 WIB

Tips untuk "Genk" Perempuan yang Ingin Melancong

Tips untuk "Genk" Perempuan yang Ingin Melancong

Lifestyle | Minggu, 05 Maret 2017 | 08:15 WIB

Begini Caranya Liburan di Musim Hujan

Begini Caranya Liburan di Musim Hujan

Video | Jum'at, 24 Februari 2017 | 19:53 WIB

Terkini

Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia

Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia

Lifestyle | Minggu, 19 Juli 2026 | 01:16 WIB

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:55 WIB

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:19 WIB

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:00 WIB

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:46 WIB

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:38 WIB

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:14 WIB

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:55 WIB

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Banten | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:50 WIB

×