Benarkah Susu Kental Manis Buruk bagi Kesehatan?

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Selasa, 08 Agustus 2017 | 16:48 WIB
Benarkah Susu Kental Manis Buruk bagi Kesehatan?
Ilustrasi susu kental manis. (Pixabay)

Suara.com - Baru-baru ini muncul kampanye yang menyuarakan pentingnya melindungi anak-anak dari bahaya susu kental manis. Menurut kampanye tersebut, susu kental manis tinggi gula dan miskin zat gizi. Namun kenyataanya, susu kental manis memang masih banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia, karena harganya cenderung murah.

Lalu apa tanggapan pakar gizi? Ahmad Syafiq, PhD dari Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Indonesia mengatakan  bahwa masyarakat sebaiknya tidak salah persepsi terhadap susu kental manis. Menurut dia, kandungan gula pada susu kental manis memang berfungsi sebagai pengawet alami sehingga mampu tahan lebih lama.

"Susu kental manis itu ditambahkan gula supaya awet alami dan mempertahankan daya simpannya," ujar Ahmad pada diskusi publik di Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Ia menambahkan, kelebihan konsumsi gula memang tidak baik. Namun bukan berarti harus menyalahkan susu kental manis sepenuhnya. Mengapa? Karena menurut Ahmad, banyak panganan dan minuman lain yang juga tinggi gula dan harus dibatasi konsumsinya.

"Kelebihan gula sudah pasti nggak baik. Tapi ya kalau sudah dapat dari susu maka jangan konsumsi gula dari makanan atau minuman manis lainnya," tambah dia.

Selain itu, menurut Ahmad, penelitian juga menunjukkan bahwa kecukupan energi masyarakat Indonesia masih kurang. Dan, salah satu sumber energi itu bisa didapat dari gula.
Beranjak dari kondisi ini, ia  mengingatkan masyarakat untuk memiliki kontrol terhadap makanan yang dikonsumsinya.

"Di Indonesia angka kekurangan energi masih tinggi. Bahkan protein dari tubuh diambil untuk memenuhi kebutuhan energi sehingga protein untuk tumbuh nggak optimal. Jadi, kalau bicara gula sebagai sumber energi memang nggak boleh berlebihan asal kebutuhan gizinya memang sudah tercukupi," jelas Ahmad panjang lebar.

Lalu apakah konsumsi susu kental manis tak baik bagi tubuh? "Kalau konsumsi gulanya kurang, boleh-boleh saja. Tapi kalau sudah lebih ya jangan, agar nggak jadi berlebihan," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Beri ASI Pakai Dot Ternyata Ada Risikonya

Beri ASI Pakai Dot Ternyata Ada Risikonya

Health | Kamis, 03 Agustus 2017 | 20:42 WIB

Susu Kedelai Ampuh Turunkan Berat Badan?

Susu Kedelai Ampuh Turunkan Berat Badan?

Lifestyle | Selasa, 18 Juli 2017 | 11:17 WIB

Susu Kental Manis Dinilai Tak Layak Digolongkan Susu

Susu Kental Manis Dinilai Tak Layak Digolongkan Susu

Lifestyle | Kamis, 23 Juni 2016 | 12:57 WIB

Terkini

Danantara Mulai Bidik Saham BEI

Danantara Mulai Bidik Saham BEI

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:55 WIB

Kertajati Disiapkan Jadi Hub Dirgantara, Pemerintah Bidik Pasar Asia Pasifik US$138 Miliar

Kertajati Disiapkan Jadi Hub Dirgantara, Pemerintah Bidik Pasar Asia Pasifik US$138 Miliar

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:50 WIB

TVS Apache Rayakan 7 Juta Pengendara di 90 Negara, Perkuat Warisan Balap Lewat Kampanye Global

TVS Apache Rayakan 7 Juta Pengendara di 90 Negara, Perkuat Warisan Balap Lewat Kampanye Global

Otomotif | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rupiah Konsisten Menguat, Tapi Masih di atas Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Konsisten Menguat, Tapi Masih di atas Rp18.000 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:49 WIB

Muktamar ke-35 PBNU Segera Digelar: Gus Ipul Ungkap Sosok yang Berpeluang Pimpin Nahdlatul Ulama

Muktamar ke-35 PBNU Segera Digelar: Gus Ipul Ungkap Sosok yang Berpeluang Pimpin Nahdlatul Ulama

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:48 WIB

Punya Kuasa Ambil Alih Kasus Febrie, KPK: Tapi Bukan Seperti Memungut Barang di Jalan!

Punya Kuasa Ambil Alih Kasus Febrie, KPK: Tapi Bukan Seperti Memungut Barang di Jalan!

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:46 WIB

Isu Appi Pindah ke Partai Gerindra Menguat

Isu Appi Pindah ke Partai Gerindra Menguat

Sulsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:45 WIB

Tak Lagi Polos, Deodorant Tawas Kini Punya Aroma yang Lebih Personal

Tak Lagi Polos, Deodorant Tawas Kini Punya Aroma yang Lebih Personal

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:44 WIB

Rilis Trailer Utama, Film Live Action Look Back Umumkan 6 Pemeran Baru

Rilis Trailer Utama, Film Live Action Look Back Umumkan 6 Pemeran Baru

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:40 WIB

Menteri Dipanggil Prabowo Bahas Koperasi, Anak Buah Tegaskan Kopdes Bukan Supermarket

Menteri Dipanggil Prabowo Bahas Koperasi, Anak Buah Tegaskan Kopdes Bukan Supermarket

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:37 WIB

×