Begini Cara "Cewequat" Patahkan Stereotipe Perempuan Lemah

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Sabtu, 07 Oktober 2017 | 12:20 WIB
Begini Cara "Cewequat" Patahkan Stereotipe Perempuan Lemah
Komunitas Cewequat. (@cewequat/Instagram)

Suara.com - Perempuan kerap mendapatkan stereotipe sebagai makhluk lemah dan tak berdaya. Ini juga terlihat di dunia kerja dimana berbagai posisi strategis di perusahaan biasanya juga didominasi oleh laki-laki.

Nah, berkembangnya stereotipe ini dinilai berbahaya oleh Bunga Mega. Menurut dia, perempuan juga memiliki berbagai potensi yang bisa menjadi 'bahan bakar' meraih kesuksesan. Untuk melawan stereotipe ini, Bunga lalu mendirikan Komunitas Cewequat.

Sesuai namanya, komunitas ini berdiri untuk menggandeng para perempuan muda mengasah berbagai potensinya.

"Nama Cewequat itu sendiri diambil dari kata cewe kuat. Kita ingin perempuan menjadi pribadi yang kuat dalam hal apapun, tidak terombang ambing pada pendapat maupun mitos yang salah," ujar Mega pada temu media yang dihelat Plan International beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa komunitas ini berawal dari situs pribadi yang dikelolanya sejak 2010. Kecintaannya terhadap menulis dan keinginan kuatnya untuk mencerahkan kaum hawa mengantarkan dirinya untuk mewujudkan komunitas pemberdayaan perempuan yang diimpikannya pada 2012.

"Melalui komunitas ini para perempuan bisa saling belajar dan berbagai dalam pengembangan diri, hubungan sosial dan percintaan serta tujuan hidup. Sehingga perempuan mampu memutuskan sendiri masa depannya seperti apa tanpa terkotak-kotak pada stereotipe yang salah," jelas Mega panjang lebar.

Selain memanfaatkan media sosial untuk berinteraksi bersama para anggotanya, Bunga berujar bahwa Cewequat memiliki kegiatan rutin sebulan sekali yang diberi nama "Datang Bulan".

Penamaan "Datang Bulan" ini seakan mematahkan stereotipe bahwa 'datang bulan' identik dengan sesuatu yang menyakitkan bagi perempuan. Bunga mengatakan bahwa kegiatan bulanan Cewequat ini justru diisi dengan berbagi pengalaman dari para narasumber yang diundang.

”Dengan sharing ada ikatan persaudaraan yang muncul dan kita saling menginspirasi dan menambah nilai positif dalam hidup,” ujarnya.

Setiap bulannya tema yang diusung 'Datang Bulan' bervariasi mulai dari urusan karir, percintaan, keuangan, kesehatan hingga gaya hidup. Pada kesempatan itu, Bunga bercerita tentang cara pandangnya mengenai pernikahan dini.

Isu ini cukup menarik karena belakangan banyak perempuan yang menjalani pernikahan dini baik karena faktor budaya, hingga stereotipe yang kadung berkembang mengenai batas usia perkawinan ideal. Padahal, kata perempuan kelahiran 19 Agustus 1983 ini, menikah adalah sebuah keputusan yang harus benar-benar dipersiapkan secara matang, bukan ajang perlombaan.

"Pernikahan adalah suatu fase yang harus dipikirkan dengan penuh perencanaan dan memerlukan kedewasan dari kedua belah pihak, bukan sebagai jalan pintas mengakhiri beban finansial karena perempuan bukanlah komoditi," ujar dia.

Oleh karena itu Mega menekankan bahwa setiap remaja perempuan memiliki potensi yang sangat besar dalam dirinya. Mereka, kata Bunga, seharusnya mendapatkan dukungan untuk mengoptimalkan potensi yang ada di dalam dirinya agar menjadi generasi yang mampu berkontribusi di masa depan.

"Perempuan itu kan gerbang pertama pendidik generasi bangsa. Kalau kita sebagai perempuan memiliki kesempatan mengenyam pendidikan yang tinggi, maka Indonesia akan memiliki generasi yang lebih cerdas dan maju," terang dia.

Menurut Mega, saat ini jumlah anggota tidak tetap yang telah mengikuti berbagai kegiatan Cewequat sekitar 300 orang. Mereka umumnya berasal dari kelompok mahasiswi maupun perempuan karir.

Meski demikian ia tak mematok persyaratan tertentu bagi perempuan lain yang ingin bergabung dengan komunitasnya. Justru Mega ingin mengajak lebih banyak perempuan Indonesia untuk menggali potensinya, mengenali mimpinya sehingga bisa berkembang bersama menjadi pribadi yang berkualitas, serta bermakna bagi diri sendiri dan orang lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Di Indonesia, Ada Komunitas Bir yang Beranggotakan 16 Ribu

Di Indonesia, Ada Komunitas Bir yang Beranggotakan 16 Ribu

Lifestyle | Sabtu, 30 September 2017 | 15:04 WIB

Ini Wadahnya Para Ibu Berbagi Cerita "Baby-Led Weaning"

Ini Wadahnya Para Ibu Berbagi Cerita "Baby-Led Weaning"

Lifestyle | Sabtu, 23 September 2017 | 10:40 WIB

Mereka Menebar Semangat Hidup bagi Anak-anak Penderita Kanker

Mereka Menebar Semangat Hidup bagi Anak-anak Penderita Kanker

Lifestyle | Sabtu, 16 September 2017 | 10:16 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×