Wow, Pendapatan dari Tempe di Desa Ini Capai Rp1 Miliar Sehari

Chaerunnisa, Firsta Nodia

Selasa, 17 Oktober 2017 | 11:46 WIB
Wow, Pendapatan dari Tempe di Desa Ini Capai Rp1 Miliar Sehari
Pusat pengrajin tempe Desa Sanan, Malang, dalam acara Jelajah Gizi 2017 yang dihelat Nutricia Sarihusada. (Suara.com/Firsta)

Suara.com - Tempe merupakan panganan lokal yang mudah disulap menjadi berbagai menu menggoyang lidah, seperti mendoan, sambal goreng tempe, keripik tempe, sambal tempe, burger tempe, kue kering tempe, hingga brownies tempe.

Di Malang, Jawa Timur, ada sebuah desa yang mengukuhkan diri sebagai pusat pengrajin tempe, yaitu Desa Sanan. Ada sekitar 400 pengrajin yang memproduksi tempe di desa ini.

Ketua Paguyuban Pengrajin Tempe dan Keripik Tempe Sanan, Ivan Kuncoro, mengatakan setiap hari tercatat 30 ton kedelai diolah untuk menghasilkan tempe. Menurut dia, perputaran uang di desa ini hanya dari memproduksi tempe mencapai Rp1 miliar per harinya.

"Desa Sanan ada tiga RW, tapi yang dominan produksi tempe RW 15 dan RW 16. Setiap hari kita butuh 30 ton kedelai untuk memproduksi tempe," ujar Ivan di sela-sela acara Jelajah Gizi 2017 yang dihelat Nutricia Sarihusada di Desa Sanan, Malang, belum lama ini.

Sayang, kebutuhan kedelai yang begitu besar di desa ini baru bisa dipenuhi dengan mengimpornya. Ivan mengaku kedelai-kedelai yang digunakan para pengrajin tempe di Desa Sanan berasal dari Amerika Serikat. Harga yang lebih murah, dan ketersediaan bahan yang stabil menjadi alasan mengapa mereka memilih kedelai impor dibanding lokal.

"Produksi kedelai dari Indonesia masih kurang, padahal kebutuhan kita besar, dan ketersediaannya harus stabil. Harganya juga jauh lebih murah yang impor," ungkap Ivan.

Perbedaan harga antara kedelai impor dan lokal pun cukup lebar. Harga kedelai lokal, kata Ivan bisa mencapai Rp15.000 hingga Rp35.000 per kilogram. Sedangkan kedelai Amerika Serikat dibanderol hanya Rp6.300 per kilogram.

"Karena kita juga cari untung, jelas kita pilih yang impor. Walau dari segi rasa memang masih enakan kedelai lokal," jelasnya.

baca juga

Untuk mewadahi para pengrajin tempe, Ivan pun membentuk paguyuban. Tujuannya, paguyuban ini bisa menjadi wadah komunikasi para pengrajin sekaligus memudahkan akses para pengrajin memperoleh bantuan seperti alat-alat produksi tempe.

"Awal 2017 ini kami baru saja menerima bantuan dari Dinas Perindustrian Kota Malang berupa dana revitalisasi senilai Rp1,9 M. Kami diberi mesin pemecah kedelai, mesin pemotong, dan lainnya," papar dia.

Dalam kesempatan tersebut, Ivan menjelaskan bagaimana proses pembuatan tempe. Pertama, kata dia, kedelai direbus setengah matang hingga mengembang. Setelah terasa agak lunak, kedelai-kedelai ini dipecah lalu dipisahkan kulit arinya.

"Lalu kita rendam selama 18 jam. Kenapa lama, karena kita butuh pH naik supaya proses tempe lebih sempurna. Tekstur air nanti agak kental karena pH naik. Setelah kental baru kita ganti airnya. Lalu kita lakukan perebusan kedua sampai air mendidih," kata dia.

Kemudian, barulah kedelai ditiriskan dan dilanjutkan dengan proses peragian. Ivan mengatakan bahwa ada dua jenis ragi yang bisa digunakan untuk membuat tempe. Pertama ragi tradisional yang juga berasal kedelai dan kedua ragi tepung yang cocok bagi mereka yang membuat tempe dalam jumlah kecil.

"Setelah itu kedelai dicetak dan didiamkan hingga dua hari hingga jadi tempe," tandasnya.

Kini Desa Sanan juga dijadikan destinasi wisata bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke kota Malang. Wisatawan bisa menengok langsung proses pembuatan tempe dan jenis olahan tempe lainnya sekaligus. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Diet, Coba Makan Tempe Kukus

Diet, Coba Makan Tempe Kukus

Health | Selasa, 17 Oktober 2017 | 10:18 WIB

Chef Bule Ini Masak Tempe, Hasilnya Nggak Biasa dan Bikin Ngiler

Chef Bule Ini Masak Tempe, Hasilnya Nggak Biasa dan Bikin Ngiler

Lifestyle | Kamis, 29 Juni 2017 | 20:08 WIB

Profesor Ini Ungkap Tempe Punya Vitamin Setara Daging

Profesor Ini Ungkap Tempe Punya Vitamin Setara Daging

Health | Sabtu, 03 Desember 2016 | 20:21 WIB

5 Manfaat Makan Tempe Bagi Kesehatan

5 Manfaat Makan Tempe Bagi Kesehatan

Lifestyle | Rabu, 09 November 2016 | 07:13 WIB

Lezatnya Tempe Mendoan Bikinan Sendiri

Lezatnya Tempe Mendoan Bikinan Sendiri

Lifestyle | Sabtu, 18 Juni 2016 | 10:03 WIB

Mau Jadi Vegan? Masukkan Makanan Ini Dalam Daftar Diet

Mau Jadi Vegan? Masukkan Makanan Ini Dalam Daftar Diet

Lifestyle | Rabu, 30 Maret 2016 | 09:59 WIB

Terkini

KAI Siapkan Stasiun Manggarai Jadi Pusat Mobilitas Jakarta

KAI Siapkan Stasiun Manggarai Jadi Pusat Mobilitas Jakarta

Video | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:26 WIB

Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram

Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Menepi Sejenak di Bintan: Menikmati Pantai, Kuliner, dan Wellness dalam Satu Resor

Menepi Sejenak di Bintan: Menikmati Pantai, Kuliner, dan Wellness dalam Satu Resor

Lifestyle | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Dusun Sade Terbakar Jelang MotoGP Mandalika, NTB Siapkan 4 Desa Adat Pengganti Wisatawan

Dusun Sade Terbakar Jelang MotoGP Mandalika, NTB Siapkan 4 Desa Adat Pengganti Wisatawan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:22 WIB

Prabowo Perintahkan Tanpa Pandang Bulu, Raja Juli Antoni: Pembakar Hutan Kami Tindak

Prabowo Perintahkan Tanpa Pandang Bulu, Raja Juli Antoni: Pembakar Hutan Kami Tindak

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:16 WIB

Dari Jepang, Kolombia, hingga NTT: Daftar 'Gempa Besar' Selama Agustus 2026

Dari Jepang, Kolombia, hingga NTT: Daftar 'Gempa Besar' Selama Agustus 2026

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:12 WIB

BNPB Minta Negara Tetangga Tak Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla

BNPB Minta Negara Tetangga Tak Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Menelusuri Jejak Kerajaan Nusantara Bersama Komunitas Mercedes Jip Indonesia

Menelusuri Jejak Kerajaan Nusantara Bersama Komunitas Mercedes Jip Indonesia

Otomotif | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:08 WIB

Pimpinan DPR Turun Langsung ke Desa Adat Sade: Bantuan Disalurkan, Siapkan Revitalisasi

Pimpinan DPR Turun Langsung ke Desa Adat Sade: Bantuan Disalurkan, Siapkan Revitalisasi

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Rekening Mas Botok AMPB Diblokir Bank, Jefri Nichol: Serem Belum Demo Udah Dibungkam

Rekening Mas Botok AMPB Diblokir Bank, Jefri Nichol: Serem Belum Demo Udah Dibungkam

Entertainment | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:05 WIB

×