Operasi Plastik Lebih Aman dengan Dokter Lelaki?

Chaerunnisa | Suara.com

Jum'at, 20 Oktober 2017 | 19:00 WIB
Operasi Plastik Lebih Aman dengan Dokter Lelaki?
Ilustrasi operasi plastik (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitian di Kanada baru-baru ini mengungkapkan, mereka yang melakukan operasi plastik mungkin memiliki peluang bertahan lebih baik dengan ahli bedah perempuan dibandingkan ahli bedah lelaki.

Peneliti memeriksa data 104.630 pasien yang menjalani berbagai prosedur umum dengan total 3.314 ahli bedah yang berbeda, termasuk 774 perempuan dan 2.540 laki-laki.

Secara keseluruhan, pasien yang dirawat oleh ahli bedah perempuan 12 persen lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal dalam 30 hari, dan mereka memiliki tingkat komplikasi yang serupa di rumah sakit. Begitu temuan dari studi tersebut.

"Ada beberapa alasan untuk percaya mengapa ahli bedah perempuan mungkin memiliki hasil berbeda ini," kata penulis studi senior Dr. Raj Satkunasivam, seorang peneliti dan ahli bedah di Houston Methodist Hospital.

"Pembedahan adalah profesi yang didominasi laki-laki yang mewakili ahli bedah paling baik yang berpengalaman, termotivasi, dan paling sulit yang mungkin bisa sukses," sambung Satkunasivam melalui email.

Karena penelitian ini bukan eksperimen terkontrol yang dirancang untuk membuktikan apakah atau bagaimana jenis kelamin dokter bedah memengaruhi hasil pasien, mungkin saja faktor-faktor seperti kompleksitas kasus individual mempengaruhi hasilnya. Begitu kata Satkunasivam.

"Namun, penelitian ini akan membantu menghilangkan bias terhadap ahli bedah perempuan dalam profesi medis. Pasalnya, perempuan berperforma lebih buruk daripada lelaki tersebut," tulis Satkunasivam dan rekannya di BMJ.

Penelitian ini berfokus pada hasil untuk 25 prosedur umum, termasuk berbagai operasi jantung, operasi penurunan berat badan, penggantian lutut dan pinggul, dan perawatan kanker.

Secara keseluruhan, 11,1 persen pasien yang diobati oleh ahli bedah perempuan meninggal, mengalami komplikasi serius atau menjalani penerimaan berulang ke rumah sakit dalam 30 hari setelah operasi, dibandingkan dengan 11,3 persen dengan ahli bedah laki-laki.

Kondisi ini diterjemahkan ke dalam empat persen kemungkinan lebih rendah dari kematian, komplikasi atau penerimaan berulang dengan ahli bedah perempuan.

Periset juga memperhitungkan perbedaan hasil pada prosedur yang dijadwalkan sebelumnya, bila pasien sering memilih dokter bedah mereka, dan operasi darurat, bila pasien biasanya tidak menentukan pilihan ini.

Satu keterbatasan dalam penelitian ini adalah, peneliti tidak memiliki beberapa data tentang pasien yang mungkin mempengaruhi kemungkinan kematian atau komplikasi mereka, seperti masalah medis lainnya atau faktor sosial ekonomi seperti pendapatan.

Sementara temuan tersebut harus menghilangkan bias yang ada pada ahli bedah wanita, tidak mungkin jenis kelamin ahli bedah tersebut adalah cara yang baik untuk memprediksi seberapa baik pasien akan melakukannya setelah operasi yang mereka lakukan. Begitu ungkap Derek Alderson, presiden Royal College of Surgeons of England, dan Pastor Clare Marx.

Namun, hasilnya memberi dukungan kepada ahli bedah wanita sebagai peluang karir yang sama dengan rekan pria mereka, kata Dr. Heather Logghe, penulis editorial terpisah yang menyertai dan seorang peneliti di Thomas Jefferson University di Philadelphia.

"Mengingat pengecualian historis perempuan dari pelatihan bedah dan plafon kaca hari ini dalam hal posisi kepemimpinan, promosi akademis, dan kesetaraan gaji di antara ahli bedah, penelitian ini sangat berdampak. Ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil klinis harus ada paritas dalam kepemimpinan, promosi, dan gaji untuk ahli bedah perempuan," ujarnya. (Asiaone)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wajah Bengkak Usai Operasi Plastik Ternyata Normal

Wajah Bengkak Usai Operasi Plastik Ternyata Normal

Lifestyle | Kamis, 19 Oktober 2017 | 11:37 WIB

Operasi Plastik Ini Paling Banyak Dilakukan Perempuan Indonesia

Operasi Plastik Ini Paling Banyak Dilakukan Perempuan Indonesia

Lifestyle | Kamis, 19 Oktober 2017 | 10:05 WIB

Tiga Perempuan Pamer Wajah Bengkak Hebohkan Bandara

Tiga Perempuan Pamer Wajah Bengkak Hebohkan Bandara

Lifestyle | Rabu, 11 Oktober 2017 | 08:00 WIB

Demi Medsos, Ramai-ramai Ubah Bentuk Mirip Megan Fox

Demi Medsos, Ramai-ramai Ubah Bentuk Mirip Megan Fox

Lifestyle | Kamis, 05 Oktober 2017 | 22:00 WIB

Berulang Kali Bedah Plastik, Wajah Penyanyi Ini Malah Bengkak

Berulang Kali Bedah Plastik, Wajah Penyanyi Ini Malah Bengkak

Lifestyle | Senin, 02 Oktober 2017 | 14:11 WIB

Bintang Reality Show Ini Ereksi Terus Gara-gara Dibius

Bintang Reality Show Ini Ereksi Terus Gara-gara Dibius

Lifestyle | Selasa, 12 September 2017 | 21:00 WIB

Tergiur Oplas Murah, Tiga Perempuan Transgender Malah Rugi Banyak

Tergiur Oplas Murah, Tiga Perempuan Transgender Malah Rugi Banyak

Lifestyle | Sabtu, 26 Agustus 2017 | 16:22 WIB

Terkini

Kulit Sawo Matang Cocok Pakai Lipstik Wardah Shade Berapa? Ini 5 Pilihan yang Bagus

Kulit Sawo Matang Cocok Pakai Lipstik Wardah Shade Berapa? Ini 5 Pilihan yang Bagus

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:10 WIB

7 Fakta Film Pesta Babi, Dokumenter Investigasi Konflik Agraria di Tanah Papua

7 Fakta Film Pesta Babi, Dokumenter Investigasi Konflik Agraria di Tanah Papua

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:07 WIB

Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei Besok Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri

Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei Besok Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:32 WIB

9 Amalan di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah yang Bisa Dilakukan Wanita Haid

9 Amalan di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah yang Bisa Dilakukan Wanita Haid

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:17 WIB

10 Pintu Rezeki Itu Apa Saja? Ini Jawabannya Menurut Islam

10 Pintu Rezeki Itu Apa Saja? Ini Jawabannya Menurut Islam

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:15 WIB

Perbedaan Lip Mask dan Lip Scrub, Kapan Harus Pakai untuk Jaga Bibir Tetap Sehat?

Perbedaan Lip Mask dan Lip Scrub, Kapan Harus Pakai untuk Jaga Bibir Tetap Sehat?

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:10 WIB

Siapa Cypri Dale? Sosok Penting di Balik Film Pesta Babi Selain Dandhy Laksono

Siapa Cypri Dale? Sosok Penting di Balik Film Pesta Babi Selain Dandhy Laksono

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:09 WIB

Bolehkah Dandan saat Lahiran? Ini Produk yang Aman Dipakai Menurut Dokter Kandungan

Bolehkah Dandan saat Lahiran? Ini Produk yang Aman Dipakai Menurut Dokter Kandungan

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:05 WIB

Mengenal Tradisi Pesta Babi, Dirawat Bak Anak Sendiri Tapi Terancam Mati Karena Eksploitasi

Mengenal Tradisi Pesta Babi, Dirawat Bak Anak Sendiri Tapi Terancam Mati Karena Eksploitasi

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:47 WIB

Sisa Tanggal Merah Mei 2026: Masih Ada Long Weekend, Potensi 6 Hari Libur di Akhir Bulan

Sisa Tanggal Merah Mei 2026: Masih Ada Long Weekend, Potensi 6 Hari Libur di Akhir Bulan

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:30 WIB