Array

Seks yang Hebat Tak Selesai di Orgasme, Tapi...

Rabu, 25 Oktober 2017 | 01:16 WIB
Seks yang Hebat Tak Selesai di Orgasme, Tapi...
Ilustrasi sepasang tangan saling menggenggam di ranjang. [Shutterstock]

Suara.com - Hubungan seks yang memuaskan sering dikaitkan dengan orgasme. Seakan-akan setelah mencapai orgasme, hubungan badan bisa dibilang sudah paripurna, padahal kenyataanya tidak demikian.

Orgasme memang penting, karena bisa membuat pasangan kamu rileks dan memicu aliran hormon positif ke otak yang menurut penelitian bisa membuat hidup lebih sehat.

Tetapi, sekali lagi, seks yang tak melulu soal orgasme, karena orgasme tanpa melibatkan emosi dan perasaan akan terasa lebih lemah dan kosong dari yang seharusnya diraih di ranjang.

Irene Fehr, pakar seksualitas yang diwawancarai Elite Daily, mengatakan seks yang hebat idealnya mampu menghubungkan perasaan atau emosi seseorang terhadap dirinya sendiri, terhadap pasangannya, dan terhadap gairah-gairah terdalam dari keduanya.

Fehr mengemukakan setidaknya tiga tanda bahwa kamu baru saja menikmati hubungan seks yang melibatkan emosi terdalam.

Pertama, kamu merasa benar-benar puas. Artinya, setelah sebuah hubungan badan, kamu harus merasa telah melampiaskan semua gairah dalam diri.

"Kamu bergerak seperti yang kamu mau, mengeluarkan suara sesukamu, sehingga tak ada lagi yang tersisa," kata Fehr.

Kedua, dalam seks yang ideal kamu harus menumpahkan semua sisi kepribadian, bahkan yang paling rentan sekalipun, yang belum pernah dilihat orang lain sebelumnya.
Alhasil, setelah berhubungan seks kamu akan merasa lebih dekat dengan pasangan karena kalian telah membuka diri sepenuhnya dan membangun hubungan yang lebih dalam.

Ketiga, seks yang hebat pada akhirnya harus membuat kamu merasa nyaman.

"Kamu akan memiliki rasa percaya diri yang natural, yang membuat kamu ingin berdiri dan menatap pasangan kamu tepat di matanya," ulas Fehr.

Tetapi, imbuh Fehr, ini tak berarti setiap hubungan seks yang hebat akan terlihat indah. Adakalanya seks yang ideal akan seperti petualangan yang liar, tetapi di lain waktu justru dipicu oleh kemarahan atau kesedihan.

"Di sini, seks yang hebat akan terasa seperti melewati badai bersama dan di saat bersamaan kalian tetap merasa nyaman," kata dia.

Seks yang ideal, simpul Fehr, akan memberikan kamu ruang untuk menyalurkan emosi sehingga terbangun hubungan yang benar-benar penuh. Ini pada akhirnya akan membuat hubungan antara kamu dan pasangan terus bertumbuh positif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI