Selamat Tinggal Doner Kebab?

Dythia Novianty

Sabtu, 02 Desember 2017 | 07:06 WIB
Selamat Tinggal Doner Kebab?
Ilustrasi pedagang kebab. (Shutterstock)

Suara.com - Pecinta masakan Turki, kebab, diterpa berita kurang sedap. Pasalnya, Doner Kebab, salah satu merek kebab ternama akan dilarang.

Perundang-undangan telah diajukan Uni Eropa yang akan membuat Doner Kebab ilegal karena fosfat yang dikandungnya. Makanan, yang berasal dari Turki, bisa dilarang karena hubungannya dengan penyakit kardiovaskular.

Tapi pemilik restoran itu justru meyangkalnya, terutama di Jerman, mengatakan bahwa daging doner membutuhkan aditif agar tetap juicy dan penuh rasa, keduanya saat diangkut dan di rotisseries mereka. Ada tuduhan 'diskriminasi' karena beberapa sosis yang mengandung fosfat masih diperbolehkan.

"Mereka mencari cara untuk mematikan bisnis Turki di sini," kata Baris Donmez, pemilik bistro kebab 24 jam di distrik Mitte Berlin.

Larangan tersebut akan menjadi tumpukan sampah terbesar yang bisa dibayangkan. Isu kebab muncul saat Komisi Eksekutif Uni Eropa mengusulkan, untuk secara resmi mengotorisasi penggunaan fosfat pada domba, daging kambing, daging sapi atau sapi muda yang masuk ke toko. Beberapa daging lain sebelumnya telah menerima izin semacam itu.

Proposal tersebut mendapat masalah di Parlemen Eropa awal pekan ini ketika Komite Kesehatan memilih 32-22 untuk menentangnya. Berdasarkan studi kesehatan yang lebih baru, legislator menyatakan keprihatinan bahwa fosfat yang menyelimuti daging kebab, dapat membuat orang Eropa berisiko lebih besar terkena penyakit jantung.

"Jika Parlemen Eropa berhasil, ini akan menjadi hukuman mati bagi seluruh industri Doner Kebab di Uni Eropa," ujar Kenan Koyuncu dari Asosiasi Penyumbang Doner Kebab Jerman mengatakan kepada surat kabar Jerman Bild.

Sementara Renate Sommer, anggota partai konservatif Kanselir Jerman Angela Merkel di Parlemen Eropa, menulis di Facebook bahwa larangan penambahan fosfat akan menjadi akhir produksi doner dan akan menyebabkan hilangnya ribuan pekerjaan.

Menurut harian Frankfurter Rundschau ada sekitar 16.000 restoran doner di Jerman dan 3 juta hidangan digantung setiap hari. Puluhan ribu orang bekerja di industri multi-miliar euro. Sandwich doner sebenarnya adalah interpretasi Eropa klasik klasik Turki yang diperkenalkan ke Jerman oleh para imigran dari Turki.

baca juga

Beberapa tahun terakhir, jumlah 'Berlin Doner' bahkan telah menyebar ke London dan New York. Didorong oleh popularitas seperti itu, Donmez yakin larangan bahan kimia dalam daging kebab tidak akan pernah dilaksanakan di Jerman.

"Orang Jerman menyukai doner. Tidak ada yang akan menyingkirkannya dari mereka," katanya, melihat pelanggan makan siang yang panjang di restoran Rosenthaler Grill dan Schlemmerbuffet-nya. [Metro]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cegah Denyut Jantung Tak Teratur dengan Cara Mudah Ini

Cegah Denyut Jantung Tak Teratur dengan Cara Mudah Ini

Health | Minggu, 22 Oktober 2017 | 12:44 WIB

Serang Pemilik Toko Kebab, Pelatih Ini Mundur dari Timnas Turki

Serang Pemilik Toko Kebab, Pelatih Ini Mundur dari Timnas Turki

Bola | Kamis, 27 Juli 2017 | 04:04 WIB

Lezatnya Menu Baru "The Halal Boys"

Lezatnya Menu Baru "The Halal Boys"

Lifestyle | Selasa, 24 Mei 2016 | 16:07 WIB

Inilah Daftar Kebab Terbaik di Inggris

Inilah Daftar Kebab Terbaik di Inggris

Lifestyle | Jum'at, 09 Januari 2015 | 15:40 WIB

Benarkah Kebab Tak Bagus Untuk Kesehatan?

Benarkah Kebab Tak Bagus Untuk Kesehatan?

Health | Jum'at, 31 Oktober 2014 | 14:32 WIB

Kota Ini Larang Pedagang Kebab di Kaki Lima

Kota Ini Larang Pedagang Kebab di Kaki Lima

News | Rabu, 30 April 2014 | 15:06 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×