Asyiknya, Mereka Piknik Sambil Menebarkan Toleransi

Ririn Indriani, Risna Halidi

Sabtu, 09 Desember 2017 | 11:42 WIB
Asyiknya, Mereka Piknik Sambil Menebarkan Toleransi
Salah satu kegiatan Komunitas Pemberani mengunjungi berbagai rumah ibadah yang ada di Jakarta sembari rekreasi. (Foto: Dok. Komunitas Pemberani)

Suara.com - Setiap hari masyarakat selalu disuguhkan berita diskriminasi berbau suku, ras, agama dan antar golongan alias SARA yang terjadi di sudut kampung, kota besar, hingga negara-negara Adidaya.

Isu SARA memang tidak mengenal tingkat pendidikan dan tingkat ekonomi. Siapa saja yang mudah merasa terganggu dengan perbedaan, akan merasa risih dan memakan mentah-mentah informasi palsu mengenai suku, agama, ras, dan golongan yang berbeda dengannya.

Terlebih di era media sosial saat ini, masyarakat Indonesia terkesan telah terpolarisasi besar-besar. Caci maki berbau SARA kerap dilontarkan di kolom komentar berita atau unggahan di sosial media.

Tujuannya satu, membuat Bangsa Indonesia terpecah belah. Beruntung masih ada pemuda-pemudi yang sadar bahwa keberagaman adalah anugrah.

Mereka adalah anak muda yang terkumpul dalam Komunitas Pemuda Pemudi Berkarya Bagi Negeri yang disingkat Pemberani. Komunitas ini adalah komunitas kecil yang ingin membuat perubahan besar lewat sudut pandang keberagaman.

Diprakarsai oleh Merli Pelagia, Meitrisya Aprodite, Fawwaz Ibrahim, Gilang Kusuma Achmadi, Zaidi, dan Rosi Anindiastuti, bersama-sama membuat kegiatan penghormatan kepada para penganut agama dan penghayat kepercayaan di Indonesia.

Mereka memiliki latar belakang yang berbeda-beda mulai dari penganut Kristen Katolik, Muslim Nahdiyin hingga Muslim Ahmadiyah.

"Komunitas ini masih belum jelas secara struktur. Karena kami sebenarnya hanya orang-orang yang modal nekat," kata salah satu anggota inti Komunitas Pemberani, Aprodite, saat dihubungi Suara.com.

Keenam sosok di balik Komunitas Pemberani juga merupakan anak-anak kuliahan yang aktif mengikuti acara-acara lintas agama yang dilakukan oleh lembaga pemerintah, swasta, atau orang berpengaruh.

Pada satu titik, Aprodite merasa bila anak muda penggiat isu keberagaman hanya menjadi perwakilan atau utusan tanpa bisa memberikan kontribusi lebih.

"Kami merasa bahwa isu toleransi masih bersifat elitis. Padahal seharusnya berakar ke masyarakat secara umum," tambahnya.

Untuk itu, keenam dari mereka berembuk sejak Agustus lalu sambil berbagi pandangan tentang kegiatan apa yang bisa mereka lakukan.

Hingga kemudian muncul ide membuat kegiatan kunjungan kelima tempat ibadah berkonsep tur dan piknik.

Bertajuk Tourlerance of Worship Place, agenda besar pertama komunitas ini dihelat untuk merayakan Hari Toleransi Internasional pada 19 Nopember 2017.

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk kunjungan ke rumah-rumah ibadah di sekitar DKI Jakarta dengan tujuan menjalin silahturahmi, memperkenalkan keragaman agama yang berkembang di Indonesia dan membangun interaksi lintas iman.

Respon masyarakat pada kegiatan ini ternyata luar biasa. Ada 114 pendaftar yang memperebutkan 50 kuota terpilih kegiatan Tourlerance of Worship Place.

Sebanyak 50 pemuda terpilih kemudian mengunjungi lima rumah ibadah yakni Klenteng Kong Miao di TMII, Pura Aditya Jaya di Rawamangun, Vihara Ekayana Arama di Tanjung Duren, Masjid Al-Hidayah di Petojo dan Masjid Istiqlal.

"Sebenarnya ada satu lagi rumah ibadah yang kami kunjungi yakni Gereja Katedral, namun karena kondisi lapangan dan keterbatasan waktu, terpaksa tidak jadi," kata Ketua Pelaksana agenda Tourlerance of Worship Place Merli Pelagia.

Lewat agenda ini, penyelenggara melihat adanya harapan dan kerinduan besar dari anak-anak muda lintas iman Indonesia untuk bertemu dan menjalin persahabatan dengan sesama anak bangsa, meski dalam berbagai perbedaan.

Komunitas ini berharap, momentum baik seperti kegiatan kunjungan ke tempat ibadah bisa semakin menguatkan Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia dan sekaligus landasan untuk menjamin toleransi dan harmonisasi hidup dalam keberagaman di Indonesia.

Bila ingin mengetahui dan ikut serta dalam kegiatan Komunitas Pemberani, masyarakat bisa memantau media sosial Komunitas Pemberani di Twitter dan Instagram @kamipemberani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mereka Percaya, Lewat Buku Orang Desa Bisa Melihat Dunia

Mereka Percaya, Lewat Buku Orang Desa Bisa Melihat Dunia

Lifestyle | Sabtu, 18 November 2017 | 11:50 WIB

Komunitas Ini Kumpulannya Pecinta Sienta, Yuk Gabung!

Komunitas Ini Kumpulannya Pecinta Sienta, Yuk Gabung!

Lifestyle | Sabtu, 11 November 2017 | 10:41 WIB

Belajar Berhenti Merokok lewat Komunitas Online Lebih Efektif

Belajar Berhenti Merokok lewat Komunitas Online Lebih Efektif

Health | Selasa, 07 November 2017 | 13:04 WIB

Terkini

Cara Melacak HP Hilang dengan Email atau Gmail

Cara Melacak HP Hilang dengan Email atau Gmail

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:35 WIB

Cara Melacak HP Hilang dengan Email atau Gmail

Cara Melacak HP Hilang dengan Email atau Gmail

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:35 WIB

3 Sepatu Diadora Tanpa Tali, Desain Stylish dan Nyaman untuk Aktivitas Sehari-hari

3 Sepatu Diadora Tanpa Tali, Desain Stylish dan Nyaman untuk Aktivitas Sehari-hari

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:20 WIB

5 Sepatu Jalan Lokal Paling Empuk Harga Rp200 Ribuan, Ada yang Mirip Skechers

5 Sepatu Jalan Lokal Paling Empuk Harga Rp200 Ribuan, Ada yang Mirip Skechers

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:01 WIB

3 Kipas Angin Tidak Berisik Mulai Rp100 Ribuan, Tidur Nyenyak Tanpa Bising

3 Kipas Angin Tidak Berisik Mulai Rp100 Ribuan, Tidur Nyenyak Tanpa Bising

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:24 WIB

Apakah Pompa Air Boleh Menyala Terus? Pahami Cara Mainnya Agar Tetap Awet

Apakah Pompa Air Boleh Menyala Terus? Pahami Cara Mainnya Agar Tetap Awet

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:10 WIB

Natural Look Jadi Tren Baru, Ini yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Filler Modern

Natural Look Jadi Tren Baru, Ini yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Filler Modern

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:27 WIB

Bedak Padat yang Bagus Merk Apa? Ini 7 Rekomendasi Terbaik yang Bisa Kamu Coba

Bedak Padat yang Bagus Merk Apa? Ini 7 Rekomendasi Terbaik yang Bisa Kamu Coba

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:25 WIB

5 Body Lotion SPF 50 dengan Sensasi Sejuk, Ampuh Proteksi Kulit dari Cuaca Panas Ekstrem

5 Body Lotion SPF 50 dengan Sensasi Sejuk, Ampuh Proteksi Kulit dari Cuaca Panas Ekstrem

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:43 WIB

Sepatu Lari Maraton yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi dari Brand Lokal Kualitas Top

Sepatu Lari Maraton yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi dari Brand Lokal Kualitas Top

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:11 WIB

×