"Dari hobi ini ada yang sengaja keluar dari kerjaan dan menekuni hobi lalu menghasilkan. Penghasilannya sudah bukan rupiah lagi, tapi dolar," tambah Syafiq.
Medium menulis indah juga beragam. Bukan hanya kertas, tembok, bahkan kayu juga bisa jadi incaran. Meski begitu, bukan berarti semua yang jago menulis indah di kertas mampu mengukirnya di media lain.
Tapi seniman sejati, tentu saja, selalu didorong rasa penasaran untuk mencoba hal baru.
Kata Syafiq, menulis indah juga dapat melatih sensitivitas seseorang. "Ini presisi sekali. Kalau salah akan mengulang lagi dan kita harus benar-benar konsentrasi."

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat hendak menulis indah adalah, pertama, posisi kertas harus lurus, badan tegak dan kedua kaki menapak.
Kedua, tumpuan tangan saat menulis harus siku atau bahu, bukan pergelangan tangan.
Ketiga, bernafas secara normal kecuali bagi mereka yang memiliki masalah tremor atau gerakan yang tidak terkontrol. "Harus pandai-pandai menahan nafas," tambah Syafiq.

Satu yang perlu diingat, seniman menulis indah tak selalu memiliki tulisan sehari-hari yang indah juga, lho. Itu diakui baik oleh Syafiq maupun Suryadi.
Katanya, menulis indah memerlukan waktu jadi tak mungkin menulis indah saat waktu tengah diburu-buru.
Bagi pemula, beberapa perkakas menulis indah dasar yang bisa digunakan diantaranya adalah brush kaligrafi yang dijual mulai dari harga 15 ribu rupiah atau sekadar menggunakan pensil, penghapus, dan kertas.
Dan bila tertarik lebih lanjut untuk menggeluti hobi ini, kamu bisa bergabung dengan komunitas menulis indah Batu Tulis Bogor dan ikuti akun sosial media Instagram mereka di @batutulisbogor.