Tentang Kehamilan Kembar yang Harus Diketahui

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Sabtu, 03 Maret 2018 | 15:30 WIB
Tentang Kehamilan Kembar yang Harus Diketahui
Ilustrasi seorang perempuan tengah hamil kembar. [shutterstock]

Suara.com - Kehamilan adalah pengalaman luar biasa bagi banyak perempuan, apalagi jika kehamilan kembar. Kebahagiaan tentu juga akan berlipat ganda.

Peneliti mengklaim bahwa lebih dari 3 dari setiap 100 kehamilan merupakan kehamilan kembar. Statistik ini semakin diperkuat dengan semakin banyaknya bayi kembar yang lahir setiap tahunnya.

Kehamilan kembar agak berbeda dengan kehamilan biasanya, mulai dari kebutuhan yang diperlukan ibu hamil, tanggung jawab, risiko kehamilan, tugas setelah melahirkan, dan masih banyak lagi lainnya.

Nah, untuk mengetahui lebih dalam tentang kehamilan kembar, berikut rangkuman beberapa hal yang harus diketahui para ibu yang mengalami kehamilan kembar, seperti dilansir dari Boldsky.

1. Usia adalah faktor yang harus diperhatikan ketika hamil bayi kembar
Kehamilan sangat tergantung pada faktor-faktor seperti usia. Kebanyakan dokter mengatakan bahwa begitu Anda melewati usia 30 sampai 40 tahun, kehamilan akan lebih sulit untuk dijalani.

Ironisnya, kemungkinan kehamilan kembar juga meningkat saat Anda berusia lebih dari 30 atau 40 tahun. Hal ini disebabkan kenyataan bahwa seiring bertambahnya usia, ovulasi menjadi tidak menentu. Anda bisa berovulasi dengan dua folikel dalam siklus yang sama. Jika pembuahan terjadi, Anda akan memiliki kehamilan kembar secara alami!

2. Meningkatnya kebutuhan asam folat
Ibu hamil diminta untuk meminum pil asam folat untuk membantu mencegah cacat lahir seperti spina bifida. Saat hamil kembar, dokter akan meminta ibu hamil untuk mengkonsumsi lebih banyak asam folat, dibandingkan dengan ibu hamil yang sedang mengandung satu bayi.

Ibu hamil yang mengandung satu bayi akan diminta untuk mengkonsumsi 0,4 miligram asam folat dalam sehari, sedangkan ibu hamil dengan kehamilan kembar akan diminta untuk memiliki sampai 1 miligram asam folat dalam sehari.

3. Anda harus menghadapi lebih banyak pemeriksaan dan lebih sering
Dokter biasanya akan menyediakan waktu yang lebih banyak untuk memeriksa ibu yang hamil kembar. USG juga akan memakan waktu lebih lama dari pada saat dokter melihat kehamilan satu bayi.

baca juga

Bukan cuma itu, resiko yang akan dialami ibu hamil kembar juga menjadi dua kali lipat. Risiko keguguran meningkat pada kehamilan kembar saat prosedur yang dikenal dengan amniosentesis dilakukan.

4. Anda akan menghadapi morning sickness (mual) yang jauh lebih buruk
Morning sickness pada ibu hamil disebabkan oleh hormon yang dikenal dengan Human Chorionic Gonadotropin. Saat hamil kembar, kadar HCG berlipat ganda dan karenanya, morning sickness akan terasa lebih intens. Masalah lain yang berhubungan dengan kehamilan seperti kembung, sakit punggung dan sakit maag juga akan terasa lebih parah hingga dua kali lipat.

5. Meningkatnya risiko perdarahan pascapersalinan
Ibu dengan bayi kembar cenderung mengalami perdarahan setelah lahir bila dibandingkan dengan mereka yang melahirkan satu bayi. Komplikasi saat proses persalinan juga meningkat.

6. Kenaikan berat badan yang lebih banyak dibanding kehamilan tunggal
Dengan dua bayi, dua plasenta, lebih banyak cairan ketuban, tak heran jika ibu yang hamil kembar mengalami kenaikan berat badan lebih banyak. Jika pada kehamilan tunggal pertambahan berat badan ibu rata-rata adalah 12 kg, pada kehamilan kembar pertambahan berat badan rata-rata adalah 15 kg.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Bedanya Keracunan Kehamilan dengan Keracunan Air Ketuban

Ini Bedanya Keracunan Kehamilan dengan Keracunan Air Ketuban

Health | Kamis, 22 Februari 2018 | 20:39 WIB

Mengenal Tokophobia, Takut pada Kehamilan dan Persalinan

Mengenal Tokophobia, Takut pada Kehamilan dan Persalinan

Health | Selasa, 20 Februari 2018 | 13:28 WIB

Bercak Saat Hamil, Amankah?

Bercak Saat Hamil, Amankah?

Health | Kamis, 08 Februari 2018 | 13:38 WIB

Terkini

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

Hormati Penyidikan KPK, Bupati Bogor Tegaskan Pelayanan Tetap 'Gas Terus' 100 Persen

Hormati Penyidikan KPK, Bupati Bogor Tegaskan Pelayanan Tetap 'Gas Terus' 100 Persen

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:37 WIB

Kolaborasi Kelompok Tani Cipicung dan SEG, Sulap 15 Ternak Jadi Modal Berkelanjutan

Kolaborasi Kelompok Tani Cipicung dan SEG, Sulap 15 Ternak Jadi Modal Berkelanjutan

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Dapat Protein dan Serat, Menkes Budi Kasih Tips Makan Warteg yang Sehat dan Murah

Dapat Protein dan Serat, Menkes Budi Kasih Tips Makan Warteg yang Sehat dan Murah

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Jangan Diam Uang Rakyat Jadi Bancakan! Masyarakat Diajak Susun APBN Tandingan

Jangan Diam Uang Rakyat Jadi Bancakan! Masyarakat Diajak Susun APBN Tandingan

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:16 WIB

Sektor Perumahan Solid di Belakang Hilal Firmansyah

Sektor Perumahan Solid di Belakang Hilal Firmansyah

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Iran Buka Peluang Diplomasi dengan AS, Tunggu Sikap Washington

Iran Buka Peluang Diplomasi dengan AS, Tunggu Sikap Washington

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:10 WIB

×