Dibesarkan Srigala, Lelaki Renta Ini Kecewa pada Manusia

Liberty Jemadu, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 06 April 2018 | 19:40 WIB
Dibesarkan Srigala, Lelaki Renta Ini Kecewa pada Manusia
Marcos Rodriguez Pantoja, lelaki 72 tahun yang pernah tinggal bersama binatang liar di Spanyol selama 12 tahun. [Facebook/Amigos das Arbores da Limia]

Suara.com - Marcos Rodriguez Pantoja, lelaki asal Spanyol yang terkenal karena sempat hidup bersama srigala dan hewan liar lainnya selama 12 tahun, mengaku belum nyaman hidup bersama manusia hingga di usianya kini 72 tahun.

Dijuluki sebagai Mowgli dari Pegunungan Sierra Morena - sesuai nama karakter utama dalam kisah buku "Jungle Book" karya Rudyard Kipling, Pantoja kini tinggal di sebuah rumah kecil di Desa Rante, Provinsi Ourense, Spanyol.

Kepada surat kabar El Pais akhir Maret lalu ia mengaku bahwa kehidupannya lebih susah setelah dipaksa berbaur dengan dunia modern.

"Orang-orang menertawai saya, karena saya tak paham politik atau sepak bola," keluh dia.

Pantoja dilahirkan di Anora, Provinsi Cordoba, pada tahun 1946. Ibunya wafat ketika ia masih berusia 3 tahun. Sementara itu ayahnya pergi meninggalkannya untuk tinggal bersama wanita lain di Fuencalliente.

Ia kemudian dibawa ke gunung untuk membantu seorang penggembala tua yang memelihara 300 hewan. Gembala itu mengajarinya menggunakan api dan cara membuat perkakas. Tapi tak lama kemudian gembala itu meninggal dunia dan meninggalkan Pantoja sendirian pada tahun 1954, di usia 7 tahun.

Tinggal sendirian, Pantoja kemudian hidup bersama srigala di sebuah gua. Ia masih mengingat bagaimana anak-anak serigala itu menerimanya sebagai saudara laki-laki, sementara yang betina memberinya makan dan mengajarinya arti keibuan.

Mereka mengajarinya cara bertahan hidup di alam liar dan berkat mereka pula, ia tahu buah dan jamur mana saja yang aman untuk dimakan. Marcos ingat tidur di gua bersama dengan kelelawar, ular, rusa.

Ia ditemukan oleh Garda Sipil pada usia 19 tahun dan dibawa kembali ke lingkungan manusia. Saat pertama kali ditemukan, ia hanya mendengus seperti binatang.

Setelah masuk ke lingkungan manusia, Pantoja mengaku susah beradaptasi. Hidupnya berantakan dan dia tidak pernah bisa sepenuhnya pulih. Ia pernah ditipu, dilecehkan, dan dieksploitasi oleh bos di sebuah industri perhotelan dan konstruksi.

Pantoja mengaku telah mencoba kembali ke gunung tapi ia seolah sudah tidak diterima lagi oleh para serigala.

"Saya melihat srigala, jadi saya memanggilnya. Tapi dia hanya merespon tanpa mau mendekati saya. Sekarang saya memiliki bau seperti manusia karena memakai cologne," katanya sambil mendesah.

Ia juga melihat ada pondok dan gerbang listrik besar yang dibangun di guanya dulu.

Kasus Pantoja sendir sangat terkenal di dunia. Ia pernah diteliti oleh sejumlah ilmuwan dan beberapa buku serta film dibuat berdasarakan pengalamannya.

Kini Pantoja yang tinggal sendiri, hidup bergantung pada uang pensiunnya yang kecil dan dari donasi yang dikumpulkan oleh kelompok pecinta lingkungan Amig@s das Arbores.

Ia sesekali juga diundang untuk berbicara di sekolah-sekolah, bercerita tentang kecintaannya pada binatang dan pentingnya melestarikan lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Perjalanan Futsal dan Konser Musik di Grand Final AXIS Nation Cup 2026

Perjalanan Futsal dan Konser Musik di Grand Final AXIS Nation Cup 2026

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:23 WIB

Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan Viva Sunscreen Foundation vs Viva Special Day Cream

Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan Viva Sunscreen Foundation vs Viva Special Day Cream

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Sujud Mahasiswa Trisakti di Patung Kuda: Mengetuk Pintu Langit Kala Suara Rakyat Tak Didengar

Sujud Mahasiswa Trisakti di Patung Kuda: Mengetuk Pintu Langit Kala Suara Rakyat Tak Didengar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Arti Ayam Berkokok Tengah Malam Jam 11 sampai 2 Malam Menurut Primbon Jawa

Arti Ayam Berkokok Tengah Malam Jam 11 sampai 2 Malam Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Dari Perawatan Kulit hingga Wellness, Korea Selatan Perkenalkan Wisata Kesehatan di Jakarta

Dari Perawatan Kulit hingga Wellness, Korea Selatan Perkenalkan Wisata Kesehatan di Jakarta

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:14 WIB

PLN Siapkan Pasokan Listrik Andal untuk Dukung Infrastruktur Digital Telkom Group

PLN Siapkan Pasokan Listrik Andal untuk Dukung Infrastruktur Digital Telkom Group

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:06 WIB

Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman

Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM

Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:50 WIB

5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:46 WIB

P3MUDA PPP Dorong Anak Muda Aktif Mengawal Masa Depan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

P3MUDA PPP Dorong Anak Muda Aktif Mengawal Masa Depan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:44 WIB

×