Berdasarkan Material, Ini 5 Jenis Atap Rumah Terpopuler!

Fabiola Febrinastri
Berdasarkan Material, Ini 5 Jenis Atap Rumah Terpopuler!
Ilustrasi atap rumah. (Sumber: Istimewa)

Atap akan melindungi rumah dari sinar matahari dan hujan.

Suara.com - Atap menjadi pelindung rumah yang paling penting. Atap akan melindungi rumah dari sinar matahari dan hujan, sekaligus mempercantik tampilan rumah. Karenanya, memiliki atap rumah yang kokoh dan awet dapat menjamin nyaman dan amannya tempat tinggalmu.

Berdasarkan bahannya, ada banyak variasi atap rumah yang bisa kamu pilih. Seperti 6 jenis atap rumah paling populer yang bisa kamu lihat pada artikel Kania di bawah ini:

Atap Rumah Tanah Liat


Ilustrasi atap rumah. (Sumber: Istimewa)

Pastinya, kamu sangat familiar dengan jenis atap rumah berbahan tanah liat. Tidak hanya terbatas pada atap, desain dengan bahan tanah liat memang populer. Termasuk paling populer di Indonesia, jenis atap rumah ini diproduksi melalui proses press dan pembakaran. Adapun, jenis atap rumah tanah liat memiliki keunggulan seperti harganya yang ekonomis, tahan lama dan cukup kuat saat dipijak.

Akan tetapi, jenis atap rumah tanah liat memiliki sejumlah kekurangan, seperti mudah berlumut sehingga harus dilapisi cat terlebih dulu, memerlukan ketelitian saat pemasangan agar terhindar dari kebocoran, tidak terlalu kuat dalam menahan angin dan idealnya harus dipasangkan pada rangka yang kuat.

Atap Rumah Aspal


Ilustrasi atap rumah. (Sumber: Istimewa)

Selain tanah liat, jenis atap rumah lain yang populer di Indonesia adalah aspal. Dibuat dengan memadukan fiberglass dan aspal yang dilapisi mineral, jenis atap rumah ini tersedia dalam dua model, yakni datar dan bergelombang. Untuk jenis atap rumah aspal model gelombang, instalasi dilakukan dengan menyekrupnya ke balok gording, sedangkan jenis atap rumah aspal berbentuk datar bisa ditempel melalui multipleks yang disekrup di rangka.

Banyak orang memilih jenis atap rumah aspal karena praktis dalam pemasangan, berbobot ringan, tahan api, tahan angin, anti jamur, dan bisa dikenakan pada atap rumah berbentuk miring hingga 90°. Sayangnya, jenis atap rumah aspal terkenal dengan harganya yang mahal dan tidak ramah lingkungan.

Atap Rumah Metal


Ilustrasi atap rumah. (Sumber: Istimewa)

Jika kamu mengutamakan durabilitas, atap rumah berbahan metal bisa kamu pilih. Jenis atap rumah ini menggunakan perpaduan berbagai bahan seperti alumunium, besi, tembaga dan seng. Saat ini, jenis atap rumah metal banyak digunakan pada bangunan seperti sekolah atau bengkel.

Keunggulannya, jenis atap rumah metal sangat praktis untuk dipasang, memiliki bobot yang ringan, anti terhadap karat, anti pecah, anti bocor, tidak menimbulkan panas, tahan api, tahan angin dan fleksibel untuk dipasang di berbagai bidang. Di balik banyaknya kelebihan, jenis atap rumah metal terkenal dengan harganya yang mahal serta memerlukan ketelitian tinggi saat memasangnya.

Atap Rumah Keramik


Ilustrasi atap rumah. (Sumber: Istimewa)

Kamu ingin membangun rumah bergaya Italia atau Spanyol? Kamu bisa memilih jenis atap rumah berbahan keramik. Tawarkan finishing glasur yang estetis, jenis atap rumah keramik siap memberikan kesan mewah pada rumahmu. Tidak itu saja, jenis atap rumah keramik unggul karena awet, tahan lama, tahan terhadap api, minim perawatan, ramah lingkungan dan menggunakan sistem interlock seperti genteng untuk pemasangannya.

Namun kekurangannya dari jenis atap rumah keramik yaitu sangat mudah pecah, kurang tahan terhadap angin, tidak bisa dipasangkan pada atap rumah dengan kemiringan lebih dari 30° supaya air tidak bocor dan mengalir sempurna, serta pemasangan yang memerlukan baut agar tidak mudah lepas.

Atap Rumah Beton


Ilustrasi atap rumah. (Sumber: Istimewa)

Jenis atap rumah beton saat ini banyak diaplikasikan pada rumah bergaya minimalis karena mengusung gaya modern. Selain estetik, tentunya jenis atap rumah ini pun sangat kokoh karena dibuat dari beton cor dan tulangan besi.

Dengan kelebihannya yang tahan lama, minim perawatan dan tahan terhadap api, rumah dengan konstruksi atap beton memiliki sejumlah kekurangan seperti durabitas yang kurang prima terhadap angin, berbobot berat sehingga berpengaruh pada durasi pemasangan, serta harga jualnya yang tinggi.

Nah, lima jenis atap rumah diatas cukup populer di Indonesia, kamu bisa menyesuaikan menurut budget dan konsep bangunan. Well, untuk membantu kamu dalam membangun rumah, silakan lihat artikel informatif lain dari Kania melalui Dekoruma.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS