8 Tren di Jepang yang Aneh Tapi Nyata

Vania Rossa

Kamis, 14 Juni 2018 | 06:00 WIB
8 Tren di Jepang yang Aneh Tapi Nyata
Ilustrasi: Perempuan Jepang. (Shutterstock)

Suara.com - Jepang, di balik budaya kunonya yang menakjubkan, juga menjadi trend setter berbagai hal unik dan nyeleneh. Orang Jepang, terutama generasi mudanya, sangat menyukai hal-hal unik yang anehnya menjadi tren dan diikuti di seluruh penjuru dunia. Dilansir dari Bright Side, inilah 8 tren di Jepang yang aneh tapi nyata adanya.

1. Decora
Decora berasal dari bahasa Inggris yang artinya dekorasi. Gaya decora tidak mengandalkan penggunaan makeup yang berlebihan, karena tujuannya memang membuat seseorang tampak seperti anak-anak.

8 Tren di Jepang yang Aneh Tapi Nyata. (Bright Side)

Gaya decora lebih bermain-main ke penggunaan aksesori yang banyak. Sebut saja mulai dari stiker wajah, glitter, band-aids berwarna-warni, bobby pins, jepit rambut, gelang, kalung, kaus kaki warna-warni, stoking, hingga sarung tangan. Pokoknya, apapun yang dapat mereka temukan dan mereka kenakan untuk menunjukkan sisi anak-anak.

2. Ganguro
Kulit orang Jepang yang kuning langsat diakui sebagai salah satu warna kulit yang indah. Tapi, tren Ganguro berpikir sebaliknya. Kulit berwarna cokelat, rambut tipis dengan aksen warna oranye, pirang, dan abu-abu, serta aksen putih di bibir, hidung, dan area di sekitar mata, inilah yang dianggap keren dalam gaya Ganguro.

8 Tren di Jepang yang Aneh Tapi Nyata. (Bright Side)

Gaya Ganguro juga dilengkapi dengan pemakaian bulu mata palsu, kristal di wajah, dan baju berwarna cerah. Tidak lupa aneka aksesori, yang diutamakan berwarna ngejreng.

3. Aplikasi filter wajah
Orang Jepang sangat menyukai berbagai trik yang dapat membuat penampilan mereka semakin menarik. Untuk mendapatkan mata yang bulat besar layaknya tokoh komik, misalnya, mereka tak segan menggunakan lensa kontak yang dapat memberi efek bola mata besar, hingga operasi plastik.

8 Tren di Jepang yang Aneh Tapi Nyata. (Bright Side)

baca juga

Di era Instagram eperti sekarang ini, mereka pun menjadi tergila-gila pada aplikasi filter wajah. Tidak hanya membuat tampilan mata besar, tetapi juga membuat kulit terlihat lebih halus dan bersinar.

4. Kigurumi
Piyama berbentuk hewan ini adalah bagian dari fesyen jalanan di Jepang, yang dipakai oleh perempuan maupun lelaki.

8 Tren di Jepang yang Aneh Tapi Nyata. (Bright Side)

Tren lain, yang dikenal sebagai "animegao kigurumi" lebih menarik. Ini merupakan bagian dari cosplay, di mana orang-orang menggunakan masker berbentuk kepala utuh di samping kostum karakter untuk membuat diri mereka lebih mirip dengan karakter anime favorit.

5. Masker face-lifting
Jepang dikenal dengan berbagai produk perawatan kulit yang mereknya telah mendunia. Di Jepang, Anda bisa menemukan masker yang berbeda dari masker pada umumnya, dengan efek sauna, olahraga, pemijat, dan lainnya.

8 Tren di Jepang yang Aneh Tapi Nyata. (Bright Side)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jalani Tur Jepang, Deadsquad Rilis Single Baru

Jalani Tur Jepang, Deadsquad Rilis Single Baru

Entertainment | Selasa, 05 Juni 2018 | 13:10 WIB

Terlibat Kronisme, Menteri Jepang Minta Maaf dan Kembalikan Gaji

Terlibat Kronisme, Menteri Jepang Minta Maaf dan Kembalikan Gaji

News | Senin, 04 Juni 2018 | 17:24 WIB

Kecantikan Gadis Ini Viral, Ada Hal Mengejutkan di Balik Sosoknya

Kecantikan Gadis Ini Viral, Ada Hal Mengejutkan di Balik Sosoknya

Tekno | Senin, 04 Juni 2018 | 17:19 WIB

Terkini

Modus Penyelewengan Beras SPHP: Dibeli Murah, Dikemas Ulang, Dijual Lebih Mahal

Modus Penyelewengan Beras SPHP: Dibeli Murah, Dikemas Ulang, Dijual Lebih Mahal

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:48 WIB

JKT48 hingga Inul Daratista Siap Guncang Grand Final AXIS Nation Cup 2026

JKT48 hingga Inul Daratista Siap Guncang Grand Final AXIS Nation Cup 2026

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:48 WIB

Bos BI Akui Rupiah Dalam Tekanan Usai Hashim Wanti-wanti Bisa Tembus Rp21.000

Bos BI Akui Rupiah Dalam Tekanan Usai Hashim Wanti-wanti Bisa Tembus Rp21.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:46 WIB

TNI Ikut Amankan Demo 28 Oktober, Komisi I DPR Sebut Lumrah

TNI Ikut Amankan Demo 28 Oktober, Komisi I DPR Sebut Lumrah

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:46 WIB

JRKN Soroti Rangkap Jabatan Kapolri Suyudi: Tabrak UU Narkotika dan Langkahi Akal Sehat

JRKN Soroti Rangkap Jabatan Kapolri Suyudi: Tabrak UU Narkotika dan Langkahi Akal Sehat

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Sinopsis Allen, Film Fiksi Ilmiah tentang Persahabatan Manusia dan Alien

Sinopsis Allen, Film Fiksi Ilmiah tentang Persahabatan Manusia dan Alien

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Parah Jadi Para, Gaji Jadi Gajih: Ketika Satu Huruf Mengubah Makna Bahasa

Parah Jadi Para, Gaji Jadi Gajih: Ketika Satu Huruf Mengubah Makna Bahasa

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:45 WIB

5 Serum untuk Kencangkan Kulit Wajah dan Pudarkan Flek Hitam Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Serum untuk Kencangkan Kulit Wajah dan Pudarkan Flek Hitam Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:43 WIB

Jumlah Korban Tewas Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol Bertambah, 64 Orang Hilang

Jumlah Korban Tewas Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol Bertambah, 64 Orang Hilang

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Imunisasi Anak Menurun Usai Pandemi, Kemenkes Soroti Kekhawatiran Efek Samping dan Hoaks

Imunisasi Anak Menurun Usai Pandemi, Kemenkes Soroti Kekhawatiran Efek Samping dan Hoaks

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:39 WIB

×