Nikmati Eksotisme Kota Semarang Lewat Kuliner Peranakan

Ririn Indriani, Risna Halidi

Jum'at, 13 Juli 2018 | 20:00 WIB
Nikmati Eksotisme Kota Semarang Lewat Kuliner Peranakan
Semarang Restaurant Heritage Cuisine menyuguhkan beragam menu peranakan. (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Sebuah rumah makan bergaya jadul yang mengusung kuliner peranakan berdiri tepat di tengah-tengah pusat kota Semarang.

Rumah makan bernama lengkap Semarang Restaurant Heritage Cuisine tersebut sudah ada sejak 1990 dan mengklaim memiliki spesilisasi makanan kampung khas peranakan.

Pemiliknya adalah seorang lelaki keturunan etnis Tionghoa bernama Jongkie Tio. Ia mengaku sengaja membuka restoran yang menyajikan makanan khas Semarang sebagai upaya mengangkat makanan kampung ke ranah restoran.

Hidangan yang disajikan di restoran ini beragam mulai dari Lumpia, Kroket, Lontong Cap Go Meh, Nasi Langgi, Bistik Jawa, hingga Es Cao.

"Kuliner di Indonesia itu hampir 75 persen terpengaruh dari Cina, karena (warga Cina) sudah ada di sini sejak tahun 400," kata Jongkie saat Suara.com datangi langsung ke Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Nasi Langgi racikan Semarang Restaurant Heritage Cuisine. (Suara.com/Risna Halidi)
Nasi Langgi racikan Semarang Restaurant Heritage Cuisine. (Suara.com/Risna Halidi)

Lontoh Cap Go Meh merupakan salah satu makanan favorit di restoran ini. Hidangan tersebut berisi potongan lontong, opor ayam suwir, sayur buncis, dan telur.

Rasa lontong semakin gurih karena diberi taburan serundeng, sambal dan rebung. Kata Jongkie, ada pembeda antara Lontong Cap Go Meh dengan opor ayam biasa.

Pembeda tersebut adalah docang atau parutan kelapa dan kedelai yang dikukus, abing atau campuran kelapa parut dan gula jawa, serta bubuk kedelai.

Lumpia khas Semarang Restaurant Heritage Cuisine. (Suara.com/Risna Halidi)
Lumpia khas Semarang Restaurant Heritage Cuisine. (Suara.com/Risna Halidi)

"Kalau sudah ada tiga ini, sudah sah dinamakan Lontong Cap Go Meh,” kata Jongkie langgi.

baca juga

Sementara Nasi Langgi adalah menu nasi yang diolah dengan bahan rempah, santan dan asam Jawa. Menu ini disajikan dengan lauk, seperti telur dadar, bistik, tempe orek, serundeng dan mentimun.

"Ini makanan Jawa pada umumnya yang dipresentasikan untuk orang Belanda (ekspatriat)," tambah Jongkie.

Baik Lontong Cap Go Meh maupun Nasi Langgi, dipresentasikan dengan bahan campuran yang bisa mencapai 12 campur. Porsinya juga besar dan akan lebih nikmat jika makan dengan metode diaduk bersama.

Selain makanan besar, Semarang Restaurant Heritage Cuisine juga menyajikan makanan pendamping, seperti kroket, lumpia, es rujak dan es cao.

Jongkie mengklaim kroket yang ia sajikan memiliki cita rasa Belanda yang otentik tanpa campuran kentang. Kroket dibuat dari daging ayam, keju, dan susu yang kemudian digoreng setelah dilapisi telur dan tepung roti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Simbah 104 Tahun yang Yahud Meracik Mangut

Simbah 104 Tahun yang Yahud Meracik Mangut

Lifestyle | Jum'at, 06 Juli 2018 | 20:15 WIB

Semarang Masuk Daftar Tentatif Situs Warisan Dunia UNESCO

Semarang Masuk Daftar Tentatif Situs Warisan Dunia UNESCO

News | Jum'at, 06 Juli 2018 | 17:28 WIB

Berburu Kudapan Favorit Para Raja di Kafe Bergaya Kolonial

Berburu Kudapan Favorit Para Raja di Kafe Bergaya Kolonial

Lifestyle | Jum'at, 29 Juni 2018 | 10:40 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×