Suara.com - Belakangan tren kopi susu tengah populer di Indonesia. Hampir semua gerai kopi menyediakan menu kopi kekinian. Pada dasarnya, menu kopi susu sendiri sebenarnya sudah lama ada di Indonesia.
Dalam Warung Kopi atau warkop, menu satu ini hampir menjadi favorit di mana kopi hitam dicampur dengan susu kental manis. Nah di zaman now, kopi susu kekinian mencampur susu cair dengan tambahan satu shoot espresso dan gula aren sebagai pelengkap.
Namun pertanyaannya, sampai kapan tren kopi susu kekinian ini ada di Indonesia? Disampaikan, Frista Debby Yanti, Asisten Markom Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), tren kopi susu kekinian ini masih akan bertahan hingga lima tahun kedepan.

"Kalau kami lihat sih masih cukup lama ya bertahan di Indonesia. Jujur kami sangat senang karena dengan tren ini kami bisa memperkenalkan kopi lebih mudah ke masyarakat," ujar perempuan yang akrab disapa Debby dalam temu media di Jakarta, Rabu (8/8/2018).
Ia menambahkan, Indonesia merupakan negara produsen kopi terbesar kelima di dunia. Namun sayangnya kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi kopi masih sangat kurang, itu sebabnya dengan hadirnya tren kopi kekinian ini dapat membantu mempromosikan keragaman kopi Indonesia di negeri sendiri.
"Penikmat kopi speciality itu masih kecil. Tapi dengan tren kopi kekinian, orang akan mulai coba-coba sampai dapat omongan kalau kopi Papua enak lho, kopi Kerinci after taste-nya gini lho. Jadi benar-benar membantu kami mensosialisasikan kopi di tengah masyarakat," tambah dia.
Indonesia, kata Debby memiliki banyak daerah penghasil kopi. Sejauh ini, kata dia, kopi yang paling sering diekspor adalah jenis Aceh Gayo. Pasalnya baru daerah tersebut yang mampu memproduksi kopi untuk kebutuhan ekspor yang cukup banyak.