75 Yacht dari 12 Negara Datang ke Sail to Indonesia 2018

Fabiola Febrinastri

Selasa, 28 Agustus 2018 | 12:00 WIB
75 Yacht dari 12 Negara Datang ke Sail to Indonesia 2018
Kapal Yacht. [shutterstock]

Suara.com - Yachter mancanegara peserta Sail to Indonesia 2018 telah merapat ke Buton Selatan, Sulawesi Tenggara. Kehadiran mereka disambut antusias masyarakat dengan parade seni budaya hingga kuliner.

Di Buton, Sail to Indonesia 2018 digelar 28-31 Agustus 2018. Acara ini tersebar di empat lokasi, yaitu di Desa Bahari 1, Bahari 2, Bahari 3, dan Rongi, Sampolawa, Buton Selatan, Sulawesi Tenggara.

Menurut Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Bahari, Indroyono Soesilo, Buton Selatan jadi salah satu destinasi terbaik Sail to Indonesia 2018.

“Sail to Indonesia 2018 ini menjadi program luar biasa. Event ini akan memberikan pengaruh besar bagi pariwisata Indonesia. Perekonomian masyarakat bergerak, terutama di destinasi yang disinggahi,” kata Indroyono, Minggu (26/8/2018) malam.

Sail to Indonesia dimulai sejak 26 Juli lalu, dan akan berakhir 6 November 2018 di perairan Tanjung Pinang. Perairan Buton Selatan menjadi destinasi ke-6 dari 19 persinggahan.

Sebelumnya, para yachter singgah di Debut, Banda, Buru Utara, Buton Utara, juga Wakatobi. Rata-rata, para yachter peserta Sail to Indonesia 2018 singgah selama empat hari.

Event Sail to Indonesia 2018 total diikuti 75 yacht. Mereka berasal dari 12 negara, yaitu Australia, Selandia Baru, Denmark, Prancis, Belanda, Inggris Raya, Jerman, Kanada, dan Amerika Serikat.

Para yachter ini mengawali start dari dua lokasi berbeda di Australia. Sebanyak 47 yacht pun berangkat dari kawasan Australia Timur, lalu 28 yacht mengawali start dari Darwin dan bergabung 4 September.

“Sejauh ini, respons masyarakat terhadap rangkaian Sail to Indonesia sangat positif. Ada banyak rangkaian event yang disajikan. Menariknya, setiap persinggahan selalu berbeda-beda. Hal ini tentu menjadi daya tarik bagi para yachter yang mayoritas mancanegara,” ujar Indroyono lagi.

Antusiasnya masyarakat Buton Selatan bisa dilihat dari ‘ritual’ khusus yang telah disiapkan, sda beragam parade seni dan budaya yang ditampilkan, diantaranya, Mangaru Dance dan Traditional Dance yang digelar di Pantai Lagunci, Desa Bahari, Selasa (28/8/2018). Tari Mangaru merupakan salah satu identitas Buton, yang menggambarkan keberanian kaum pria di dalam medan perang.

Tarian dilengkapi peralatan perang, gerakan rancak akan diperlihatkan Tari Mangaru. Tarian ini biasanya juga diiringi oleh alat musik kansi-kansi, mbololo, dan gendang.

Nuansa semakin klasik dengan kostum unik yang dikenakan para penari. Menegaskan nuansa tradisional di hari pertama, para yachter akan diajak mengikuti tour desa wisata sembari menikmati kopi khas Buton.

“Kami yakin, para yachter akan terkesan selama berada di Buton Selatan, sebab wilayah ini memiliki culture yang sangat khas dan kuat,” tegas Indroyono.

Buton Selatan juga akan menyajikan Boti Festival, yang digelar Rabu (29/8/2018), di Desa Bahari, Boti Festival dijamin akan menarik perhatian. Boti sejatinya merupakan perahu khas masyarakat Buton dengan tampilan fisik eksotis.

Masih dari hari sama, para yachter juga bisa menikmati kelas memasak ala wilayah Buton Selatan.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata, Ricky Fauzi, mengaku sangat senang dengan sambutan yang diperlihat Buton Selatan.

“Ada banyak inspirasi yang bisa dinikmati oleh yachter selama berada di Buton Selatan. Mereka bisa melihat langsung keseharian aktivitas masyarakat di sana, termasuk menikmati Boti. Kawasan ini juga banyak memiliki kearifan lokal lainnya,”  tambahnya.

Dekat dengan budaya laut, masyarakat Buton Selatan juga memiliki tradisi unik. Mereka pun memiliki budaya Pindokoa, yaitu aktivitas menangkap ikan dengan memakai tombak khusus.

Tradisi Pindokoa sudah hidup selama ratusan tahun silam dan menjadi treatment bila kondisi di laut kurang bersahabat lantaran faktor cuaca.

“Para yachter bisa turut serta dalam Pindokoa. Ikut menangkap ikan dengan cara tradisional tentu akan menjadi pengalaman tersendiri. Yang jelas, rangkaian sambutan terbaik sudah disiapkan masyarakat Buton Selatan,” ujar Ricky lagi.

Selain beragam sajian budaya tradisional, para yachter juga akan disambut dengan kuliner terbaik khas Buton Selatan. Ada onde-onde, kasomi, tandu, dan masih banyak lainnya.

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, mengungkapkan, Buton Selatan merupakan destinasi pariwisata terbaik. Dengan karakter kuat alam wisata bahari, wilayah ini dilengkapi culture terbaik.

“Selamat datang di Buton Selatan. Wilayah ini merupakan salah satu destinasi terbaik yang dimiliki oleh Indonesia. Natur dan culturenya sangat bagus. Para yachter bukan hanya menikmati, tapi bisa belajar bebebrapa tradisi unik masyarakat di sana. Enjoy Buton Selatan,” tutup Menpar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sektor Pariwisata dan Perekonomian Maluku Tenggara Meningkat Lewat Sail to Indonesia Rally 2024

Sektor Pariwisata dan Perekonomian Maluku Tenggara Meningkat Lewat Sail to Indonesia Rally 2024

Bisnis | Rabu, 03 Juli 2024 | 11:23 WIB

Terkini

Dari Traveling hingga Kulineran, Begini Gaya Hidup Generasi Muda Saat Ini

Dari Traveling hingga Kulineran, Begini Gaya Hidup Generasi Muda Saat Ini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 17:58 WIB

Kewajiban Investasi Indonesia Turun, Modal Asing Tetap Masuk

Kewajiban Investasi Indonesia Turun, Modal Asing Tetap Masuk

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 17:56 WIB

Sabun Apa yang Bisa Mencerahkan dan Memutihkan Badan? Ini 3 Pilihan Terjangkau

Sabun Apa yang Bisa Mencerahkan dan Memutihkan Badan? Ini 3 Pilihan Terjangkau

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 17:55 WIB

Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?

Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 17:50 WIB

Eks Kanitreskrim Polsek Rupat Utara Disidang Etik Terkait Penganiayaan Warga

Eks Kanitreskrim Polsek Rupat Utara Disidang Etik Terkait Penganiayaan Warga

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 17:47 WIB

KMP Virgo Transport 8 Tenggelam, 107 Orang Selamat dan 6 Meninggal

KMP Virgo Transport 8 Tenggelam, 107 Orang Selamat dan 6 Meninggal

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 17:37 WIB

Bertabur Bintang! Kim Yeon Koung, Lee Junho, dan Kazuha Resmi Jadi Staf Baru di Kian's Bizarre B&B 2

Bertabur Bintang! Kim Yeon Koung, Lee Junho, dan Kazuha Resmi Jadi Staf Baru di Kian's Bizarre B&B 2

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 17:34 WIB

BRI Hadirkan Tiket Pertandingan Tribun Laga Kandang Hanya Rp1

BRI Hadirkan Tiket Pertandingan Tribun Laga Kandang Hanya Rp1

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 17:28 WIB

Dari The Changcuters hingga Doel Sumbang, Timeless Project Live Rayakan Warna Musik Bandung

Dari The Changcuters hingga Doel Sumbang, Timeless Project Live Rayakan Warna Musik Bandung

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 17:21 WIB

Bukan Hanya Romance: Bagaimana Trilogi 'Before' Memotret Realisme Hubungan

Bukan Hanya Romance: Bagaimana Trilogi 'Before' Memotret Realisme Hubungan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 17:20 WIB

×