Sambut IMF 2018, Baluran Banyuwangi Akan Dikunjungi 18 Ribu Tamu

Fabiola Febrinastri

Minggu, 02 September 2018 | 10:42 WIB
Sambut IMF 2018, Baluran Banyuwangi Akan Dikunjungi 18 Ribu Tamu
Bimbingan Teknis (Bimtek) Ekowisata Hutan (Pemandu Interpetasi), yang digelar oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar), di Banyuwangi, 28 - 30 Agustus 2018. (Dok: Kemenpar)

Suara.com - Sekali dayung, dua pulau terlewati. Pameo tersebut sangat pantas disematkan kepada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Ekowisata Hutan (Pemandu Interpetasi), yang digelar oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar), di Banyuwangi, 28 - 30 Agustus 2018.

Kegiatan yang dikerjakan oleh Asisten Deputi Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar tersebut, di hari terakhirnya, akan digelar acara tur bersama ke Taman Nasional Baluran, Banyuwangi.

"Ini bagian dari dukungan dan persiapan menyambut IMF-World Bank. Kemenpar sangat tepat mengagendakan kunjungan ke Baluran, karena nantinya, para pemandu intepretasi harus siap lahir batin menyambut rombongan wisatawan mancanegara ke Banyuwangi," ujar fasilisator interpretasi, Ary Suhandi, saat memimpin para peserta Bimtek di Baluran.

Kabupaten Banyuwangi termasuk salah satu destinasi di luar Bali yang dipromosikan kepada peserta pertemuan. Banyuwangi akan dikunjungi tamu undangan pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia 2018, atau International Monetary Fund-World Bank Annual Meetings 2018 (lMF-WB AM 2018).

Acara ini akan digelar di Nusa Dua, Bali, pada 12-14 Oktober 2018. 

Bimbingan Teknis (Bimtek) Ekowisata Hutan (Pemandu Interpetasi), yang digelar oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar), di Banyuwangi, 28 - 30 Agustus 2018. (Dok: Kemenpar)
Bimbingan Teknis (Bimtek) Ekowisata Hutan (Pemandu Interpetasi), yang digelar oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar), di Banyuwangi, 28 - 30 Agustus 2018. (Dok: Kemenpar)

Hal tersebut menjadi momentum bagi Banyuwangi, karena rombongan peserta akan mendatangi kabupaten paling ujung timur Pulau Jawa tersebut.Pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia, akan dihadiri sedikitnya 18 ribu delegasi dari 189 negara.

"Salah satu agendanya, para delegasi akan ke Baluran. Semua peserta Bimtek kita ajak saling mengoreksi, apa yang kurang, apa yang harus ditambah, dan apa yang harus diperbaiki segera. Tujuannya jelas, untuk kenyamanan wisatawan Nusantara maupun mancanegara saat berkunjung ke Taman Nasional. Di momentum yang tepat ini, persiapan menjelang IMF, kita harapkan, semua pemandu bisa mempersiapkan diri dengan baik,"ujar pria berkumis itu.

Bimtek Kemenpar di Banyuwangi ini mendatangkan pihak pengelola dari Perhutani, TN Baluran (Banyuwangi/Situbondo), Alas Purwo (Banyuwangi), Meru Betiri (Banyuwangi/Jember). Selain itu, ada juga Taman Wisata Alam Kawah Ijen (Banyuwangi dan Bondowoso) dan Bromo Tengger Semeru. 

Kemenpar juga membuat acara kunjungan ke TN Baluran menjadi hangat dan sangat elegan. Mereka akan berinteraksi dengan pengelola taman nasional lainnya, saling bertukar pikiran, dikemas dengan mengisi kuisioner dan diberikan keleluasaan untuk diskusi terkait ekowisata.

"Terima kasih kepada semua peserta yang hadir di acara kami. Saya harap, ini harus membawa manfaat dan diimplementasikan di pekerjaan dengan baik dan benar sebagai pemandu interpretasi. Apalagi akan ada event internasional berkelas dunia yang akan mampir ke Banyuwangi," kata Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar, Rizki Handayani, didampingi Asisten Deputi Pengembangan Wisata Alam dan Buatan, Alexander Reyaan.

Bandara Banyuwangi menjadi penunjang penting dalam paket wisata ke Banyuwangi yang disiapkan oleh Kemenpar bagi peserta pertemuan IMF-World Bank di Bali.

”Ini momentum luar biasa. Banyuwangi sudah menyiapkan paket-paket wisata, dan Kemenpar juga sangat mendukung penuh,” kata Rizki.

"Acara ini akan menjadi trigger bagi Banyuwangi. Tidak hanya soal jumlah kunjungan wisatawan, tapi bagaimana dampak promosi yang akan didapat Banyuwangi di mancanegara. Semua pihak harus bersama-sama melakukan persiapan dengan baik,” kata wanita yang biasa disapa Kiki itu.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menambahkan, semua pihak, saat ini memang harus sama-sama terus berpikir untuk pengembangan pariwisata Indonesia untuk ke depannya.

Pria asli Banyuwangi tersebut juga memberi contoh, Jepang dan Vietnam, yang dapat menumbuhkan sektor pariwisatanya dengan cepat. Mereka bergerak melalui deregulasi masif sebagai key success factor, mempermudah wisatawan untuk masuk,  investor untuk masuk, ease of doing business.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Apa Beda Slow Jogging dan Lari Biasa? Kenali 5 Perbedaannya Sebelum Coba!

Apa Beda Slow Jogging dan Lari Biasa? Kenali 5 Perbedaannya Sebelum Coba!

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 10:40 WIB

Bungkam Keraguan, Debut Sutradara Muda Ferly Halim 'Takkan Kubiarkan Kau Menangis' Banjir Air Mata

Bungkam Keraguan, Debut Sutradara Muda Ferly Halim 'Takkan Kubiarkan Kau Menangis' Banjir Air Mata

Entertainment | Sabtu, 18 Juli 2026 | 10:34 WIB

Bae Nara dan Han Jae Ah Umumkan Rencana Menikah Usai 7 Bulan Go Public

Bae Nara dan Han Jae Ah Umumkan Rencana Menikah Usai 7 Bulan Go Public

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 10:30 WIB

Amnesty Soroti Mandeknya Kasus HAM Berat, Kementerian HAM Dinilai Sekadar Simbol

Amnesty Soroti Mandeknya Kasus HAM Berat, Kementerian HAM Dinilai Sekadar Simbol

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 10:29 WIB

Alasan Kia Seltos Turbo Tak Ikut Diboyong ke Indonesia

Alasan Kia Seltos Turbo Tak Ikut Diboyong ke Indonesia

Otomotif | Sabtu, 18 Juli 2026 | 10:23 WIB

Sunscreen Labore untuk Umur Berapa? Cek Anjuran Pemakaian Resminya

Sunscreen Labore untuk Umur Berapa? Cek Anjuran Pemakaian Resminya

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 10:15 WIB

Kurikulum: Mengapa Pendidikan Sering Gagal Menyentuh Realitas Lokal

Kurikulum: Mengapa Pendidikan Sering Gagal Menyentuh Realitas Lokal

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 10:10 WIB

Proyek LNG Abadi Blok Masela Resmi Prioritaskan Pasar Domestik, Ini Strategi Pemerintah

Proyek LNG Abadi Blok Masela Resmi Prioritaskan Pasar Domestik, Ini Strategi Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 10:04 WIB

Presiden Pimpin Panen Raya TNI Terintegrasi di Malang, Gubernur: Jatim Pilar Utama Ketahanan Pangan

Presiden Pimpin Panen Raya TNI Terintegrasi di Malang, Gubernur: Jatim Pilar Utama Ketahanan Pangan

Jatim | Sabtu, 18 Juli 2026 | 10:01 WIB

Lastri: Arwah Kembang Desa dan Perempuan yang Selalu Dikambinghitamkan

Lastri: Arwah Kembang Desa dan Perempuan yang Selalu Dikambinghitamkan

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 10:00 WIB

×