Studi: Orang yang Menolak Korupsi Bakal Sukses di Masa Depan

Ade Indra Kusuma, Firsta Nodia

Kamis, 06 September 2018 | 11:28 WIB
Studi: Orang yang Menolak Korupsi Bakal Sukses di Masa Depan
Ilustrasi korupsi. (shutterstock)

Suara.com - Pendidikan dan pekerjaan selama ini disebut-sebut sebagai faktor kunci yang menentukan seberapa sukses Anda di masa mendatang. Namun sebuah penelitian terkini yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Psychology menyebutkan bahwa ada faktor lain yang lebih menentukan kekayaan yakni kemampuan Anda untuk menunda gratifikasi atau menolak korupsi.

Untuk mendapatkan temuan ini para peneliti mengukur kemampuan para responden menunda gratifikasi. Peneliti memberi peserta pilihan antara mendapatkan jumlah uang yang lebih kecil yakni sebesar 500 dollar Amerika atau memilih jumlah uang yang lebih besar yakni 1000 dollar Amerika.

Penelitian ini melibatkan 2.500 orang yang berusia antara 25 - 65 tahun, berpenghasilan mulai dari $ 10.000 hingga $ 235.000, dengan tingkat pendidikan mulai dari lulusan sekolah menengah atas hingga gelar doktor dan berasal dari berbagai etnis.

Secara umum, penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi pendidikan yang Anda lalui maka semakin tinggi pula gaji yang Anda dapatkan. Namun bagi mereka yang mau menolak peluang gratifikasi seperti korupsi cenderung lebih sukses dibandingkan mereka yang mau mendapatkan kekayaan dengan cara yang instan.

"Mereka yang kurang mampu menolak gratifikasi lebih cenderung menggunakan zat adiktif seperti alkohol dan opiat, yang membuat mereka terhalang untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik atau memiliki risiko penyakit serius yang mempengaruhi penghasilannya," ujar William Hampton, dari University St. Gallen di Swiss.

Selain faktor tersebut, faktor lainnya yang juga dapat menentukan seberapa sukses Anda di masa mendatang adalah tinggi badan. Para peneliti mencatat bahwa tinggi badan yang lebih tinggi dapat membuat seseorang memiliki harga diri yang lebih tinggi dan pada gilirannya membuat mereka mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Untuk para orangtua, Hampton pun memiliki beberapa saran yang bisa membuat anak-anak mereka tumbuh menjadi orang yang sukses di masa mendatang. Pertama kata dia, penting untuk menanamkan pemahaman bahwa kaya tidak bisa didapatkan dengan cara yang instan seperti dengan menerima gratifikasi.

"Ini mungkin lebih mudah dikatakan daripada dilakukan, karena sangat sedikit orang yang menikmati sebuah proses tetapi hasil penelitian kami menunjukkan bahwa mereka yang mampu menolak gratifikasi sama saja dengan berinvestasi untuk meningkatkan penghasilan mereka di masa mendatang," tandas dia.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bawaslu Diminta Tunda Putusan Gugatan Caleg Mantan Napi Korupsi

Bawaslu Diminta Tunda Putusan Gugatan Caleg Mantan Napi Korupsi

News | Kamis, 06 September 2018 | 06:37 WIB

KPK Belum Cukup Bukti Jerat Sofyan Basir di Korupsi PLTU Riau-1

KPK Belum Cukup Bukti Jerat Sofyan Basir di Korupsi PLTU Riau-1

News | Rabu, 05 September 2018 | 17:55 WIB

Dalam Sebulan KPK Sita Miliaran Rupiah Uang Hukuman Koruptor

Dalam Sebulan KPK Sita Miliaran Rupiah Uang Hukuman Koruptor

News | Rabu, 05 September 2018 | 15:25 WIB

Terkini

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:44 WIB

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:31 WIB

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:24 WIB

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:11 WIB

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:01 WIB

×