Eksploitasi SPG, Potret Kelam dari Beratnya Kesetaraan Gender

Ade Indra Kusuma, Vessy Dwirika Frizona

Jum'at, 07 September 2018 | 21:37 WIB
Eksploitasi SPG, Potret Kelam dari Beratnya Kesetaraan Gender
Ilustrasi. (Foto: shutterstock)

Suara.com - Tak bisa dipungkiri pekerjaan sebagai Sales Promotion Girl (SPG) sangat rentan terhadap eksploitasi fisik dan pelecehan seksual. Seperti yang dialami seorang SPG bernama Tara Dianti (nama samaran). Sudah tiga tahun perempuan 23 tahun ini menjalani pekerjaan sebagai SPG. Meski enjoy dengan pekerjaan yang hanya bermodal penampilan menarik dan keluwesan berbicara serta senyum manis kepada pelanggan, ia tetap risih dengan pandangan genit pelanggan dan ucapan usil para lelaki yang menjadi target penjualannya. Potret kesetaraan gender di Indonesia yang seakan mundur ke masa lalu. SPG seperti menjadi potret kelam pekerjaan-pekerjaan yang berupaya memperkecil peran perempuan di muka umum atau menjatuhkan peran perempuan.

Tara mengaku menjadi SPG otomotif memang menyenangkan. Dalam sehari ia bisa mendapatkan uang minimal Rp 500 ribu dalam waktu kerja yang hanya enam jam. Baginya itu lebih menarik daripada harus bekerja di perusahaan yang terikat waktu formal kerja delapan jam dengan gaji standar Upah Minimun Regional (UMR) untuk lulusan baru fresh graduate sepertinya.

Bekerja menjadi SPG sejak kuliah, dara berambut lurus ini mengaku ketagihan. Dia bisa membeli barang keperluannya dengan mudah, walau dengan risiko diganggu laki-laki ‘nakal’. Namun, dalam hati kecilnya, Tara ingin sekali bisa bekerja nyaman tanpa harus memasang senyum palsu setiap kali digoda.

“Digoda-goda pelanggan laki-laki itu sudah jadi makanan sehari-hari. Diminta kenalan, dipandangi dalam-dalam, atau colek-colek sok akrab harus didahapi. Kami (SPG) tidak boleh melawan, apalagi marah-marah, karena itu dianggap tidak sopan. Padahal kami sudah dilecehkan,” aku Tara kepada Suara.com.

Ketika dirinya dipandangi tak biasa oleh lelaki demi produk yang dijajakannya dibeli, Tara terpaksa rela. Dia harus pintar-pintar menghindar dan kuat menahan marah meski emosi membuncah kepala dan sumpah-serapah sudah di ujung lidah. Lagi-lagi dara harus tetap senyum dan berusaha mengalihkan perhatian calon pembeli untuk fokus kepada produk yang dijajakan bukan dirinya yang memang dijadikan pajangan.

Tak jarang Tara membiarkan nomor teleponnya dimiliki pelanggan dan akun Instagram-nya diketahui. Apalagi bagi pelanggan yang sudah membeli, tak enak jika dia menolak.

Ilustrasi pelecehan seksual. (Shutterstock)
Ilustrasi pelecehan seksual. (Shutterstock)

“Dimintai kontak pribadi itu juga sering. Biasanya saya lihat-lihat dulu orangnya, kalau pelanggannya sudah beli ya mau tak mau saya kasih. Kalau kira-kira tidak membeli dan kelihatannya cuma mau genit-genit saja, saya cari calon pelanggan lain sambil perlahan meninggalkan. Untuk yang menelepon biasanya menanyakan sudah punya pacar atau belum, tinggal dimana, sibuk apa, ya standar laki-laki kalau lagi pendekatan,” ceritanya.

Soal pakaian, sebagai SPG yang menjajakan produk otomotif, Tara harus memakai seragam yang diberikan koordinatornya. Modelnya mini dan melekat pas ke tubuh.

“Untuk pakaian sudah diberi tahu dan ditentukan dari awal, kalau sudah deal, ya harus pakai. Pakaiannya sudah pasti terbuka. Entah hot pants, baju you can see, ketat, rok mini, v-neck yang belahannya dalam, ya harus dipakai. Kalau tidak suka, ya tidak usah bekerja, yang artinya kita tidak dapat uang,” beber perempuan lulusan Ilmu Komunikasi dari salah satu universitas swasta di Jakarta ini.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Waspada, 5 Negara Ini Rawan Pelecehan Seksual

Waspada, 5 Negara Ini Rawan Pelecehan Seksual

Lifestyle | Jum'at, 07 September 2018 | 06:30 WIB

Ariana Grande Alami Pelecehan Seksual, Yuk Berani Lapor Ladies!

Ariana Grande Alami Pelecehan Seksual, Yuk Berani Lapor Ladies!

Lifestyle | Selasa, 04 September 2018 | 18:25 WIB

Brutal, Gara-gara iPhone Rusak Lelaki Ini Tinju SPG

Brutal, Gara-gara iPhone Rusak Lelaki Ini Tinju SPG

Tekno | Minggu, 26 Agustus 2018 | 13:56 WIB

Terkini

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 06:00 WIB

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

×