Kerja Sambil Berdiri Ternyata Bukan Solusi Obesitas

Vania Rossa | Vessy Dwirika Frizona
Kerja Sambil Berdiri Ternyata Bukan Solusi Obesitas
Ilustrasi bekerja sambil berdiri. [Shutterstock]

Standing desk yang digunakan untuk kerja sambil berdiri katanya dapat menyelamatkan para pekerja dari ancaman obesitas.

Suara.com - Duduk berjam-jam di depan meja kerja telah mengakibatkan meningkatnya angka obesitas di kalangan pekerja. Apalagi jika perilaku sedentary ini tak dibarengi dengan aktivitas fisik yang cukup. Dan untuk mencegah hal itu, kini banyak perusahaan menyediakan standing desk atau meja kerja yang cara penggunaaannya sambil berdiri. Ketersediaan standing desk yang digunakan untuk kerja sambil berdiri pun digadang-gadang dapat menyelamatkan para pekerja dari obesitas.

Akan tetapi, penelitian terbaru menemukan bahwa standing desk ternyata bukan solusi obesitas. Bahkan, penggunaannya hanya dapat membakar sembilan kalori per jam.

Para petugas medis di University of Bath dan Westmont College di California pun menyayangkan usaha yang dilakukan karyawan karena telah bekerja sambil berdiri selama 20 jam.

"Olahraga tetaplah cara yang paling baik untuk membakar kalori," kata Dr. Javier Gonzales selaku ketua tim peneliti seperti dilansir Dailymail, Rabu (5/12/2018).

Para peneliti menguji tingkat metabolisme istirahat dari 46 lelaki dan perempuan yang sehat.

Profesor Gregg Afman, yang juga salah satu peneliti, mengklaim bahwa berdiri membakar sekitar 0,2 kalori per menit.

Dr. Gonzales menggambarkan peningkatan pembakaran lemak antara berdiri dan duduk sangatlah kecil. Berdiri di tempat kerja tidak mungkin memengaruhi lingkar pinggang Anda secara signifikan.

"Jadi, penyediaan standing desk hanya akan membuat gaya hidup lebih buruk dan lebih cepat mengantarkan orang ke kuburan," tukasnya. Penemuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Medicine & Science in Sports and Exercise.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS