Susu Bikin Obesitas, Ini Kata Ahli Gizi

Vania Rossa, Firsta Nodia

Jum'at, 09 November 2018 | 11:20 WIB
Susu Bikin Obesitas, Ini Kata Ahli Gizi
Seorang perempuan minum susu. [shutterstock]

Suara.com - Susu selama ini dianggap sebagai sumber lemak. Bahkan banyak yang menganggap mengonsumsi susu dapat memicu obesitas. Dan belum lama ini pula susu kental manis memicu polemik karena diyakini lebih tinggi gula dibandingkan zat gizinya.

Menanggapi hal ini, Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Ir. Achmad Syafiq MSc. PhD, menegaskan bahwa belum ada bukti ilmiah susu kental manis menyebabkan gangguan penyakit. Menurut dia, anggapan sebagian pihak yang menyatakan susu kental manis menyebabkan berbagai penyakit seperti obesitas dan diabetes juga tidak berdasar.

"Berdasarkan kajian lembaga kesehatan dunia (WHO), kegemukan disebabkan banyak faktor di antaranya rendahnya aktivitas fisik, rendahnya asupan serat, dan tingginya asupan energi harian total, bukan dari satu jenis pangan," ujar Syafiq dalam Seminar ‘Kebaikan Susu sebagai Salah Satu Sumber Gizi Utama Masyarakat Indonesia’ di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, segala sesuatu yang berlebihan tentu saja tidak baik. Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat mengonsumsi susu secara proporsional dan tidak menjadikannya sebagai satu-satunya sumber gizi.

Dalam kesempatan yang sama, peneliti dari Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Dr. drg. Amaliya, mengatakan bahwa Indonesia masih harus menghadapi permasalahan gizi. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan proporsi status gizi sangat pendek dan pendek mencapai 30,8 persen. Demikian juga proporsi status gizi buruk dan gizi kurang turun mencapai 17,7 persen.

Menurut dia, salah satu solusinya bisa dengan meningkatkan konsumsi susu dalam kehidupan sehari-hari. Amaliya mengatakan, susu dan produk olahannya memiliki kandungan protein, lemak, dan vitamin yang sangat dibutuhkan guna mendukung perkembangan seseorang di setiap tahap kehidupan.

"Namun, konsumsi susu di Indonesia masih sangat rendah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi susu masyarakat Indonesia pada tahun 2017 hanya berkisar 16,5 liter/kapita/tahun, sangat rendah dibandingkan negara ASEAN lain seperti Malaysia (50,9 liter), Thailand (33,7 liter), dan Filipina (22,1 liter)," ujar Amaliya.

Menanggapi efek kental manis bagi kesehatan, peneliti Amaliya mengatakan bahwa sebenarnya Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan Peraturan (Perka) Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan. Peraturan ini mewajibkan label produk susu kental manis mencantumkan keterangan “Perhatikan! Tidak untuk menggantikan Air Susu Ibu; Tidak Cocok untuk Bayi sampai usia 12 bulan; dan Tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya sumber gizi” demi meluruskan polemik yang berkembang di masyarakat.

Direktur Registrasi Pangan Olahan BPOM Anisyah pun mengimbau agar masyarakat tidak menjadikan susu kental manis sebagai satu-satunya sumber gizi. Menurut dia, setiap pangan olahan harus didampingi sumber nutrisi lain agar lebih seimbang.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Obesitas, Rabun, Hingga Kanker Intai Anak-Anak Pengguna Gadget

Obesitas, Rabun, Hingga Kanker Intai Anak-Anak Pengguna Gadget

Health | Jum'at, 09 November 2018 | 07:00 WIB

Studi: Antibiotik Picu Obesitas pada Anak di Bawah Usia 2 Tahun

Studi: Antibiotik Picu Obesitas pada Anak di Bawah Usia 2 Tahun

Health | Kamis, 01 November 2018 | 19:05 WIB

Jangan Salah, Obesitas Anak Itu Penyakit Lho!

Jangan Salah, Obesitas Anak Itu Penyakit Lho!

Health | Rabu, 31 Oktober 2018 | 14:47 WIB

Terkini

Profil Seraf Naro Siregar Penyumbang Medali Pertama Indonesia di Asian Games 2026

Profil Seraf Naro Siregar Penyumbang Medali Pertama Indonesia di Asian Games 2026

Sport | Minggu, 20 September 2026 | 10:26 WIB

5 Rekomendasi HP Kamera 200 MP Terbaik, dari Samsung hingga OPPO!

5 Rekomendasi HP Kamera 200 MP Terbaik, dari Samsung hingga OPPO!

Tekno | Minggu, 20 September 2026 | 10:24 WIB

Agar AC di Rumah Dingin Optimal, Ternyata Keahlian Installer Punya Peran Penting!

Agar AC di Rumah Dingin Optimal, Ternyata Keahlian Installer Punya Peran Penting!

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 10:23 WIB

Viral Sekelompok Pelajar Konvoi Pamer Sajam di Flyover Kalibata, Polisi Cek CCTV

Viral Sekelompok Pelajar Konvoi Pamer Sajam di Flyover Kalibata, Polisi Cek CCTV

News | Minggu, 20 September 2026 | 10:20 WIB

Sopir Truk Dikeroyok di Tol Pekanbaru-Dumai, Pelaku Ditangkap

Sopir Truk Dikeroyok di Tol Pekanbaru-Dumai, Pelaku Ditangkap

Riau | Minggu, 20 September 2026 | 10:16 WIB

Dede Indra Permana: Kasus Ipda Yayat Harus Diusut Tuntas, yang Terlibat Harus Diproses

Dede Indra Permana: Kasus Ipda Yayat Harus Diusut Tuntas, yang Terlibat Harus Diproses

News | Minggu, 20 September 2026 | 10:15 WIB

Berguru ke Surya Paloh, Timbalan PM Malaysia Pelajari Trik Gaet Pemilih Muda

Berguru ke Surya Paloh, Timbalan PM Malaysia Pelajari Trik Gaet Pemilih Muda

News | Minggu, 20 September 2026 | 10:10 WIB

Menyambut Musim Durian: 5 Olahan Manis dan Gurih agar Tidak Bosan dan Mubazir

Menyambut Musim Durian: 5 Olahan Manis dan Gurih agar Tidak Bosan dan Mubazir

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 10:08 WIB

Debit Air Menyusut, Waduk Saradan Disulap Jadi Lahan Padi

Debit Air Menyusut, Waduk Saradan Disulap Jadi Lahan Padi

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 10:00 WIB

Memahami Bencana Karhutla di Kawi-Butak: Saat Eksotisme Alam Berubah Jadi Tantangan Berbahaya

Memahami Bencana Karhutla di Kawi-Butak: Saat Eksotisme Alam Berubah Jadi Tantangan Berbahaya

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 09:50 WIB

×