Budi Santoso, Menerobos Dinding Tabu Pernikahan Anak di Kabupaten Asahan

Ade Indra Kusuma

Senin, 10 Desember 2018 | 09:00 WIB
Budi Santoso, Menerobos Dinding Tabu Pernikahan Anak di Kabupaten Asahan
Budi Santoso, Pendiri Forum Anak / Rumah Caper [Suara.com/Ade]

Suara.com - Beberapa waktu lalu Konsorsium SDG PIPE (Pemuda Indonesia Penggerak Perubahan) mengumumkan lima anak muda yang menjadi penerima penghargaan "Inovator Muda", salah satunya Budi Santoso.

Para penerima penghargaan, termasuk Budi Santoso berhasil menyisihkan 138 peserta inovasi Iainnya.

SDG PIPE adalah program yang diinisiasi oleh Go Global Indonesia bersama Campaign, PIRAC, dan Filantropi Indonesia dalam mendukung remaja Indonesia yang telah melakukan kegiatan sosial. 

Program ini ditujukan untuk Young Changemakers di Indonesia berusia 17-35 tahun dan memiliki kegiatan atau ide inovasi sosial berbasis non digital dan digital, yang telah dijalankan minimal 1 tahun dan maksimal 3 tahun.

Bicara soal penerima penghargaan, Budi Santoso yang juara di kategori Women and Youth Empowerment (Pemberdayaan Perempuan dan Pemuda), berbagi kisah dengan inovasi yang dibuatnya soal Forum anak dan Rumah Caper yang bergerak pada pemberdayaan anak perempuan untuk kesetaraan gender di Kabupaten Asahan yang ia dirikan sejak 2016.

"Awal kenapa saya membuat gerakan pemberdayaan anak perempuan untuk kesetaraan gender ini adalah ide yang ternyata saya lihat dari keluarga saya sendiri. Saudara saya menikah muda di usia 17 tahun saat itu, dan pernikahan muda memang sudah umum terjadi di desa saya di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara," ujar lelaki kelahiran Desa Danau Sijabut, 3 Mei 1999, membuka obrolan kepada Suara.com di Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Inilah yang menjadi alasan mengapa Budi Santoso tergerak untuk mengedukasi dan melakukan pemberdayaan perempuan terutama anak, agar tak menikah di usia dini. "Saya berpikir banyak anak dan remaja putri menjadi korban, karena menikah di usia dini, padahal mereka bisa  mengejar cita-citanya dulu sebelum memutuskan menikah," ujarnya.

Menurut Budi Santoso, bicara pemberdayaan anak perempuan untuk kesetaraan gender di desanya bak bicara hal yang tabu. Apalagi Budi Santoso dianggap anak ingusan yang baru lahir kemarin lalu ingin mengubah kebiasaan dan tradisi yang sudah mengakar di desa tempat tinggalnya.

Isu pernikahan anak, kata dia, tak hanya booming di kota tetapi juga di desa, termasuk di kampung halamannya. Budi Santoso mengungkapkan bahwa kebanyakan remaja putri di desanya memiliki perspektif dan pemahaman bahwa usia 17 tahun waktunya menikah.

baca juga

Pandangan inilah yang coba Budi Santoso ubah secara perlahan. Ia selalu mengatakan pada para remaja putri bahwa di usia muda dan produktif merupakan kesempatan mereka untuk meraih cita-cita misalnya bekerja sesuai keinginan sehingga bisa punya uang sendiri. Dengan edukasi tersebut diharapkan para remaja putri setelah lulus sekolah tidak langsung menikah.

"Edukasi tersebut selalu saya lakukan meski tidak mudah, karena di kampung saya, orang yang didengar itu orang kaya dan pemuka agama. Sementara saya umur belasan, ngomong masalah pernikahan dini, bisa dibayangin kan bagaimana para orangtua menganggap apa yang saya lakukan ini ya kayak angin lalu saja," bebernya.

Budi Santoso mengawali perjuangannya dengan mendatangi beberapa SD di sekitar desa. Ia mengaku resep untuk yakin menjalankan gerakan edukasi ini hanyalah soal komunikasi.

Berbekal prestasi sebuah acara di Jakarta yakni "Sehari Jadi Menteri", dan pernah Juara 1 News Anchor, Mahasiswa semester 3 UIN Syarif Hidayatullah ini akhirnya meyakinkan dirinya kalau ia bisa melakukan edukasi untuk menekan angka pernikahan dini di kampungnya.

"Untung ya Mas saya ini merasa bisa berkomunikasi dengan baik, pintar ngomong gitu. Itu tuh benar-benar pengaruh banget bagaimana apa yang saya ucapkan itu pertama paling tidak disimak saja dulu, ketika saya bicara ke kepala sekolah izin edukasi, itu juga menantang Mas. Saya ditanya, Anda siapa, dari mana, maksudnya apa, lalu tiba-tiba diizinkan bicara depan kelas, saya seperti oke ini awal yang menentukan," terangnya panjang lebar.

Setelah berkeliling edukasi, dan mendirikan Forum Anak yang kini menjadi Rumah Caper, banyak remaja dan orangtua mulai melek soal pemberdayaan anak perempuan untuk kesetaraan gender.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Berikut 5 Mahasiswa Politeknik Terpilih di Kompetisi #CiptaKepastian

Berikut 5 Mahasiswa Politeknik Terpilih di Kompetisi #CiptaKepastian

Lifestyle | Rabu, 05 Desember 2018 | 14:37 WIB

SDG PIPE Temukan 5 Pemuda Penerima Penghargaan Inovator Muda Indonesia

SDG PIPE Temukan 5 Pemuda Penerima Penghargaan Inovator Muda Indonesia

Lifestyle | Rabu, 05 Desember 2018 | 14:17 WIB

Putri Habibie, Cucu BJ Habibie yang Jadi Guru Masak Selebriti

Putri Habibie, Cucu BJ Habibie yang Jadi Guru Masak Selebriti

Lifestyle | Senin, 03 Desember 2018 | 09:00 WIB

Terkini

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

×