Lewat Foto, Pasangan Ini Kampanyekan Pernikahan Sejenis di Jepang

M. Reza Sulaiman, Dinda Rachmawati

Senin, 14 Januari 2019 | 01:00 WIB
Lewat Foto, Pasangan Ini Kampanyekan Pernikahan Sejenis di Jepang
Kampanye unik untuk legalisasi pernikahan sesama jenis di Jepang. (Shutterstock)

Suara.com - Pasangan lesbian asal Jepang, Misato Kawasaki dan Mayu Otaki, berharap bisa menikah suatu saat nanti. Namun sayangnya, pernikahan sesama jenis tidak diakui secara legal di Jepang.

Itu berarti, Mayu tak bisa melamar sang kekasih dan meresmikan hubungan mereka. Namun, dua mahasiswa Universitas Utsunomiya yang masih berusia 20 tahunan ini memiliki cara unik dalam memprotes kurangnya kesetaraan pernikahan di negara mereka.

Pasangan ini melakukan perjalanan ke 26 negara di mana pernikahan sesama jenis sah dilakukan. Mereka melakukan penggalangan dana untuk perjalanan enam bulan mereka dan mendokumentasikannya di seluruh media sosial mereka. Gunanya, untuk menyoroti masalah yang dihadapi oleh pasangan sesama jenis.

Di setiap negara yang mereka kunjungi di mana pernikahan sesama jenis sah untuk dilakukan, mereka berpose bersama ala foto pre wedding, lalu membagikannya secara online.

"Ini (dilakukan) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kelompok LGBT. Bagi saya, saya merasa bahwa orang yang tinggal di Jepang tampaknya tidak tertarik dengan topik LGBT, " ujar Mayu, dilansir Metro.

"Ketika saya berpikir bagaimana menyelesaikan situasi ini, saya ingin orang-orang tertarik dengan hal ini dengan cara yang menyenangkan. Jadi kami memutuskan untuk berpakaian, mengambil foto dan mengunggahnya di Instagram," lanjut dia.

Alasan lainnya, kata Mayu adalah untuk menunjukkan kepada semua orang bahwa minoritas seksual ada di mana-mana. Melalui kampanye ini, dirinya ingin menghibur banyak orang dan memberi tahu mereka bahwa tidak ada yang perlu dipermalukan.

Mayu menjelaskan bahwa pernikahan sesama jenis adalah ilegal di Jepang tetapi ada 'sertifikat kemitraan' yang dimiliki oleh pasangan sesama jenis di 10 kabupaten. Sayangnya, sertifikat tersebit tidak tersedia di Ibaraki dan Tochigi, tempat mereka tinggal.

Ilustrasi pernikahan sesama jenis (Shutterstock)
Ilustrasi pernikahan sesama jenis (Shutterstock)

Sejauh ini, mereka telah melakukan perjalanan ke 16 negara Eropa di mana 29 dari 50 negara mengakui hubungan sesama jenis. Mereka pergi ke enam negara di Amerika, Taiwan di Asia serta Australia dan Selandia Baru.

baca juga

"Saya ingin tahu perbedaan antara Jepang dan negara-negara di mana pernikahan sesama jenis adalah sah, misalnya, perlakuan terhadap minoritas seksual atau minoritas lainnya. Juga, saya ingin merasakan suasana di luar sana. Jadi saya ingin berbicara dengan banyak orang di 26 negara," ujarnya lagi.

Mereka berharap, saat mereka kembali dari perjalanan mereka, hukum pernikahan sesama jenis di Jepang bisa berubah. Jika hal tersebut terjadi, Mayu dan Misato berencana membuka perusahaan pernikahan mereka sendiri.

Di halaman crowdfunding mereka, mereka telah menetapkan target satu juta yen Jepang untuk membantu mensubsidi perjalanan mereka. Sejauh ini, mereka telah mengumpulkan 372.710 yen atau sekitar Rp 48,4 juta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Unik, Mesin Penjual Otomatis Ini Jual Serangga untuk Ngemil!

Unik, Mesin Penjual Otomatis Ini Jual Serangga untuk Ngemil!

Lifestyle | Minggu, 13 Januari 2019 | 18:44 WIB

Aksi Lucu Rombongan Monyet Saat Menerjang Salju Ini Jadi Sorotan

Aksi Lucu Rombongan Monyet Saat Menerjang Salju Ini Jadi Sorotan

Lifestyle | Sabtu, 12 Januari 2019 | 15:44 WIB

Tren Foto Prewedding 2019, Ide Pengantin Semakin Kreatif

Tren Foto Prewedding 2019, Ide Pengantin Semakin Kreatif

Lifestyle | Sabtu, 12 Januari 2019 | 16:00 WIB

Cari Suvenir Pernikahan? Coba Item Ini, Paling Favorit Lho!

Cari Suvenir Pernikahan? Coba Item Ini, Paling Favorit Lho!

Lifestyle | Jum'at, 11 Januari 2019 | 22:00 WIB

Mau Gelar Pesta Pernikahan, Bicara Budget atau Dekorasi Impian Dulu?

Mau Gelar Pesta Pernikahan, Bicara Budget atau Dekorasi Impian Dulu?

Lifestyle | Jum'at, 11 Januari 2019 | 21:00 WIB

Terkini

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Jatim | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:18 WIB

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:16 WIB

3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna

3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Persib Bandung Resmi Melepas Dion Markx ke Persita Tangerang demi Menit Bermain

Persib Bandung Resmi Melepas Dion Markx ke Persita Tangerang demi Menit Bermain

Bola | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Penyekatan Demonstrasi dan Nyawa Warga: Pejompongan Jangan Jadi 'Zona Berbahaya'

Penyekatan Demonstrasi dan Nyawa Warga: Pejompongan Jangan Jadi 'Zona Berbahaya'

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi

Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:51 WIB

Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Pertajam Ekosistem Klaster Usaha di Merauke

Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Pertajam Ekosistem Klaster Usaha di Merauke

Bri | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:43 WIB

×