Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi

Vania Rossa, Lilis Varwati

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:51 WIB
Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi
Pengungsi korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym]
baca 10 detik
  • BNPB menetapkan aktivitas belajar di wilayah terdampak gempa NTT akan kembali dimulai pada Senin, 31 Agustus 2026.
  • Metode pembelajaran disesuaikan dengan kondisi bangunan sekolah, di mana sekolah rusak menerapkan sistem jarak jauh sedangkan sekolah layak menggelar tatap muka.
  • Gempa magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 tersebut telah merusak 502 sekolah dan berdampak pada 177.678 siswa di Flores.

Suara.com - Aktivitas belajar di wilayah terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) akan kembali dimulai pada Senin (31/8/2026). Namun, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan proses belajar tidak serta-merta dilakukan dengan metode yang sama di seluruh sekolah.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan metode pembelajaran akan menyesuaikan kondisi masing-masing sekolah setelah gempa.

“Proses belajar akan dimulai besok hari. Dari ini kami akan sampaikan proses belajar ini ada beberapa metode tentunya. Ada tentu yang sekolah yang rusak, ini bisa jarak jauh. Tapi ketika sekolahnya sudah masih bagus dan layak untuk digunakan, tentu ini akan digunakan secara kelas atau pertemuan biasa,” kata Berton dalam konferensi pers virtual, Minggu (30/8/2026).

Artinya, sekolah yang bangunannya belum aman tidak akan dipaksakan kembali menggelar pembelajaran tatap muka. Sebaliknya, sekolah yang dinilai masih layak dapat digunakan untuk kegiatan belajar secara langsung.

Gempa bumi M7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026) dan berdampak cukup besar terhadap sektor pendidikan. BNPB sebelumnya mencatat 1.378 satuan pendidikan terdampak di wilayah Flores, dengan 502 sekolah mengalami kerusakan berat. Dampaknya juga dirasakan oleh 177.678 siswa serta 21.166 guru dan tenaga kependidikan.

Pada fase awal penanganan, kegiatan belajar di sejumlah sekolah harus dihentikan demi keselamatan. Data BNPB yang dirilis sebelumnya mencatat 923 sekolah meliburkan kegiatan sementara, 171 sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh, 35 sekolah menggunakan ruang darurat, dan 30 sekolah masih dapat melakukan pembelajaran tatap muka.

Kondisi tersebut terjadi karena kerusakan bangunan sekolah sekaligus ancaman gempa susulan. BNPB sebelumnya menyebut pembelajaran dari rumah maupun tempat pengungsian dilakukan untuk menghindari bangunan yang berpotensi roboh dan membahayakan siswa serta guru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Pertajam Ekosistem Klaster Usaha di Merauke

Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Pertajam Ekosistem Klaster Usaha di Merauke

Bri | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Polri Gandeng Garda Satya NKRI Jaga Kamtibmas dan Ketahanan Masyarakat

Polri Gandeng Garda Satya NKRI Jaga Kamtibmas dan Ketahanan Masyarakat

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Menunggu Desember: Apa yang Masih Mengganjal dari RUU Perampasan Aset?

Menunggu Desember: Apa yang Masih Mengganjal dari RUU Perampasan Aset?

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Terkini

5 Urutan Skincare Hada Labo Anti Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Kulit Kencang dan Lembap

5 Urutan Skincare Hada Labo Anti Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Kulit Kencang dan Lembap

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:12 WIB

Viral Imam Mahdi di Bangkalan, Tawarkan Tiket Surga Hingga Top Up Nyawa Agar Panjang Umur

Viral Imam Mahdi di Bangkalan, Tawarkan Tiket Surga Hingga Top Up Nyawa Agar Panjang Umur

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Wakil Ketua MK Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Mematikan Kemampuan Berpikir Kritis

Wakil Ketua MK Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Mematikan Kemampuan Berpikir Kritis

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Apakah Karyawan Swasta Bisa Dapat BSU 2026? Cek Aturan Permenaker Terbaru

Apakah Karyawan Swasta Bisa Dapat BSU 2026? Cek Aturan Permenaker Terbaru

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:09 WIB

BAIC Perluas Pasar Indonesia Timur Lewat Ajang GIIAS Makassar 2026

BAIC Perluas Pasar Indonesia Timur Lewat Ajang GIIAS Makassar 2026

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:04 WIB

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo, Refly Harun Siapkan Strategi

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo, Refly Harun Siapkan Strategi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Perbedaan Ovale Micellar Water Biru vs Pink, Mana yang Cocok untuk Kulit Kusam?

Perbedaan Ovale Micellar Water Biru vs Pink, Mana yang Cocok untuk Kulit Kusam?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Di Balik Tren Stop the Wedding: Bukan Takut Nikah, Tapi Makin Sadar Risiko

Di Balik Tren Stop the Wedding: Bukan Takut Nikah, Tapi Makin Sadar Risiko

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Garut Siapkan Pelatihan 500 Calon Pekerja Migran, Target Berangkat Februari 2027

Garut Siapkan Pelatihan 500 Calon Pekerja Migran, Target Berangkat Februari 2027

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Jelang Musim Tanam, Produksi Petrokimia Capai 6,59 Juta Ton hingga September

Jelang Musim Tanam, Produksi Petrokimia Capai 6,59 Juta Ton hingga September

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:55 WIB

×