-
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menutup Muktamar Ke-35 NU di Jombang pada Senin pagi.
-
Panitia mengimbau seluruh jemaah dan peserta untuk hadir lebih awal di lokasi acara.
-
Silang pendapat antarpeserta muktamar telah diselesaikan secara damai melalui musyawarah para ulama.
Suara.com - Kepastian agenda penutupan Muktamar NU Ke-35 makin jelas usai Presiden Prabowo Subianto dikonfirmasi siap hadir di Jombang, Senin besok. Kehadiran Kepala Negara ini menjadi puncak dari seluruh rangkaian permusyawaratan tertinggi warga Nahdliyin tersebut.
Rombongan peserta dan jemaah disarankan tiba di lokasi seremoni sejak pagi hari guna mengantisipasi penumpukan massa. Panitia telah menyiapkan skema penataan arus kedatangan agar prosesi berjalan tertib dan tepat waktu.
"Insyaallah besok jika tidak ada halangan Muktamar akan ditutup langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada pukul 09.00 pagi," kata Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Jombang, Minggu malam.
Rangkaian forum tertinggi NU ini mencatatkan momen langka dalam sejarah organisasi karena dipimpin langsung oleh Presiden dari pembukaan hingga penutupan. Kehadiran jajaran pejabat tinggi negara mempertegas hubungan strategis antara pemerintah dan kalangan ulama.
Pihak panitia telah menerima kepastian jadwal keberangkatan Presiden menuju arena utama di Kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Komunikasi intensif terus dilakukan dengan pihak protokoler kepresidenan untuk memastikan kelancaran acara.
"Untuk Bapak Presiden Prabowo Subianto, insyaallah terkonfirmasi hadir, karena tadi Mas Teddy (Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya) sudah memberikan informasi lewat WhatsApp bahwa Presiden mengusahakan sebelum pukul 10.00 WIB sudah penutupan karena Presiden ingin hadir," ujar Gus Rozaq.
Gedung Serbaguna KH Hasbullah Said ditunjuk sebagai pusat penataan lokasi penutupan perhelatan nasional tersebut. Seluruh sarana penunjang telah disiagakan untuk menampung para kiai dan ribuan peserta dari berbagai daerah.
"Bapak Presiden sendiri sangat terkesan dengan sambutan para muktamirin yang jumlahnya puluhan ribu saat pembukaan kemarin, dan betul-betul sangat tertib, begitu hormat kepada Bapak Presiden," katanya.
Dinamika persidangan yang sempat memanas di arena muktamar dipastikan sudah kembali sejuk. Permasalahan interupsi serta silang pendapat di antara peserta berhasil diselesaikan melalui mekanisme internal organisasi.
Para ulama sepakat mengedepankan budaya tabayyun dan kekeluargaan dalam menyelesaikan tiap perbedaan pandangan. Langkah musyawarah mufakat ini membuat tensi forum kembali kondusif menjelang penutupan.
"Kalau tadi itu terjadi sedikit protes, itu sudah bisa diselesaikan dan sudah dilakukan musyawarah bersama-sama antara ulama, para kiai, tadi Rais Aam, ketua umum, dan juga ada gus-gus semua bermusyawarah dengan baik," ujarnya.
Muktamar Ke-35 NU telah bergulir sejak Kamis (27/8) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Forum permusyawaratan ini menjadi agenda penting untuk menentukan arah kebijakan serta kepemimpinan NU dalam periode berikutnya.
Pembukaan acara pada Kamis lalu juga dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih. Antusiasme puluhan ribu muktamirin yang hadir secara tertib menjadi catatan penting dalam perjalanan sejarah Muktamar NU kali ini.