Arti di Balik Nama Pasar Klewer, Sentra Tekstil di Solo

Dany Garjito
Arti di Balik Nama Pasar Klewer, Sentra Tekstil di Solo
Presiden Jokowi meresmikan revitalisasi Pasar Klewer yang telah selesai, di Solo, Jawa Tengah. [Foto Laily Rachev - Biro Pers Setpres]

Unik dan menggelitik.

Suara.com - Bagi Anda yang sedang liburan di Solo dan ingin berburu batik, Pasar Klewer tentunya bakal menjadi tempat pertama yang muncul di pikiran.

Dibangun sejak tahun 1942, Pasar Klewer merupakan yang terbesar di Solo dan menjual aneka macam motif batik.

Selain menjadi sentra batik yang terkenal, Pasar Klewer juga populer sebagai tempat tujuan wisata sekaligus ikon kota Solo.

Namun, tahukah Anda jika Pasar Klewer dahulu digunakan sebagai tempat parkir kereta?

Pasar Klewer (Google Maps)
Pasar Klewer (Google Maps)

Pasar Klewer dulunya digunakan sebagai tempat pemberhentian kereta api sehingga kawasan tersebut dikenal dengan nama Slompretan.

Nama Slompretan berasal dari kata ''slompret'' atau terompet yang sering terdengar saat kereta api akan berangkat.

BACA JUGA: Pasar Papringan, Pasar Tradisional Unik yang Semuanya Serba Bambu

Nah, karena digunakan sebagai tempat parkir kereta api itulah, para pedagang di kawasan Pasar Slompretan ini lantas menawarkan barang dagangan berupa kain atau tekstil sambil keliling.

Mayoritas dari mereka meletakkan barang dagangan itu di pundak dan membiarkannya menjuntai ke bawah. Dalam bahasa Jawa, barang-barang dagangan yang menjuntai ke bawah ini disebut berkleweran.

Berbagai produk batik dijual di Pasar Klewer di lG Pasaraya Blok M hingga 2 November 2014 mendatang. (suara.com/Dinda Rachmawati)
Berbagai produk batik dijual di Pasar Klewer di lG Pasaraya Blok M hingga 2 November 2014 mendatang. (suara.com/Dinda Rachmawati)

Lama-kelamaan, kata klewer pun menjadi lebih dikenal ketimbang slompretan. Maka nama Pasar Slompretan pun berganti menjadi Pasar Klewer.

Pasar Klewer semakin berkembang dari tahun ke tahun, hingga bangunan bertingkat pun dibangun untuk menampung para pedagang.

BACA JUGA: 5 Kuliner Favorit Wisatawan dari Kota Kelahiran Joko Widodo

Tercatat, ada lebih dari 2.000 unit kios di bangunan Pasar Klewer ini. Berbeda dari zaman dulu, para pedagang pun kini tak lagi berjualan berkeliling dan membiarkan kain batik mereka berkleweran.

Kendati demikian, tak bisa disangkal bahwa nama Pasar Klewer sudah terlanjur menjadi akrab dan lekat di hati wisatawan, bukan?

Guideku.com/Amertiya Saraswati

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS