Bikin Sewot, Cerita Ibu Minta ASI Perempuan Lain untuk Anaknya

Vania Rossa, Risna Halidi

Kamis, 24 Januari 2019 | 07:45 WIB
Bikin Sewot, Cerita Ibu Minta ASI Perempuan Lain untuk Anaknya
Ilustrasi ASI perah. (Shutterstock)

Suara.com - Solidaritas para pejuang ASI memang tak ada duanya. Banyak perempuan menyusui dengan murah hati menawarkan ASI perah cadangan mereka untuk bayi yang membutuhkan dan menawarkannya melalui media sosial maupun situs web.

Namun, meskipun tindakan kebaikan itu bisa membawa kebahagiaan, beberapa hal juga bisa berakhir aneh.

Salah satunya diceritakan oleh perempuan anonim, sebut saja Dini, yang ia bagikan di laman media sosial, Imgur.

Dini bercerita, seorang perempuan meminta tolong untuk bisa mendapatkan ASI lebih yang ia miliki.

Dilansir dari laman Mirror, percakapan antara keduanya pun dimulai dengan sopan. Dalam tangkapan layar obrolan yang Dini bagikan, dapat dilihat bahwa Dini bersedia untuk memberikan ASI-nya. Dini juga bertanya berapa umur si kecil dan berapa banyak ASI yang dibutuhkan.

Ibu itu menjawab bahwa putranya hampir berusia dua tahun dan memiliki nafsu makan yang tinggi. Jadi, dia meminta semua ASI yang diproduksi Dini.

Dini, sebagai seorang ibu dari anak yang masih berusia enam minggu merasa heran. Tapi ia berusaha menjawab semuanya dengan tenang.

Dini menjelaskan bahwa ia hanya bisa memberi ASI sebanyak 60 ons.

"Aku bisa menyediakan sekitar 60 ons hari ini jika kamu bisa mengambilnya. Anakku baru berumur enam minggu, jadi aku menyimpan sebagian besar ASI untuk bayi seusianya atau bayi prematur yang membutuhkan di grup Facebook," jawab Dini.

baca juga

Namun si ibu tidak terkesan dengan jawaban Dini dan meminta lebih banyak lagi.

"Lol ... 60 ons? Dia makan hampir 20 ons dalam sehari. Itu hanya bertahan 3 hari. [Nama teman] bilang kamu menghasilkan ASI, jadi aku berharap kamu bisa memberi lebih banyak. Dia (anaknya) punya perut sensitif dan ASI adalah salah satu dari beberapa hal yang bisa dikonsumsi perut kecilnya. Dia juga seorang bayi prematur."

Dini berusaha tetap dingin kepala dengan memberi jawaban yang ramah. Dini memberi tahu ibu tersebut bahwa dirinya melihat banyak bayi prematur yang lebih laik menerima ASI.

Jawaban tersebut malah menambah bahan bakar amarah si ibu.

Ia mengirimkan pesan lain yang berbunyi: "Kenapa kamu tidak bisa memberikannya kepada aku? Mengapa harus bayi prematur? Putraku adalah bayi prematur dan dia adalah bayi yang membutuhkan."

Dini tetap teguh, ia mengingatkan si ibu bahwa putra si ibu sudah tidak lagi bayi dan sebenarnya sudah tidak membutuhkan ASI.

"Jangan tersinggung, tetapi anakmu adalah balita, bukan bayi yang membutuhkan ASI eksklusif. Aku sudah menawarkan apa yang dapat aku berikan."

Tahu jawaban Dini seperti itu, ia sadar bahwa dirinya tidak akan mendapatkan apa yang ia inginkan.

Percakapan berakhir dengan pesan berbunyi, "Apa pun yang kamu lakukan, simpan susu asammu. Mungkin (ASI) tercampur dengan minuman keras dan obat penghilang rasa sakit."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bayi Kembar yang Lahir Prematur Ini Berukuran Hampir Sama dengan iPhone

Bayi Kembar yang Lahir Prematur Ini Berukuran Hampir Sama dengan iPhone

Health | Rabu, 23 Januari 2019 | 12:59 WIB

Ini Manfaat Gerak Refleks Bayi Baru Lahir

Ini Manfaat Gerak Refleks Bayi Baru Lahir

Health | Rabu, 23 Januari 2019 | 09:55 WIB

Menyusui Anaknya yang Berusia 4 dan 7 Tahun, Seorang Wanita Dihujat

Menyusui Anaknya yang Berusia 4 dan 7 Tahun, Seorang Wanita Dihujat

Health | Rabu, 23 Januari 2019 | 07:52 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×