Profesi Insinyur Menurun di Era Milenial Bersaing dengan Pekerjaan Ini Lho

Silfa Humairah Utami, Dinda Rachmawati

Minggu, 14 April 2019 | 15:00 WIB
Profesi Insinyur Menurun di Era Milenial Bersaing dengan Pekerjaan Ini Lho
Ilustrasi profesi insinyur menurun di zaman milenial. (Shutterstock)

Suara.com - Profesi Insinyur Menurun di Era Milenial Bersaing dengan Pekerjaan Ini Lho.

Profesi insinyur merupakan salah satu profesi penting yang akan selalu dibutuhkan untuk membangun dan mengembangkan negara.

Sayangnya, di era milenial saat ini, minat terhadap profesi ini semakin berkurang. Banyak milenial yang lebih memilih profesi yang bergerak di bidang kreatif maupun digital.

Trisdewi Indraswati wakil rektor Bidang Penelitian dan Kemahasiswaan Institute Teknologi Indonesia (ITI) mengungkapkan ada beberapa alasan terkait hal ini.

"Sebenarnya bukan karena mereka tidak mau. Ada beberapa faktor, yang pertama ketidakmengertian bahwa ainsinyur diperlukan, kedua secara literasi masih sangat kurang. Dalam literasi keilmuan, lebih banyak pengetahuan populer yamg disebarkan," ungkap dia saat ditemui di ITI beberapa waktu lalu.

Inilah, lanjut dia yang membuat jumlah insinyur di Indonesia cukup minim. Padahal dilihat dari kebutuhan, sejatinya Indonesia harus memiliki 80 ribu insinyur setiap tahunnya. Sementara yang dihasilnya, kata dia belum setengahnya.

Untuk terus mengenalkan profesi insinyur pada generasi muda, khususnya milenial, ITI, kata Trisdewi terus mengenalkan sains dan menyelenggarakan percepatan sertifikasi profesi insinyur.

"Program percepatan keinsinyuran ini merupakan upaya kami untuk menelurkan insinyur-insinyur berkualitas. Jadi, setelah S1 lulus menjadi Sarjana Teknik, lalu mereka bekerja, terjun ke masyarakat, mereka bisa mengikuti sertifikasi insinyur ini," jelas dia.

Sertifikasi ini juga bekerjasama dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII), yang tidak hanya bisa diikuti oleh mahasiswa yang berkuliah di ITI tapi juga untuk lulusan teknik lainnya di seluruh Indonesia.

baca juga

Dengan adanya sertifikasi yang bisa diikuti, lanjut dia, lulusan yang dihasilkan selain memiliki sertifikat yang bermanfaat bagi kariernya, kemampuan dan 'nilai tambah' nya pun menjadi lebih tinggi di dunia kerja.

Diharapkan, kata Trisdewi melalui sertifikasi ini, insinyur di Indonesia bisa memiliki sensitifitas yang tinggi saat melihat masalah di masyarakat, peka, memiliki semangat yang tinggi, gigih dan berkarakter untuk membangun negara ini.

"Negeri yang maju adalah negeri yang punya insinyur bisa mengolah alam menjadi produk berharga. Kalau kita mau mengatasinya dengan pendidikan kita, menyadari bahwa dengan pengolahan, kita bisa menghasilkan sesuatu, kita memiliki nilai tambah yang jauh lebih besar dari orang asing," tutup dia.

Sensitifitas yang tinggi dibutuhkan untuk profesi insinyur di zaman milenial ini. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CoLiving Jadi Kebutuhan Kaum Milenial Indonesia

CoLiving Jadi Kebutuhan Kaum Milenial Indonesia

Bisnis | Selasa, 09 April 2019 | 16:59 WIB

Menperin Minta Insinyur Perkuat Daya Saing Industri Nasional

Menperin Minta Insinyur Perkuat Daya Saing Industri Nasional

Bisnis | Selasa, 11 Oktober 2016 | 18:53 WIB

Pembangunan Infrastruktur Perlu Didukung Insinyur Profesional

Pembangunan Infrastruktur Perlu Didukung Insinyur Profesional

Bisnis | Selasa, 11 Oktober 2016 | 17:25 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×