CoLiving Jadi Kebutuhan Kaum Milenial Indonesia

Iwan Supriyatna, Muslimin Trisyuliono

Selasa, 09 April 2019 | 16:59 WIB
CoLiving Jadi Kebutuhan Kaum Milenial Indonesia
Ilustrasi milenial. (Shutterstock)

Suara.com - Konsep ekonomi berbagi telah mengubah dan membongkar tatanan dunia. Mulai dari layanan transportasi, ruang kerja hingga hiburan online, telah mengubah gaya hidup masyarakat modern di era ini.

Konsep coliving atau berbagi ruang berekspresi semakin populer di kalangan milenial. Ada dua hal yang membuat konsep ini menjadi popular yakni keterjangkauan dan komunitas.

Milenial dengan dana yang terbatas dan ingin menabung akan sangat tertolong dengan konsep coliving. Konsep ini menawarkan solusi yang murah dan lebih terjangkau bagi milenial yang ingin memiliki hunian sendiri.

Keterasingan sosial akibat menjamurnya media sosial dan teknologi juga membuat hidup di komunitas besar dengan kamar tidur pribadi dan berbagi ruang bersama menjadi menarik.

"Coliving pada dasarnya adalah pandangan baru terhadap ide lama, yang dibayangkan oleh generasi milenial yang menghargai hal-hal seperti keterbukaan dan kolaborasi, jejaring sosial, dan ekonomi berbagi," kata Peony Tang, Direktur PT Setiawan Dwi Tunggal (SouthCity), Selasa (9/4/2019).

Banyak pengembang di negara maju seperti China, Hong Kong, dan Singapura memanfaatkan tren ini dengan membangun ruang coliving dengan kamar tidur dan kamar mandi pribadi kecil, tetapi ruang bersama yang besar dan fasilitas umum.

Konsep ini ternyata digemari dan menjadi tren hunian baru.

Laporan terbaru Jones Lang LaSalle (JLL) perusahaan riset dan manajemen properti global menyebutkan, cepatnya proses urbanisasi telah mengubah cara berhuni dan tempat tinggal manusia.

“Kami melihat makin intensifnya permintaan terhadap alternatif pilihan hunian yang terjangkau di seluruh kota-kota Asia Pasifik,” kata Rohit Hemnani, COO and Head of Alternatives Capital Markets JLL Asia Pacific.

baca juga

Populasi anak muda yang besar serta proses urbanisasi di Indonesia yang sangat cepat mendorong terjadinya pertumbuhan permintaan untuk model hunian seperti coliving ini.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk usia kerja atau di atas 15 tahun per Agustus 2018 sebanyak 194,7 juta jiwa.

Dari angka tersebut sebanyak 124 juta jiwa sudah bekerja atau mampu menyewa dan membeli hunian, sementara sejumlah 16,5 juta jiwa masih sekolah.

Jumlah ini jelas lebih banyak dari negara mana pun di Asia Tenggara. Karena itu, tak mengherankan jika proyek-proyek transportasi massal yang akan datang juga menjanjikan peluang bagi para pemilik property coliving.

Konsep coliving tak sekedar berbagi ruang dan fasilitas hidup. Dewasa ini, tren coliving juga meluas pengertiannya.

“Hunian coliving merupakan bentuk hunian modern di mana penghuninya bukan hanya berbagi ruang dan fasilitas, tetapi juga berbagi minat, keterampilan, sumber daya, nilai, dan impian mereka dengan orang-orang inspirasional lainnya,” ujar Peony Tang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Milenial Mau Beli Properti, Perhatikan Hal Ini Sebelum Tertipu

Milenial Mau Beli Properti, Perhatikan Hal Ini Sebelum Tertipu

Bisnis | Selasa, 02 April 2019 | 14:46 WIB

Pasangan Milenial Ingin Tekan Konsumsi Listrik, Ini Triknya

Pasangan Milenial Ingin Tekan Konsumsi Listrik, Ini Triknya

Press Release | Jum'at, 22 Maret 2019 | 19:30 WIB

Pentingnya Menyadarkan Milenial Tentang Spiritual Saving

Pentingnya Menyadarkan Milenial Tentang Spiritual Saving

Lifestyle | Sabtu, 23 Maret 2019 | 07:30 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×