ASI Booster Bisa Meningkatkan Produksi ASI, Benarkah?

Vania Rossa | Vessy Dwirika Frizona | Suara.com

Senin, 29 April 2019 | 12:54 WIB
ASI Booster Bisa Meningkatkan Produksi ASI, Benarkah?
Ilustrasi ASI. (Shutterstock)

Suara.com - Saat ini semakin banyak ibu yang menyadari tentang pentingnya memberikan ASI eksklusif untuk bayi. Oleh sebab itu, produksi ASI yang cukup amat dibutuhkan agar pemberian ASI lancar. Lantas, apa benar produk pelancar ASI atau ASI booster ini benar-benar ampuh untuk menambah jumlah produksi ASI?

Banyak cara ditempuh oleh seorang ibu agar dapat memberikan ASI eksklusif kepada buah hati tercinta. Mulai dari menyusui langsung, memompa ASI di berbagai kesempatan, hingga mengonsumsi produk pelancar ASI agar jumlahnya tetap terjaga dan mencukupi kebutuhan si kecil. Berangkat dari situ, semakin banyak pula produk pelancar ASI yang ditawarkan untuk mendukung ibu menjalankan tugas mulia ini.

Mengutip dari rilis Hellosehat, Senin (29/4/2019), produk pelancar ASI alias ASI booster adalah suplemen khusus ibu menyusui yang dipercaya mampu mempertahankan, bahkan menambah jumlah produksi ASI. Tak hanya itu, suplemen ini juga diyakini dapat membuat air susu ibu memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik.

Kini, banyak ASI booster yang dijual di pasaran dalam berbagai merek dan jenis. Jenis yang paling umum ditemui biasanya berupa suplemen atau minuman kemasan.

Biasanya, produk pelancar ASI yang dijual dilengkapi dengan bahan-bahan yang dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI. Beberapa kandungan yang paling umum ditemui biasanya, antara lain susu sapi, fenugreek, oat, dan bahan tambahan lain yang mengandung tinggi energi.

Buah-buahan juga kerap ditambahkan dalam campuran ASI booster untuk menambah rasa dan nutrisinya, misalnya saja stroberi, pisang, jeruk, dan kacang hijau.

Bahan tambahan bernutrisi tersebutlah yang kemudian membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu menyusui. Saat gizi ibu terpenuhi, maka produksi ASI pun dapat menjadi lebih lancar, lebih banyak, dan berkualitas.

Kendati demikian, beberapa orang juga ada yang lebih memilih memakai cara alami dibandingkan harus mengonsumsi suplemen. Biasanya, mengonsumsi makanan yang juga dapat meningkatkan produksi ASI, seperti alpukat, pepaya, bayam, daun katuk, susu sapi, telur, dan oat di luar makanan Anda sehari-hari.

Maka, tak perlu khawatir jika Anda memang tidak ingin menggunakan ASI booster, sebab produksi ASI biasanya sangat ditentukan oleh apa yang Anda makan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Busui, Ini Cara Merawat Payudara Agar Produksi ASI Banyak

Busui, Ini Cara Merawat Payudara Agar Produksi ASI Banyak

Lifestyle | Jum'at, 12 April 2019 | 13:08 WIB

Bolehkah Anak yang Susah Makan Diganti dengan Susu Formula?

Bolehkah Anak yang Susah Makan Diganti dengan Susu Formula?

Health | Senin, 11 Maret 2019 | 07:05 WIB

Menu MPASI Jangan Cuma Sayur-Buah, Ini Kata Pakar Nutrisi!

Menu MPASI Jangan Cuma Sayur-Buah, Ini Kata Pakar Nutrisi!

Health | Jum'at, 25 Januari 2019 | 18:30 WIB

Terkini

Kapan Lebaran Ketupat 2026? Ini Jadwal dan Makna Perayaannya

Kapan Lebaran Ketupat 2026? Ini Jadwal dan Makna Perayaannya

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:35 WIB

Tradisi Salam Tempel saat Lebaran: Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Tradisi Salam Tempel saat Lebaran: Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:16 WIB

Bank Buka Kapan Setelah Lebaran? Ini Jadwal Operasional BRI, BCA, hingga Mandiri

Bank Buka Kapan Setelah Lebaran? Ini Jadwal Operasional BRI, BCA, hingga Mandiri

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:05 WIB

Tips Menyimpan Kue Kering Sisa Lebaran agar Tetap Renyah dan Tidak Melempem

Tips Menyimpan Kue Kering Sisa Lebaran agar Tetap Renyah dan Tidak Melempem

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 16:00 WIB

7 Amalan Sunah di Bulan Syawal yang Dianjurkan dalam Islam, Jangan Terlewat!

7 Amalan Sunah di Bulan Syawal yang Dianjurkan dalam Islam, Jangan Terlewat!

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:54 WIB

5 Tempat Wisata di Jogja yang Tetap Buka saat Lebaran, Tiket Masuk Mulai Rp10 Ribuan

5 Tempat Wisata di Jogja yang Tetap Buka saat Lebaran, Tiket Masuk Mulai Rp10 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:35 WIB

Kapan Puncak Arus Balik Lebaran 2026? Ini Prediksi dan Tips Hindari Macet

Kapan Puncak Arus Balik Lebaran 2026? Ini Prediksi dan Tips Hindari Macet

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:17 WIB

Jadwal Operasional Transportasi Publik Selama Libur Lebaran 2026: Transjakarta, MRT, dan KRL

Jadwal Operasional Transportasi Publik Selama Libur Lebaran 2026: Transjakarta, MRT, dan KRL

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:15 WIB

Tips Menyimpan Opor Ayam Sisa Lebaran di Kulkas agar Tahan Lama dan Tetap Enak, Jangan Sampai Basi

Tips Menyimpan Opor Ayam Sisa Lebaran di Kulkas agar Tahan Lama dan Tetap Enak, Jangan Sampai Basi

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:00 WIB

Bolehkah Puasa Syawal 1 Hari Saja? Ini Penjelasan Lengkapnya Sesuai Sunnah

Bolehkah Puasa Syawal 1 Hari Saja? Ini Penjelasan Lengkapnya Sesuai Sunnah

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:35 WIB