Di Inggris, Wajib Tes Kesehatan Mental Sebelum Melakukan Botox dan Filler

Senin, 29 April 2019 | 13:50 WIB
Di Inggris, Wajib Tes Kesehatan Mental Sebelum Melakukan Botox dan Filler
Ilustrasi botox. (Shutterstock)

Suara.com - Klinik kosmetik di Inggris yang menawarkan tindakan botox dan filler diminta untuk memeriksa kondisi kesehatan mental pasien sebelum melakukan tindakan. Para staf klinik nantinya akan dilatih untuk mengenali gejala gangguan mental seperti body dysmorphic disorder (BDD), yang membuat orang terobsesi dengan penampilan mereka.

Disampaikan Profesor Stephen Powis, direktur medis nasional NHS Inggris, penampilan adalah hal penting bagi kaum muda. Itu sebabnya mereka mau melakukan apa saja untuk mendapat penampilan terbaiknya. Namun seringkali hal ini tidak disertai dengan kesadaran mental bahwa prosedur apapun bisa saja tak sesuai dengan ekspektasi mereka.

"Pada gilirannya hal ini membuat mereka cemas, malu, dan depresi. Itu sebabnya, semua perusahaan dan klinik kosmetik harus melakukan tanggung jawab untuk memberikan edukasi kesehatan mental bagi para pasiennya," ujar Prof Powis.

Kitty Wallace dari yayasan Body Dysmorphic Disorder, mengatakan bahwa prosedur kosmetik seperti Botox dapat membuat orang dalam bahaya dan dapat memiliki efek merusak kesehatan mental kaum muda. Seperti diketahui, orang dengan gangguan BDD cenderung beralih ke prosedur instan yang pada akhirnya tidak mengatasi atau membantu kondisi psikologis yang mendasarinya.

”BDD memengaruhi satu dari 50 orang, menyebabkan kesulitan yang signifikan dan memiliki dampak besar pada kualitas hidup. Sangat menyenangkan melihat NHS menetapkan aturan ini dengan mengambil tindakan untuk melindungi individu yang rentan," ujar Wallace seperti dikutip dari laman The Independent.

Beberapa pertanyaan yang mungkin akan diajukan pada orang yang menjalani tindakan botox dan filler antara lain adakah bagian tubuh yang mereka khawatirkan, serta seberapa besar kondisi tubuh ini membuat mereka cemas dan tidak percaya diri.

Jika tindakan yang mereka ingin lakukan didasari oleh gangguan kecemasan dan tidak percaya diri, maka staf klinik bisa mengarahkan pasien untuk mengunjungi dokter umum atau psikolog untuk mendapatkan dukungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI