Mengambil Cuti Ternyata Sangat Penting untuk Kesehatan Mental

Ade Indra Kusuma, Firsta Nodia

Rabu, 24 April 2019 | 13:55 WIB
Mengambil Cuti Ternyata Sangat Penting untuk Kesehatan Mental
Ilustrasi stres. (pinterest)

Suara.com - Mengambil Cuti Ternyata Sangat Penting untuk Kesehatan Mental

Menjadi pekerja keras sah-sah saja dilakukan asal diimbangi dengan waktu beristirahat yang cukup. Namun faktanya banyak orang yang bekerja siang malam bahkan di waktu libur sekalipun demi mengejar karir dan mengabaikan pentingnya mengambil libur.

Ya disampaikan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, Kementerian Kesehatan RI, dr. Fidiansjah, SpKJ, anggapan bahwa 'workaholic' atau gila kerja adalah sebuah prestasi yang salah kaprah.

Menurut dia, justru orang yang terlalu gila bekerja dapat membahayakan dirinya sendiri.

Di negara maju, dr Fidi mencontohkan, pekerja yang tidak mengambil cuti justru akan mendapatkan hukuman. Sebaliknya pekerja yang mengambil libur cuti justru diberi tunjangan.

"Karena cuti itu merupakan cara perusahaan memberi waktu bagi karyawan menikmati hasil jerih payahnya. Cuti kan artinya libur kerja jadi ya manfaatkan untuk istirahat, atau liburan.

Cuti adalah hak pekerja yang wajib diberikan perusahaan," ujar dr Fidi di sela-sela Kunjungan Lapangan Tematik di Rumah Berdaya, Bali, Rabu (24/4/2019).

Cuti, kata dr Fidi bisa membantu menjernihkan pikiran dan membuat tubuh menjadi lebih bugar sehingga pekerja bisa kembali produktif saat kembali masuk. Selain memberikan kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat, cuti kata dr Fidi juga bisa menjadi cara untuk mengalihkan delegasi pekerjaan ke rekan kerja lainnya.

"Dampak lain tidak ada pekerjaan yang hanya dikelola satu orang. Kalau nggak mau cuti maka akan macet sebuah siklus karena cuti adalah proses untuk pengalihan delegasi. Ketika kita cuti maka pekerjaan akan diberikan ke orang lain. Rekan kerja kita harus tahu bagaimana siklus bisa tetap berjalan meski kita cuti," imbuhnya.

baca juga

Dr Fidi mengatakan seseorang yang terlalu gila bekerja juga berisiko untuk mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis seperti bunuh diri. Itu sebabnya Ia mengimbau agar masyarakat menjalani hidup dengan seimbang dan mengetahui batas kemampuannya.

"Kalau workaholic kan pikirannya hanya terpusat di pekerjaan. Ketika stres bekerja dan dia nggak punya teman untuk merilis stres atau kehidupan lainnya di luar pekerjaan, maka bisa jadi dia mencari jalan keluar yang instan salah satunya dengan bunuh diri," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Redakan Stres dengan Satu Langkah Ini, Ampuh Banget!

Redakan Stres dengan Satu Langkah Ini, Ampuh Banget!

Health | Selasa, 23 April 2019 | 15:25 WIB

Fakta soal Delusi yang Perlu Kamu Tahu, dari Gejala hingga Pengobatannya

Fakta soal Delusi yang Perlu Kamu Tahu, dari Gejala hingga Pengobatannya

Health | Selasa, 23 April 2019 | 07:20 WIB

4 Aktor Tampan yang Punya Gangguan Kecemasan, Simak Pengakuan Mereka!

4 Aktor Tampan yang Punya Gangguan Kecemasan, Simak Pengakuan Mereka!

Health | Senin, 22 April 2019 | 06:40 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×