- Wisatawan modern kini lebih memprioritaskan fleksibilitas jadwal perjalanan akibat perubahan rencana yang terjadi secara dinamis.
- AirAsia Move meluncurkan fitur gratis biaya ganti jadwal penerbangan sebanyak satu kali bagi seluruh pengguna aplikasinya.
- Layanan tersebut bertujuan memberikan kendali lebih besar kepada wisatawan agar dapat menyesuaikan rencana perjalanan secara praktis.
Suara.com - Di era ketika agenda dapat berubah hanya dalam hitungan jam, cara orang merencanakan perjalanan pun ikut berubah. Jika dulu wisatawan cenderung fokus mencari tiket termurah, kini fleksibilitas menjadi pertimbangan yang sama pentingnya.
Mulai dari perubahan jadwal kerja, kondisi cuaca, hingga kebutuhan pribadi yang mendadak, semua membuat traveler modern semakin selektif memilih layanan perjalanan yang memberi ruang untuk menyesuaikan rencana.
Fenomena ini terlihat jelas dalam tren industri perjalanan beberapa tahun terakhir. Banyak wisatawan kini lebih nyaman menggunakan layanan yang memungkinkan perubahan jadwal, pembatalan yang lebih mudah, hingga pengelolaan perjalanan dalam satu platform.
Bagi sebagian orang, rasa aman karena bisa mengubah rencana tanpa biaya besar justru menjadi nilai tambah utama. Melihat perubahan perilaku tersebut, AirAsia Move menghadirkan fitur “Gratis Biaya Ganti Penerbangan Satu Kali” bagi pengguna yang memesan tiket penerbangan AirAsia melalui aplikasi Move maupun situs resmi AirAsia.
Fitur ini memungkinkan pengguna melakukan satu kali perubahan jadwal penerbangan tanpa dikenakan biaya pergantian, baik untuk perubahan tanggal maupun waktu keberangkatan. Pengguna tetap perlu membayar selisih tarif atau biaya tambahan lain yang berlaku sesuai ketentuan.
Head of Flights Move, Chan Kok Ding, mengatakan bahwa kebutuhan wisatawan saat ini memang bergerak ke arah pengalaman perjalanan yang lebih fleksibel.
“Di tengah lanskap perjalanan saat ini, ketika rencana dapat berubah dengan cepat dan para wisatawan mengharapkan kendali yang lebih besar atas perjalanan mereka, kami tetap berkomitmen menghadirkan fleksibilitas sekaligus keterjangkauan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa fitur tersebut diharapkan membantu pengguna menyesuaikan perjalanan dengan lebih praktis ketika situasi berubah sewaktu-waktu.
Perubahan perilaku wisatawan sebenarnya tidak lepas dari gaya hidup yang kini serba dinamis. Tren work from anywhere, meningkatnya perjalanan singkat, hingga kebiasaan berburu tiket promo membuat banyak orang memesan perjalanan jauh hari sebelum tanggal keberangkatan.
Di sisi lain, kondisi yang belum pasti membuat fleksibilitas menjadi kebutuhan baru. Karena itu, layanan tambahan seperti opsi pembatalan, perubahan jadwal, hingga pengaturan perjalanan digital semakin diminati.
Aplikasi ini sebelumnya juga menghadirkan add-on Easy Cancel yang memungkinkan pengguna membatalkan penerbangan hingga 48 jam sebelum keberangkatan dengan pengembalian dana hingga 80 persen sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Tak hanya soal tiket, pengalaman perjalanan yang praktis kini juga menjadi perhatian utama wisatawan. Mulai dari check-in online, pemantauan status penerbangan secara real time, hingga pembelian bagasi tambahan dan pemilihan kursi dalam satu aplikasi dinilai membantu perjalanan terasa lebih efisien.
Di tengah mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, fleksibilitas tampaknya bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan sudah menjadi bagian penting dari pengalaman bepergian modern.