Array

Begini Aturan Minum Teh Saat Sahur dan Buka Puasa

Kamis, 09 Mei 2019 | 11:59 WIB
Begini Aturan Minum Teh Saat Sahur dan Buka Puasa
Ilustrasi: Minum teh saat sahur dan buka puasa ada manfaatnya bagi kesehatan tubuh asalkan penyajiannya tepat. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Teh memang jadi minuman favorit banyak orang, dan seringkali menjadi pilihan minuman untuk berbagai kesempatan, termasuk saat puasa  Ramadan seperti saat ini dimana banyak disajikan saat sahur dan buka puasa.

Banyak orang memilih minum teh manis hangat saat sahur untuk menambah tenaga. Sedangkan teh manis dingin lebih dipilih untuk buka puasa karena lebih segar dan lebih mampu mengusir dahaga.

Namun tahukah Anda, dalam penyajian teh ini seringkali terjadi kekeliruan, sehingga tubuh tidak mendapatkan manfaat teh yang seharusnya bagi kesehatan. Memangnya, seperti apa aturan penyajian teh yang benar untuk sahur dan berbuka puasa?

Pakar nutrisi dr. Grace Judio-Kahl mengatakan bahwa ada dua manfaat yang bisa diperoleh dari minum teh saat berpuasa. Pertama dari teh itu sendiri dan yang kedua dari airnya. Airnya, sambung dia, untuk mengatasi dehidrasi dan tehnya memberikan aroma yang menyehatkan.

Lebih lanjut Grace Judio-Kahl mengatakan bahwa untuk sahur dan berbuka puasa, penyajian teh tentu berbeda, sebab kondisi tubuh juga berbeda.

“Kalau ada yang bilang minum teh saat sahur bikin cepat lapar, itu mitos. Masalahnya bukan dari teh, tetapi dari perutnya yang kosong karena mungkin tidak makan apa-apa atau salah komposisi asupan makanan,” ungkapnya kepada Suara.com belum lama ini di kawasan Tangerang.

Ia menyarankan minum teh saat sahur sebaiknya tidak pakai gula dan tidak dalam keadaan dingin atau pakai es.

“Untuk sahur, sebaiknya minum teh tidak pakai gula, sebab membuat kadar gula dalam darah meningkat. Alangkah baiknya dicampur dengan susu, atau yang kita kenal dengan milk tea. Teh susu cocok untuk sahur karena bisa tahan untuk setengah hari, karena krim di susu itu mengandung lemak. Selain itu ada proteinnya juga yang mengenyangkan,” jelasnya.

Baca Juga: Meski Segar Maksimal, Ini Dampak Buruk Es Teh Jika Dikonsumsi Berlebihan

Untuk berbuka puasa, Grace Judio-Kahl menyebut bahwa tubuh butuh tambahan energi, karena perut kosong selama seharian. Oleh karena itu penyajian teh boleh ditambahkan gula.

“Pada jam-jam terakhir puasa terjadi hipoglikemia atau kadar gula dalam darah menurun. Sehingga tubuh mengambil cadangan gula dari lemak, jadi lemak di tubuh berkurang. Sehingga saat berbuka boleh minum teh ditambahkan dengan gula,” sambungnya.

Selain itu, biasanya saat berbuka puasa, beberapa orang tidak bisa langsung makan besar. Jadi, kata Grace Judio-Kahl, secangkir teh ditambahkan gula cukup membantu meningkatkan kadar gula dalam darah dan tahan di tubuh.

“Jadi dengan minum teh manis saja saat berbuka puasa sudah cukup untuk tahan sampai satu jam ketika harus menunda makan besar,” paparnya tentang aturan minum teh saat sahur dan buka puasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI