Ridwan Kamil Pastikan Revitalisasi Wisata Jatiluhur Dimulai Tahun Ini

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari
Ridwan Kamil Pastikan Revitalisasi Wisata Jatiluhur Dimulai Tahun Ini
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengunjungi Waduk Jatiluhur. (Dok : Pemprov Jabar).

Hotel tersebut akan berdiri di atas pelampung besar, mengikuti kondisi permukaan air.

Suara.com - Saat meninjau sejumlah titik di Waduk Jatiluhur, Jawa Barat, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil memastikan bahwa objek wisata di Kabupaten Purwakarta ini akan direvitalisasi tahun ini. 

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil mengatakan, penataan Waduk Jatiluhur merupakan komitmen dalam mewujudkan Jabar sebagai provinsi pariwisata. Wajah Waduk Jatiluhur yang baru bisa diharapkan bisa menarik lebih banyak wisatawan dan menjadi objek wisata baru.

"Ke depan, Jatiluhur akan ramai dan penuh kegiatan positif. Jabar provinsi pariwisata, ini komitmen saya. Kita akan tata ulang dan penambahan wisata baru di beberapa titik," ujarnya, Jabar, Minggu (18/8/2019).

Ia mengatakan, keistimewaan rencana revitalisasi ini adalah pembangunan masjid terapung di tengah waduk yang didesain langsung olehnya. Wisatawan pun mendapat opsi baru untuk beribadah di tengah waduk, dengan lebih dulu menggunakan perahu.

"Orang kalau mau sembahyang ada dua pilihan, bisa di darat atau di air, menggunakan perahu dulu," tambah Emil.

Pun di kawasan Pamundingan, yang masih berada di area Waduk Jatiluhur, akan dibangun hotel dengan konsep terapung. Emil menjelaskan, hotel tersebut akan berdiri di atas pelampung besar mengikuti kondisi permukaan air yang sudah dijamin keamanannya.

"Hotel yang khas Jatiluhur  tidak berada di darat, tapi di air pakai pelampung. Pada saat permukaan air naik di sekitar Januari sampai Mei, dia (hotel) ikut naik. Pada saat air menyusut atau musim kemarau, juga ikut turun. Tidak ada masalah, (juga) dengan akses 20 menit dari area masuk," tutur Emil.

Selain itu, lapak pedagang juga akan dipindahkan ke kawasan yang lebih baik. Relokasi pedagang dipastikan tidak akan merugikan pedagang, melainkan bertujuan untuk meningkatkan penghasilan para pedagang.

Penataan Waduk Jatiluhur tahap satu, untuk sementara akan menggunakan lahan milik Perum Jasa Tirta (PJT) II. Saat ini, proyek penataan seluruh kawasan menjejak proses Detail Engineering Design (DED) dengan perkiraan anggaran sebesar Rp 20 hingga 30 miliar tiap titik.

Penataan kawasan juga telah disepakati bersama pihak pengelola Waduk Jatiluhur.

"Sementara tahap satu, kita pakai lahan PJT II. Dananya sudah disiapkan dan pembangunan dimulai tahun ini," kata Emil.

"Ini bagian dari pengembangan, sehingga semua akan mendapatkan kebaikan kawasan tertarta. Warga jadi pekerja dan beraktivitas ekonomi, kemudian PAD Purwakarta juga bisa meningkat," ujarnya mengakhiri.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS