Kolaborasi Koki dan Desainer Bangun Sekolah di Sumba Lewat Pelelangan Seni

M. Reza Sulaiman | Vessy Dwirika Frizona
Kolaborasi Koki dan Desainer Bangun Sekolah di Sumba Lewat Pelelangan Seni
Charity Dinner East meet West gabungkan tokoh kuliner dan fashion untuk gala amal. (Suara.com/Vessy Frizona)

Saat fashion dan kuliner bergabung demi gala amal pembangunan sekolah di Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Suara.com - Kolaborasi Koki dan Desainer Bangun Sekolah di Sumba Lewat Pelelangan Seni

Fashion dan kuliner adalah dua hal yang berbeda, tapi bukan berarti tak bisa dipersatukan untuk menghasilkan sesuatu berguna secara luas.

Mengusung tema “East Meets West”, koki ternama, perancang busana, pencinta kuliner dan seni, serta para dermawan bersatu dalam acara malam amal yang akan diadakan pada 4 September 2019.

Malam amal yang bertempat di Grand Hyatt Hotel Jakarta nanti akan bekerja sama dengan 6 koki ternama asal Indonesia, Perancis, Polandia, Korea dan Cina. Mereka adalah ekspertis kuliner Indonesia seperti William Wongso, Gilles Marx, Yvonne Yuen, Narae Hahn, Adam Szczechura, and Frans Sumeigo.

Zamri Mamat, General Manager Marketing Plaza Indonesia mengatakan, acara amal ini bertujuan menggalang dana bagi perbaikan sekolah-sekolah yang ada di Nusa Tenggara Timur bersama dengan Happy Hearts Indonesia untuk mengumpulkan donasi bernilai lebih dari 370 juta rupiah melalui penjualan tiket, sponsor dan pelelangan barang. Seluruh profit akan diperuntukkan bagi peningkatkan kualitas belajar anak-anak di Sumba, Nusa Tenggara Timur.

"Charity dinner ini akan dihadiri oleh 100 pencinta seni dan kuliner, dan menghadirkan penampilan spesial oleh Budi Haryono, Chappy Hakim, Deddy Kusuma, Robert Yonathan, dan Rudy Akili untuk memeriahkan acara ini," ucap Zamri Mamat saat konferensi pers yang dihadiri Suara.com, Senin (27/8/2019).

Selain itu untuk mendukung misi tersebut dalam memberikan harapan dan kesempatan bagi anak-anak yang hidup di daerah tertinggal, perancang busana Patrick Owen berkolaborasi dengan EmTe (Muhammad Taufiq) dalam melelang 2 karya seni mereka yang terinspirasi oleh kultur Papua.

“Saya percaya bahwa pencerahan pikiran merupakan hal yang sangat penting dan berarti. Saya bangga bisa terlibat bersama-sama dalam menciptakan perubahan bagi anak-anak ‘kita’.” kata Patrick.

Sylvia Beinwinkler, CEO dari Happy Hearts Indonesia menambahkan, ini merupakan malam yang menginspirasi untuk menyatukan seni, kuliner, dan mode untuk tujuan yang baik. Pihaknya berharap dapat membentuk jaringan yang lebih besar dan kuat dengan dasar berbagi semangat dan harapan.

"Dengan misi kami untuk memberikan anak Indonesia akses pendidikan yang lebih berkualitas, kami ikut serta mendukung Indonesia dalam memajukan sumber daya manusia mereka,” tambahnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS