5 Negara Terbaik di Dunia untuk Perempuan, Berminat Tinggal di Sini?

Dany Garjito, Amertiya Saraswati

Rabu, 28 Agustus 2019 | 07:20 WIB
5 Negara Terbaik di Dunia untuk Perempuan, Berminat Tinggal di Sini?
Ilustrasi perempuan. (Shutterstock)

Suara.com - Tidak semua negara di dunia memiliki cara yang sama dalam menanggapi isu kesetaraan gender dan hak-hak perempuan.

Di tahun 2018 silam, Denmark sempat meraih tempat pertama sebagai negara terbaik untuk dihuni perempuan.

Hal ini diketahui berdasarkan survei yang dilakukan US News and World Report. Dalam survei ini, ada 9.000 orang perempuan dari berbagai negara yang mengikuti survei untuk menentukan negara terbaik untuk ditinggali perempuan.

Dilansir dari laman Business Insider, ada 5 atribut yang dinilai yaitu hak asasi perempuan, kesetaraan gender, kesetaraan pendapatan, kemajuan, dan keamanan.

Yang mengejutkan, negara seperti Singapura dan Portugal ternyata malah mendapat peringkat ke 21 dan 20.

Di sisi lain, inilah 5 negara peringkat teratas yang cocok untuk ditinggali perempuan. Mana saja?

5. Belanda

Belanda (Pixabay/Rohan_Reddy)
Belanda (Pixabay/Rohan_Reddy)

Di urutan kelima, ada negara Belanda. Belanda dipilih karena berhasil menurunkan ketimpangan antargender dalam hal kesehatan, edukasi, ekonomi, dan politik.

Belanda juga mendapat nilai sempurna 10 dalam hal kesetaraan gender dan komitmen pada HAM.

baca juga

4. Norwegia

Norwegia (Pixabay/jd8727)
Norwegia (Pixabay/jd8727)

Salah satu alasan mengapa Norwegia cocok ditinggali perempuan adalah adanya kebijakan cuti hamil yang berlimpah.

Tidak heran, Norwegia kerap disebut-sebut sebagai salah satu negara yang paling memperhatikan kesetaraan gender.

Norwegia juga mendapat nilai tinggi di hak asasi manusia (9,9) dan kesetaraan gender (9,1).

3. Kanada

Kanada (Pixabay/StockSnap)
Kanada (Pixabay/StockSnap)

Kanada berhasil masuk ke daftar ini berkat kesuksesan mereka dalam mengelola perbedaan yang ada.

Kanada juga memiliki nilai yang tinggi untuk HAM yaitu 9,8 sementara nilai kesetaraan gender di sana adalah 9,1.

2. Denmark

Denmark (Pixabay/1966666)
Denmark (Pixabay/1966666)

Turun satu peringkat dari tahun sebelumnya, ada Denmark yang memiliki peringkat tinggi di hak asasi manusia (9,4).

Salah satu aspek yang mendukung hal ini adalah adanya kebijakan cuti bagi orangtua yang fleksibel serta sistem penitipan anak yang baik.

1. Swedia

Belanda (Pixabay/qimono)
Belanda (Pixabay/qimono)

Terakhir, ada Swedia yang kembali menduduki peringkat pertama setelah tahun sebelumnya duduk di peringkat kedua.

Swedia memiliki sikap yang progresif terhadap kesetaraan gender (9,6) serta mendukung hak asasi manusia (9.8).

Tidak hanya itu, 46% anggota parlemen di Swedia juga diduduki perempuan sementara 50% dari kabinet pemerintahan adalah perempuan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wirausaha Perempuan Didorong Tak Cuma Kejar Penjualan, Tapi Juga Profit

Wirausaha Perempuan Didorong Tak Cuma Kejar Penjualan, Tapi Juga Profit

Foto | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Perempuan Jadi Garda Terdepan Pelindung Alam dari Perampasan Lahan

Perempuan Jadi Garda Terdepan Pelindung Alam dari Perampasan Lahan

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:26 WIB

Solidaritas Perempuan Bakal Gugat UU Ciptaker: Picu Kekerasan dan Diskriminasi Gender

Solidaritas Perempuan Bakal Gugat UU Ciptaker: Picu Kekerasan dan Diskriminasi Gender

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Lawan Patriarki! 5 Novel Populer Ini Berisi tentang Kritik Feminisme

Lawan Patriarki! 5 Novel Populer Ini Berisi tentang Kritik Feminisme

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05 WIB

Novel Pengakuan Pariyem, Identitas Perempuan di Tengah Stratifikasi Sosial

Novel Pengakuan Pariyem, Identitas Perempuan di Tengah Stratifikasi Sosial

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:00 WIB

Bukan Rokok: Siasat Cerdas Rara Mendut Menjaga Harga Diri Perempuan

Bukan Rokok: Siasat Cerdas Rara Mendut Menjaga Harga Diri Perempuan

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:00 WIB

Pekerja Garmen Didominasi Perempuan, Kesadaran Risiko Kanker dan Deteksi Dini Perlu Diperkuat

Pekerja Garmen Didominasi Perempuan, Kesadaran Risiko Kanker dan Deteksi Dini Perlu Diperkuat

Health | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan

Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Membaca Patiwangi: Merenungi Suara Perempuan Bali Lewat Goresan Puisi Oka Rusmini

Membaca Patiwangi: Merenungi Suara Perempuan Bali Lewat Goresan Puisi Oka Rusmini

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:58 WIB

3 Karakter Hijab untuk Perempuan dengan Aktivitas yang Beragam

3 Karakter Hijab untuk Perempuan dengan Aktivitas yang Beragam

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:06 WIB

Terkini

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Entertainment | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:42 WIB

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:41 WIB

×