Dibuat dari Sayuran, Bisakah Daging Babi Menjadi Halal?

Vania Rossa

Minggu, 01 September 2019 | 08:16 WIB
Dibuat dari Sayuran, Bisakah Daging Babi Menjadi Halal?
Ilustrasi membuat daging babi dari sayuran. (Shutterstock)

Suara.com - Umat muslim diharamkan mengonsumsi daging babi. Tidak ada tawar-menawar tentang hal itu, sebagaimana telah disebutkan di dalam kitab suci. Tapi, bagaimana jika ada daging babi yang halal? Eits, jangan berprasangka buruk dulu. Yang dimaksud halal di sini, daging babi tersebut bukanlah daging babi asli, melainkan daging babi yang dibuat dari protein nabati, seperti halnya daging tiruan yang kerap dikonsumsi oleh para vegetarian.

Omnipork, imitasi namun bagai asli
Omnipork, daging babi nabati, telah diperkenalkan di China beberapa waktu lalu. Produk daging babi tiruan yang terbuat dari kedelai, kacang polong, jamur shiitake, dan protein beras ini diciptakan oleh tim peneliti di Amerika Utara dan diproduksi oleh sebuah pabrik di Thailand. Soal rasa, Omnipork juga mencoba meniru rasa, tekstur, dan warna daging babi asli.

Dilansir dari www.chinadailyhk.com, masyarakat Asia, sejak dulu memang dikenal sebagai penggemar daging, khususnya daging babi. Namun kini, kegemaran untuk tidak makan daging tampaknya telah meningkat di sini.

Sebelum Omnipork hadir, perusahaan pengganti daging yang berbasis di AS, Beyond Meat dan Impossible Foods, telah hadir lebih dulu dengan kesuksesan yang ditandai dengan angka penjualan yang fantastis. Ditambah dengan putaran pendanaan yang kuat, seakan menjadi pesan bahwa makanan alternatif berbasis tanaman atau nabati saat ini tengah menjadi tren nasional, atau bahkan tren dunia.

Daging nabati, bisnis yang menjanjikan
Impossible Foods, sebuah startup di Silicon Valley, juga tak mau ketinggalan. Perusahaan yang menawarkan produk burger dan sosis bebas daging sapi, dan berikutnya akan memproduksi produk daging babi dan daging ayam vegan, kini memperluas jejaknya ke Singapura pada Maret 2019 setelah memasuki Hong Kong dan Makau tahun lalu. Demikian kata Nick Halla, wakil presiden senior internasional di Impossible Foods.

Perusahaan tersebut baru saja mendapat pendanaan Seri E sebesar 300 juta dolar AS atau setara Rp 4,2 triliun, sehingga total pendanaan perusahaan menjadi 750 juta dolar AS atau Rp 10,6 triliun. Jumlah ini memberi gambaran sekilas tentang bagaimana produk daging alternatif saat ini telah mengambil alih industri makanan yang sesungguhnya.

Sejak diluncurkan di Singapura, penjualan Impossible Foods telah meningkat di Asia lebih dari empat kali lipat hanya dalam beberapa bulan, menunjukkan betapa besar keinginan benua itu pada produk daging nabati. "Produk perusahaan Impossible Meat saat ini tersedia di lebih dari 180 restoran di Hong Kong, Makao, dan lebih dari 80 di Singapura," demikian dikatakan Halla.

Berterima kasih pada teknologi
Pengganti daging nabati bertujuan untuk menyenangkan pecinta daging dan vegetarian dengan menciptakan kembali pengalaman makan daging asli tanpa harus mengorbankan keyakinan menjadi vegan.

Dan yang inovatif, produk daging nabati ini tak hadir hanya dalam bentuk asli daging yang bisa diolah dalam banyak cara, seperti dikukus atau digoreng, tetapi juga bisa dicampurkan ke dalam bakso atau siomay, demikian dikatakan David Yeung, yang memperkenalkan produk Omnipork.

baca juga

Demikian juga dengan Impossible Foods, menyebutkan bahwa produknya dapat diolah sebagai topping pizza, isian burger, campuran di pho Vietnam dan Bolognese Italia, tanpa mengubah rasa.

Penggunaan teknologi tinggi memang diperlukan untuk membuat produk daging nabati ini. Menurut Halla, ada 'bahan ajaib' berupa molekul yang mengandung zat besi yang disebut heme, yang ditemukan pada hewan dan tumbuhan, yang memberi rasa daging.

Teknologi telah berhasil memberi rasa 'daging' pada produk nabati, mulai dari rasa, warna, dan teksturnya. Bahkan, bisa membuatnya menjadi tampak lebih segar dari daging aslinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Isu Dendeng Babi, Pemerintah Aceh Lapor Polisi

Heboh Isu Dendeng Babi, Pemerintah Aceh Lapor Polisi

News | Jum'at, 16 Agustus 2019 | 05:36 WIB

Heboh Foto Jantung Penuh Kista Akibat Makan Daging Babi Belum Matang

Heboh Foto Jantung Penuh Kista Akibat Makan Daging Babi Belum Matang

Health | Selasa, 02 Juli 2019 | 15:05 WIB

CEK FAKTA: Bulan Ramadan, Ada Daging Babi dalam Kemasan Halal?

CEK FAKTA: Bulan Ramadan, Ada Daging Babi dalam Kemasan Halal?

News | Senin, 06 Mei 2019 | 15:01 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×