Belajar Ilmu Bahagia yang Hakiki Bersama Adjie Santosoputro

Senin, 02 September 2019 | 09:00 WIB
Belajar Ilmu Bahagia yang Hakiki Bersama Adjie Santosoputro
Adjie Santosoputro, Emotional Healing and Mindfulness Expert. (Suara.com/Vessy Frizona)

Suara.com - Membahas soal bahagia, semua orang memiliki definisi berbeda. Ada yang merasa bahagia jika kaya raya, punya pasangan sempurna, atau selalu berhasil menggapai impian yang ditargetkan. Benarkah itu bahagia?

Praktsi emotional healing and mindfulness Adjie Santosoputro mengatakan, belum tentu. Bahkan memiliki segala-galanya tidak menjamin seseorang hatinya bahagia. Bahagia adalah tentang mencintai diri sendiri.

"Kalau diliat dari sudut pandang kebanyakan orang, bahagia itu, kan, seperti memanjakan diri. Padahal itu bukan cara membahagiakan diri yang benar. Seharusnya mencintai diri sendiri adalah dengan peduli terhadap kesehatan fisik, terutama mental, agar hati bahagia. Paling tidak berupaya mengatasi stres, ketika level stres dirasa sudah hampir melampaui batas," ungkap Adjie Santosoputro berbincang dengan Suara.com belum lama ini di Jakarta.

Adjie Santosoputro dalam sesi Emotional Healing Bareng Adjie. (Instagram/@adjiesantosoputro)
Adjie Santosoputro dalam sesi Emotional Healing Bareng Adjie. (Instagram/@adjiesantosoputro)

Lulusan psikologoi Universitas Gajah Mada Yogyakarta ini menerangkan, ada dua cara untuk mengukur stres, pertama lewat bantuan pakar, psikolog atau psikiater. Kedua adalah sadar diri.

"Berkonsultasi dengan pakar tentang kesehatan mental. Apakah kita sudah menerima jalan hidup yang ada saat ini atau masih ingin mendapatkan bahagia sesuai standar kebanyakan orang. Sedangkan sadar diri adalah menyadari bahwa seperti inilah realita hidup sehingga tidak lagi muluk-muluk menginginkan sesuatu yang sulit dijangkau," ucapnya.

Adjie Santosoputro yang sempat diundang oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), ke istana presiden untuk mengajarkan ilmu bahagia kepada generasi muda ini kemudian berbagi cara menemukan hati yang bahagia secara batin, bukan lahiriah.

Adjie Santosoputro dalam sesi Emotional Healing Bareng Adjie. (Instagram/@adjiesantosoputro)
Adjie Santosoputro dalam sesi Emotional Healing Bareng Adjie. (Instagram/@adjiesantosoputro)

"Saya ini bukan motivator. Karena motivator bertugas mengajak orang untuk selalu bersemangat meraih impian yang dapat diukur secara lahiriah. Sedangkan saya mengajak orang belajar menerima. Bahwa ada hal-hal dalam hidup yang pada kenyataannya tidak bisa diraih. Saya mengajak orang belajar menerima keadaan. Ikhlas menerima realita. Saya berbagi ilmu sambil terus melatih diri menjadi orang yang ikhlas," sambungnya.

Untuk mendapatkan mental yang sehat, lanjutnya, seseorang harus bisa ikhlas. Hal-hal yang telah dipelajari oleh pria yang lulus cumlaude ini tentang mindfullness adalah tentang santai menikmati dinamika hidup tanpa harus tergesa-gesa ingin meraih sesuatu.

"Tidak usah terburu-buru meraih impian. Anda perlu sadar diri. Itulah yang menuntun kita menjadi pribadi ikhlas. Memahami bahwa hidup ini adalah perjalanan mengikhlaskan. Bukan mencapai target - target yang standarnya ditentukan oleh kebanyakan orang," jelasnya.

Baca Juga: Ajarkan Mindfulness, Reza Gunawan Ajak Masyarakat Sehat Sejak dalam Pikiran

Menurut Adjie, memaksakan diri meraih bahagia dengan cara memenuhi target sesuai standar kebanyakan orang hanya akan membuat diri sakit. Bukan saja secara mental, tetapi juga fisik.

"Pernah tidak, merasa semua jalan untuk menggapai sesuatu mentok karena terlalu banyak hambatan? Nah, meski itu bukan isyarat gagal, tapi itu adalah cara Tuhan memberi tahu kita untuk berhenti sejenak menikmati hidup yang ada di depan mata," terangnya lagi.

Seringakali, seseorang sadar dirinya harus berhenti ngotot bukan karena diberitahu orang, tetapi akibat keadaan yang membuatnya tidak menemukan jalan. Di situlah tandanya Anda haru menerima realita. Sadar diri bahwa diri ini terbatas.

"Apabila kita sudah menemukan itu, maka akan mudah menemukan kebahagiaan yang hakiki. Kita tidak perlu lagi stress karena merasa kesepian, hidup ini berat, lingkungan jahat, dan sebagainya. Jadi setiap orang akan sadar diri kalau sudah terbentur keadaan bahwa jalannya hanya sampai sini atau keliru. Tapi pelajaran hidup yang demikian tidak bisa dipaksa. Sejatinya hidup yang bahagia, bukan soal meraih namun juga soal mengikhlaskan," tutup Adjie.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI