Komunitas Bantu Guru Belajar Lagi Ajak Guru Merdeka Belajar

Ririn Indriani | Dinda Rachmawati | Suara.com

Sabtu, 07 September 2019 | 08:59 WIB
Komunitas Bantu Guru Belajar Lagi Ajak Guru Merdeka Belajar
Komunitas Bantu Guru Belajar Lagi tebarkan semangat untuk berinovasi. (Foto: Dok. BGBL)

Suara.com - Kepedulian atas kondisi pendidikan di Indonesia yang dinilai memiliki teknik pengajaran yang terlambat untuk berinovasi, tentunya mempengaruhi segala hal. Salah satunya adalah kurang maksimalnya guru dalam mencetak siswa-siswa berprestasi yang mampu bersaing dalam tingkat global.

Padahal, menurut Aziz Hasibuan, tim pelibatan publik Bantu Guru Belajar Lagi (BGBL) sangat banyak guru yang memiliki semangat berinovasi, namun memiliki tantangan dalam knowledge transfer.

"Karena selama ini yang kita tahu, pendidikan di Indonesia, mayoritas dapat digambarkan dengan suasana seperti ini, guru mengajar di depan kelas, murid mendengarkan dan mencatat. Perubahan konten pengajaran relatif pun lambat atau tidak berubah," jelas dia kepada Suara.com, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Aziz mengungkap, semangat para guru ini harus diwadahi dengan informasi mengenai pendekatan merdeka belajar atau yang dikenal dengan self-regulated learning.

Komunitas Bantu Guru Belajar Lagi, agent of change di dunia pendidikan. (Foto: Dok. BGBL)
Komunitas Bantu Guru Belajar Lagi, agent of change di dunia pendidikan. (Foto: Dok. BGBL)

Sebuah pendekatan untuk mengajak para guru bisa menemukan masalah di lingkungannya, menciptakan solusi mandiri, dan mengevaluasi solusi tersebut untuk perbaikan yang berkelanjutan.

Inilah yang membawa sekelompok orang yang peduli dengan pendidikan anak di Indonesia mendirikan Bantu Guru Belajar Lagi. Dengan adanya BGBL, kata dia, diharapkan komunitas guru di Indonesia bisa menerapkan pendekatan merdeka belajar.

Dalam komunitas ini, Bantu Guru Belajar Lagi membuka kesempatan bagi seluruh guru dan pendidik di Indonesia untuk saling berbagi pengalaman, materi ajar, dan berdiskusi produktif mengenai masalah yang dialami selama mengajar. Tujuan dari komunitas ini adalah membantu guru merdeka belajar.

Ada beberapa program dan kelas yang diberikan untuk para guru yang tertarik mengikutinya. Salah satunya ialah Kelas Pelatihan Gratis bagi guru. Saat ini, kata Aziz, sudah tersedia bagi guru-guru asal Kota Bekasi, Jawa Barat. Kelas ini mempertemukan guru dengan profesional di bidangnya masing-masing.

Komunitas Bantu Guru Belajar Lagi memotivasi para guru merdeka belajar dan berinovasi. (Foto: Dok. BGBL)
Komunitas Bantu Guru Belajar Lagi memotivasi para guru merdeka belajar dan berinovasi. (Foto: Dok. BGBL)

Melalui program ini, guru akan dapat terupdate dengan kebutuhan di dunia kerja, dan memahami perkembangan inovasi dan teknologi. Acara ini diadakan setiap bulan.

Setelah itu, mereka akan mengikuti Kelas Guru Penggerak, yang diperuntukkan bagi guru-guru yang tertarik menjadi penggerak komunitas untuk membangun komunitas guru belajar di daerahnya.

Dalam kelas ini, guru penggerak akan dibekali dengan cara memulai, mengelola, dan menggerakkan komunitas guru untuk dapat belajar bersama. Demi menjadikan guru di Indonesia merdeka belajar.

Komunitas Bantu Guru Belajar Lagi, agent of change di dunia pendidikan. (Foto: Dok. BGBL)
Komunitas Bantu Guru Belajar Lagi, agent of change di dunia pendidikan. (Foto: Dok. BGBL)

Acara ini diadakan setahun sekali, bila ingin bergabung, guru harus mendaftarkan diri lewat situs BGBL, mengirimkan surat motivasi, juga menunjukkan kesungguhannya untuk menjadi agent of change di dunia pendidikan.

Sat ini, kata Aziz, Bantu Guru Belajar Lagi menjalankan langsung komunitas guru belajar di Bekasi, Jawa Barat untuk dapat dijadikan rujukan. Hingga tahun ini, sudah terdapat kurang lebih 50 orang guru yang berperan sebagai agen perubahan untuk membantu guru-guru lain memahami pendekatan merdeka belajar.

"Jadi, setelah mereka mengikuti rangkaian kegiatan kami, goals-nya adalah kami bisa menciptakan Komunitas Guru Penggerak, perannya adalah memberi tahu pentingnya mengenai guru merdeka belajar itu," jelasnya.

Untuk mendapatkan update mengenai pendaftaran, ikuti terus instagram @bantugurubelajarlagi. Tertarik mengikutinya?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serunya Touring Kebersamaan dengan Bikers Kawasaki

Serunya Touring Kebersamaan dengan Bikers Kawasaki

Press Release | Minggu, 01 September 2019 | 20:26 WIB

Peduli Lingkungan, Hardcore Indonesia Gelar Aksi Go Clean dan Go Green

Peduli Lingkungan, Hardcore Indonesia Gelar Aksi Go Clean dan Go Green

Lifestyle | Selasa, 27 Agustus 2019 | 13:00 WIB

Mejeng dan Merakit Bareng ala Gundam Community Indonesia

Mejeng dan Merakit Bareng ala Gundam Community Indonesia

Lifestyle | Sabtu, 17 Agustus 2019 | 09:15 WIB

Terkini

WFH ASN Hemat BBM Setiap Hari Apa? Begini Aturan Resminya

WFH ASN Hemat BBM Setiap Hari Apa? Begini Aturan Resminya

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:08 WIB

7 Skincare Murah tapi Bagus dan Aman di Apotek, Ampuh Bikin Glowing Modal Rp30 Ribuan

7 Skincare Murah tapi Bagus dan Aman di Apotek, Ampuh Bikin Glowing Modal Rp30 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:01 WIB

Apakah Benar Anak Dibawah 16 Tahun Tidak Boleh Main Medsos? Ini Penjelasannya

Apakah Benar Anak Dibawah 16 Tahun Tidak Boleh Main Medsos? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:39 WIB

Tak Sekadar Tradisi, Wastra Indonesia Punya Potensi Jadi Produk Mewah di Fashion Global

Tak Sekadar Tradisi, Wastra Indonesia Punya Potensi Jadi Produk Mewah di Fashion Global

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:05 WIB

Daftar Tanggal Merah April 2026 Sesuai SKB 3 Menteri, Bersiap Sambut Long Weekend!

Daftar Tanggal Merah April 2026 Sesuai SKB 3 Menteri, Bersiap Sambut Long Weekend!

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:15 WIB

5 Contoh Surat Izin Tidak Sekolah Karena Sakit Formal Sesuai Format Resmi

5 Contoh Surat Izin Tidak Sekolah Karena Sakit Formal Sesuai Format Resmi

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:11 WIB

6 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Mendapat Rezeki Besar pada 29 Maret 2026

6 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Mendapat Rezeki Besar pada 29 Maret 2026

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:05 WIB

6 Rekomendasi Skin Tint Ringan dengan SPF, Hasil Natural dan Tahan Lama

6 Rekomendasi Skin Tint Ringan dengan SPF, Hasil Natural dan Tahan Lama

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 18:24 WIB

Promo Alfamart Terbaru 28 Maret-2 April 2026: Diskon Besar Popok Bayi dan Kebutuhan Rumah Tangga

Promo Alfamart Terbaru 28 Maret-2 April 2026: Diskon Besar Popok Bayi dan Kebutuhan Rumah Tangga

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:35 WIB

Gaya Effortless Nayeon TWICE di New York, Buktikan Sepatu Flats Juga Bisa Tampil Sleek

Gaya Effortless Nayeon TWICE di New York, Buktikan Sepatu Flats Juga Bisa Tampil Sleek

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:05 WIB