Hal ini tidak akan Anda temukan dalam perasaan obsesi. Vallerand menambahkan bahwa obsesi yang tidak sehat membuat Anda tidak terbuka dengan perkembangan hidup pasangan. Sulit bagi Anda untuk melihat bahwa pasangan seharusnya memiliki kehidupannya sendiri.
Tanda-tanda lain yang perlu Anda perhatikan adalah bagaimana Anda dan pasangan dapat tetap fokus dan saling mendukung kegiatan atau hobi masing-masing.
Apabila Anda merasa terlalu bergantung dengan pasangan sehingga pekerjaan atau hobi Anda terganggu, atau sebaliknya Anda membatasi kegiatan pasangan di luar hubungan pacaran, bisa jadi rasa cinta Anda telah berubah menjadi obsesi.
4. Cinta mementingkan kebutuhan berdua, obsesi hanya melihat kepentingan pribadi
Ketika Anda terobsesi, Anda mungkin tidak sadar bahwa segala hal yang Anda lakukan untuk pasangan dan hubungan ini hanyalah untuk memuaskan keinginan dan ego Anda semata.
Dalam obsesi, Anda cenderung melupakan aspek terpenting bahwa cinta seharusnya dilandaskan oleh rasa saling memahami dan menghargai kedua belah pihak.
Jika Anda merasa bahwa Anda kurang memahami apa yang sesungguhnya pasangan Anda butuhkan, saatnya Anda mengevaluasi apakah perasaan yang Anda miliki adalah cinta sejati atau obsesi belaka.
Apa yang Anda rasakan saat ini? Awas salah cara mencintai Anda dengan pasangan menjadi obsesi, mulailah mengambil space untuk tidak mengekang, egois dan gelisah setiap saat memikirkannya agar hubungan langgeng.