Ajak Balita, Pasangan Traveler Ini Coba Bertahan Hidup di Pulau Merak

Dany Garjito | Amertiya Saraswati
Ajak Balita, Pasangan Traveler Ini Coba Bertahan Hidup di Pulau Merak
Ilustrasi liburan. (Shutterstock)

Anak mereka yang baru berumur 2 tahun ikut diajak bertahan hidup di Indonesia.

Suara.com - Pasangan traveler Ed Stafford dan Laura Bingham merupakan petualang asal Inggris yang sudah memecahkan banyak rekor. Yang terbaru, mereka mengajak anak mereka yang berumur 2 tahun untuk tinggal di Indonesia.

Bukan sekadar liburan, Ed dan Laura mengajak anak mereka untuk bertahan hidup di pulau terpencil. Ketiganya pun memilih Pulau Merak untuk ditinggali selama sebulan.

Melansir dari laman Mirror, acara bertahan hidup itu sendiri merupakan bagian dari acara TV yang nantinya bertajuk "Man Woman Child Wild". Acara itu akan menampilkan ketiganya hidup di alam liar Pulau Merak.

Awalnya, aksi pasangan traveler ini tentu menuai kritik. Apalagi, anak laki-laki mereka yang bernama Ran baru berumur 2 tahun.

Meski begitu, keduanya percaya bahwa tinggal di Inggris juga memiliki bahaya yang sama banyaknya bagi anak-anak.

"Awalnya aku tidak tahu bagaimana cara melakukannya dan memastikan Ran tidak melakukan sesuatu yang berbahaya," ujar Ed. "Tapi kau akan segera sadar bahwa yang harus dilakukan hanyalah tetap menemaninya dan waspada."

"Ya, kau mungkin punya hal lain untuk dilakukan tapi kau harus selalu mengawasi anakmu."

Menurut mereka, bahaya selalu ada. Yang perlu dilakukan adalah bagaimana memitigasi bahaya dan sebisa mungkin mengurangi risiko.

"Kau tahu, jika kau benar-benar tidak beruntung kau bisa saja menjadi petani di Chiswick (Inggris)," tambahnya. "Kau juga bisa ditusuk saat berada di taman."

Sementara, Laura sendiri menyebutkan bahwa acara bertahan hidup ini dilakukan untuk menginspirasi agar orangtua mau mencoba mengambil risiko untuk anak-anak mereka.

Pasangan traveler ajak anak 2 tahun bertahan hidup di Indonesia (instagram.com/ed_stafford)
Pasangan traveler ajak anak 2 tahun bertahan hidup di Indonesia (instagram.com/ed_stafford)

Selama acara bertahan hidup tersebut, keluarga travelers ini juga hanya membawa beberapa pisau, pisang, dan pakaian.

Kemudian, mereka harus mencari area yang cukup aman untuk membangun rumah sementara, memancing ikan untuk makan, serta mencari air bersih. Mereka juga merekam kegiatan itu sendiri dan tidak ditemani oleh kameramen atau kru lainnya.

Laura dan Ed Stafford sendiri ternyata sempat bertengkar pada awalnya. Namun, mereka lantas menyadari bahwa ada banyak hal penting yang harus dilakukan dan mereka juga harus mengurus Ran.

Namun, pada akhirnya, mereka menemukan keuntungan dari tinggal di alam liar dan tidak memiliki akses pada teknologi modern.

"Ran berkembang pesat karena tidak banyak menghabiskan waktu di depan layar. Biasanya dia bersikap susah setelah terlalu lama berada di depan layar," jelas Ed.

"Tapi setelah dia menjauh dari semua itu, dia menjadi lebih ceria dan bahagia."

Ed, Laura, dan Ran sendiri kini sudah menyelesaikan petualangan mereka dan pulang ke Inggris. Meski menyukai petualangan ini, namun ketiganya mengaku tidak sabar untuk segera kembali dan tidak memperpanjang acara bertahan hidup tersebut.

"Kami sampai pada kesimpulan bahwa satu-satunya hal yang kami rindukan selama berada di pulau ini adalah komunitas masyarakat. Kami merasa kesepian sebagai keluarga," ujar Ed Stafford.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS