alexametrics

Yogyakarta Diguyur Hujan, 5 Minuman Hangat Tradisional Ini Bisa Jadi Teman

Dany Garjito | Amertiya Saraswati
Yogyakarta Diguyur Hujan, 5 Minuman Hangat Tradisional Ini Bisa Jadi Teman
Sejarah Wedang Ronde, minuman khas China yang terkenal di Indonesia. (Suara.com/Adam Iyasa)

Sejak Kamis malam (31/10/2019), tagar 'Alhamdulillah Jogja' merajai Twitter.

Suara.com - Setelah beberapa hari dilanda cuaca panas, kota Yogyakarta akhirnya diguyur hujan yang cukup lebat pada Kamis (31/10/2019) malam.

Turunnya hujan setelah cuaca panas selama sebulan terakhir ini pun disambut bahagia oleh warga. Tagar "Alhamdullilah Jogja" diketahui kembali menjadi trending topic.

Sebelumnya, Yogyakarta memang sempat diguyur hujan pada Senin (28/10/2019) malam. Kala itu, warganet juga mengucapkan syukur mereka lewat trending topic Twitter.

Menurut BMKG sendiri, Yogyakarta memang belum resmi memasuki musim hujan. Namun, musim hujan diperkirakan akan segera datang November ini.

Baca Juga: Hujan Guyur Yogyakarta, 'Alhamdulillah Jogja' Kuasai Twitter Lagi

Menyambut hujan yang mulai turun membasahi kota Yogyakarta, kali ini Suara.com menghadirkan daftar minuman hangat tradisional yang cocok dinikmati saat hujan tiba.

1. Wedang Jahe

Minuman Hangat Tradisional Untuk Musim Hujan (instagram.com/trio_rimba_raya30)
Minuman Hangat Tradisional Untuk Musim Hujan (instagram.com/trio_rimba_raya30)

Wedang jahe merupakan minuman yang mudah ditemukan sekaligus bahan dasar dari wedang-wedang tradisional lainnya. Wedang jahe sendiri terbuat dari bahan jahe dan gula merah saja. Meski begitu, minuman tradisional yang satu ini banyak digemari.

2. Wedang ronde

Minuman Hangat Tradisional Untuk Musim Hujan (instagram.com/kuliner_riaa)
Minuman Hangat Tradisional Untuk Musim Hujan (instagram.com/kuliner_riaa)

Masih menggunakan kuah sari jahe, ada wedang ronde yang nikmat disantap saat udara dingin.

Baca Juga: Rawan Hujan Ekstrem, Warga Yogyakarta Diminta Waspada

Wedang ronde biasanya terdiri dari bol-bola sagu yang berisi kacang, lengkap dengan taburan kacang sangrai hingga kolang-kaling.

3. Bir pletok

Minuman Hangat Tradisional Untuk Musim Hujan (instagram.com/dapur_undahola)
Minuman Hangat Tradisional Untuk Musim Hujan (instagram.com/dapur_undahola)

Bir pletok sebenarnya adalah minuman yang diciptakan sebagai pengganti alkohol di zaman kolonial Belanda. Layaknya bir, minuman ini juga memberikan rasa hangat.

Bir pletok dibuat dengan cara mencampur aneka ragam rempah seperti serai, kapulaga, cengkeh, kayu secang, dan daun pandan.

4. Wedang uwuh

Minuman Hangat Tradisional Untuk Musim Hujan (instagram.com/erwin3010)
Minuman Hangat Tradisional Untuk Musim Hujan (instagram.com/erwin3010)

Salah satu minuman khas Yogyakarta yang harus dijajal saat udara dingin adalah wedang uwuh. Wedang uwuh sendiri berarti "minuman sampah" yang mengacu pada tampilan minuman tersebut.

Wedang uwuh dibuat dengan campuran rempah dan daun kering yang diseduh dengan air panas. Mirip bir pletok, wedang uwuh juga memiliki warna kemerahan karena memakai kayu secang.

5. Kopi joss

Minuman Hangat Tradisional Untuk Musim Hujan (instagram.com/jogja_today)
Minuman Hangat Tradisional Untuk Musim Hujan (instagram.com/jogja_today)

Terakhir, ada minuman kopi yang cukup unik karena tidak diseduh dengan air panas saja. Alih-alih, kopi yang satu ini disajikan dengan sebongkah arang yang masih membara.

Karena penyajiannya yang unik tersebut, kopi jos juga memiliki rasa yang unik dan hangat saat diminum.

Komentar