Hampir Setahun Beroperasi, Love Scamming di Jogja Ditaksir Raup Puluhan Miliar Tiap Bulan

Rabu, 07 Januari 2026 | 14:58 WIB
Hampir Setahun Beroperasi, Love Scamming di Jogja Ditaksir Raup Puluhan Miliar Tiap Bulan
Ungkap kasus dugaan tindak pidana penipuan online ataupun love scamming di Mapolresta Yogyakarta, Rabu (7/1/2026). (Suara.com/Hiskia Andika)
Baca 10 detik
  • Polresta Yogyakarta mengungkap praktik *love scamming* lintas negara yang telah beroperasi hampir satu tahun di Sleman.
  • Aktivitas terorganisasi ini melibatkan 160 hingga 200 karyawan yang dibagi menjadi tiga sif kerja.
  • Polisi mengamankan 64 pekerja dan menetapkan enam orang, termasuk CEO, sebagai tersangka dalam kasus ini.

Suara.com - Polresta Yogyakarta mengungkap praktik love scamming lintas negara yang telah beroperasi hampir satu tahun dari wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Aktivitas tersebut dijalankan secara terorganisasi dengan sistem kerja bergiliran dan target keuntungan besar setiap bulannya.

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari patroli siber yang kemudian mengarah pada aktivitas mencurigakan.

Tepatnya di PT Altair Trans Service Cabang Yogyakarta, yang berlokasi di Jl. Gito Gati, Padukuhan Penen, Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kegiatan ini sudah berlangsung hampir satu tahun,” kata Adrian kepada awak media, Rabu (7/1/2026).

Disampaikan Adrian, dari hasil pemeriksaan kepolisian para karyawan bekerja dalam tiga sif. Setiap sif karyawan ditarget mengumpulkan 2 juta koin per bulan.

“Hitungan per 16 koin itu dibayar sebesar 5 dolar,” ucapnya.

Berdasarkan perhitungan kepolisian, nilai transaksi dari praktik tersebut tergolong sangat besar. Dalam satu sif saja, perputaran uang yang dihasilkan mencapai angka fantastis.

“Kalau dihitung secara kalkulasi, per sif itu dapat menghasilkan Rp10 miliar lebih. Sedangkan dalam pekerjaannya dibagi ke dalam tiga sif,” ungkapnya.

Baca Juga: Polisi Bongkar Praktik 'Love Scamming' di Sleman, Korban di Luar Negeri Dijebak Pakai Konten Porno

Adrian menjelaskan, total pegawai yang terlibat dalam operasional tersebut berkisar antara 160 hingga 200 orang.

Saat penggerebekan pada Senin (5/1/2026) lalu, polisi mendatangi lokasi pada sif pagi. Sebanyak 64 orang pekerja diamankan dan diperiksa lebih lanjut oleh polisi.

“Total pegawai 160–200 karena itu waktu penangkapan sif pagi,” ucapnya.

Hingga kini, polisi masih mendalami peran masing-masing karyawan. Puluhan orang masih berstatus saksi, sedangkan enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Para tersangka yakni laki-laki berinisial R (35) selaku CEO atau pemilik di Indonesia, perempuan berinisial H (33) selaku HRD, laki-laki berinisial P (28) selaku project manager, laki-laki berinisial V (28) dan G (22) selaku team leader, serta perempuan berinisial M (28) selaku project manager.

“Untuk puluhan orang, kami masih mendalami peran masing-masing. Saat ini statusnya masih saksi,” terangnya.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI