Mendaki Gunung di Indonesia Lebih Menantang, Memang Iya?

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 20 November 2019 | 13:52 WIB
Mendaki Gunung di Indonesia Lebih Menantang, Memang Iya?
Ilustrasi seorang lelaki mendaki gunung. [Shutterstock]

Suara.com - Indonesia punya sederet gunung untuk didaki, mulai dari gunung dengan medan yang mudah hingga menantang. Meski demikian, tak sedikit traveler Indonesia yang kerap penasaran dengan gunung di luar negeri, termasuk Pegunungan Himalaya di Nepal, tempat salah satu puncak tertinggi dunia, yaitu Everest.

Tapi, ada berbagai pendapat traveler yang sudah menjelajah ke sana, yang mengatakan bahwa gunung di Indonesia justru lebih menantang dilihat dari sisi rute tracking yang ditempuh. Kenapa?

Komika Dzawin Nur. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Komika Dzawin Nur. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Travel enthusiast, Dzawin Nur, yang baru saja turun dari rute pendakian Island Peak dengan ketinggian 6600 mdpl, membenarkan bahwa perjalanannya pada Oktober 2019 silam memang terbilang landai. Tapi, ia tidak setuju dengan ungkapan tidak menantang.

Landainya jalur pendakian, menurut Dzawin karena struktur jalannya yang sudah tersusun rapi, belum lagi untuk mencapai ke sana hampir setengah dari perjalanan masih melalui pemukiman penduduk.

"Itu iya (jalurnya landai), cuma gini, karena kita belum naik gunungnya, tracking kita lewat kampung, Teng Boche itu pemukiman tertinggi kelima di dunia. Sampai 4400 mdpl masih pemukiman, kita belum hiking tracking," ujar Dzawin kepada Suara.com beberapa waktu lalu di Jakarta.

Dzawin menjelaskan, untuk bisa disebut jalur pendakian, menurutnya setelah tidak ada lagi rumah penduduk. Jadi, saat masih ada rumah penduduk, maka para pendaki beristirahat tidak dengan membangun tenda seperti saat mendaki gunung di Indonesia. Para pendaki ini kebanyakan tidur di hotel atau hostel yang tersedia di sepanjang jalur.

"Arena tracking sudah tidak ada rumah dan tidak ada pemukiman. Cuma bedanya, di kita dari jalan utama sampai ke pintu tracking-nya, itu tidak sejauh di Everest track. Everest track bisa 4 sampai 5 hari jalan kakinya. Makanya, kenapa di Island Peak yang 6600 mdpl itu dibilang baby mountain, karena kita nge-camp di tendanya cuma 1 kali, sisanya 7 hari ke belakang nginep di hotel," terangnya.

Jadi, kata laki-laki kelahiran Bogor itu, tidak aneh jika banyak pendaki tidak membawa barang banyak, cukup membawa tas day pack saja, seukuran 40 literan.

baca juga

"Karena jalanannya rapi banget, makanya nyelow lo bawa tas day packnya jug bisa yang 40 liter," terangnya.

Bahkan komika yang pernah solo traveling ke pedalaman Kalimantan ini mengaku, saking landainya, sampai di ketinggian 2700 hingga 3400 mdpl, ia masih memakai sandal tracking. Apalagi wajah dan perawakan Dzawin yang seperti orang Nepal, ia nampak seperti masyarakat lokal.

"Island Peak, sampai 5000 mdpl itu ada hotel, malah dari 2700 sampai 3400 mdpl gue masih pakai sandal. Tapi jadi kelihatan kaya orang lokal, jalanan nggak kaya gunung kita yang jalur tanah. (Di sini) jalur tanah di mulai setelah nge-camp di tenda," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selain Danau Toba, 3 Destinasi Ini Wajib Dikunjungi saat Daki Pusuk Buhit

Selain Danau Toba, 3 Destinasi Ini Wajib Dikunjungi saat Daki Pusuk Buhit

Lifestyle | Selasa, 16 Juli 2019 | 16:41 WIB

Inspirasi Kejar Mimpi, Ini Kisah Penderita Polio Mendaki Gunung Tertinggi

Inspirasi Kejar Mimpi, Ini Kisah Penderita Polio Mendaki Gunung Tertinggi

Lifestyle | Kamis, 18 April 2019 | 06:05 WIB

Terungkap! Alasan Gunung Everest Banyak Memakan Korban

Terungkap! Alasan Gunung Everest Banyak Memakan Korban

Tekno | Senin, 25 Maret 2019 | 07:50 WIB

Terkini

Art Jakarta 2026 Hadirkan 75 Galeri, 33 di Antaranya dari Mancanegara

Art Jakarta 2026 Hadirkan 75 Galeri, 33 di Antaranya dari Mancanegara

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:06 WIB

DPR Sentil Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak Terkait Wacana Audit Forensik Dana Haji

DPR Sentil Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak Terkait Wacana Audit Forensik Dana Haji

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:04 WIB

Nekat Terobos Rel Tanpa Palang, Mobil Dihantam KA di Lumajang: Pengemudi Lolos dari Maut

Nekat Terobos Rel Tanpa Palang, Mobil Dihantam KA di Lumajang: Pengemudi Lolos dari Maut

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Review Serial Ted Lasso Season 2: Kehangatan Komedi yang Menyentuh Jiwa

Review Serial Ted Lasso Season 2: Kehangatan Komedi yang Menyentuh Jiwa

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Pengamen Terobos Mikrotrans Kampung Melayu, Transjakarta Ingatkan Larangan Keras di Seluruh Armada

Pengamen Terobos Mikrotrans Kampung Melayu, Transjakarta Ingatkan Larangan Keras di Seluruh Armada

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Kementerian ESDM Evaluasi Harga Pertamax Cs, Ada Peluang Naik di Oktober 2026

Kementerian ESDM Evaluasi Harga Pertamax Cs, Ada Peluang Naik di Oktober 2026

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:56 WIB

Secangkir Kopi Muhammadiyah dan Cerita Kehangatan Bersama Rudy Susmanto di Leuwiliang

Secangkir Kopi Muhammadiyah dan Cerita Kehangatan Bersama Rudy Susmanto di Leuwiliang

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:53 WIB

Sasis Bawah Innova Reborn Dilas Plat Besi demi Sabu 27 Kg, Dua Kurir Terancam Hukuman Mati

Sasis Bawah Innova Reborn Dilas Plat Besi demi Sabu 27 Kg, Dua Kurir Terancam Hukuman Mati

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:51 WIB

IHSG Tembus Lagi Level 6.000, Saham GOTO Kembali Melonjak

IHSG Tembus Lagi Level 6.000, Saham GOTO Kembali Melonjak

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:50 WIB

2.820 Personel Gabungan Dikerahkan dalam Pertandingan Vietnam Vs Pakistan di SUGBK

2.820 Personel Gabungan Dikerahkan dalam Pertandingan Vietnam Vs Pakistan di SUGBK

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:48 WIB

×