Kedai Kopi Sedang Hits, Benarkah Bikin Teh Lokal Tidak Lagi Diminati?

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 27 November 2019 | 21:23 WIB
Kedai Kopi Sedang Hits, Benarkah Bikin Teh Lokal Tidak Lagi Diminati?
Kopi bikin teh lokal kehilangan peminat? (Shutterstock)

Suara.com - Kedai Kopi Sedang Hits, Benarkah Bikin Teh Lokal Tidak Lagi Diminati?

Indonesia saat ini sedang menjamur beragam kedai kopi dengan berbagai menu dan kreasi yang ada. Sadar atau tidak hal ini membuat kopi semakin diminati banyak orang.

Tapi benarkah, tren ini memicu ladang perkebunan teh beralih fungsi menjadi kebun kopi? Apakah hal ini memengaruhi pemasukan para petani teh dan omset pabrik teh lokal?

"Kalau dilihat dengan di masyarakat kayanya begitu. Makanya kita harus meningkatkan mutu dan kualitas dan SDM, kemudian SDM, kinerja, kita mau nggak mau harus berkontribusi dengan perusahaan," ujar Fransiscus Pantur, Petugas Pengepakan dan Pengawas Pabrik Teh Sukawana dalam Trip bersama Agoda Indonesia di Lembang, Bandung, Jawa Barat, Rabu (27/11/2019).

Meski ada perubahan tren dari teh ke kopi, Fransiscus selalu percaya jika teh punya marketnya sendiri. Jadi customer tidak akan mudah hilang, karena ada penggemarnya itu sendiri.

"Kalau itu kita tidak takut (kalah dengan kopi), kita lihat tetap ada seller masyarakat masing-masing ada komoditas teh khusus," ungkapnya.

Bukan hanya perubahan tren, di mana teh tidak sedang menjadi primadona di Indonesia. Musim kemarau berkepanjangan secara langsung berdampak pada produksi teh itu sendiri.

Suasana sebuah kebun teh [Shutterstock]
Suasana sebuah kebun teh [Shutterstock]

"Produksi kita itu turun, dari yang biasanya 10 atau 8 ton, itu turun sampai 2 ton atau satu ton setengah," ungkap Fransiscus.

Kalau sudah begini, alhasil pihak pabrik tidak bisa membayar gaji para karyawan. Lalu petani atau pekerja lepaslah yang menjadi korban karena produksi teh yang menurun. Ada juga biaya bagi karyawan yang berdinas karena berstatus karyawan tetap, jadi tetap harus dibayar meski tidak ada pekerjaan.

baca juga

"Biasanya masuk kemarau (dampaknya) 3 bulan kemudian. Misalnya April musim kemarau, Agustus produksi dia udah menurun," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daun Teh Terbaik Indonesia Khusus untuk Ekspor, Benarkah?

Daun Teh Terbaik Indonesia Khusus untuk Ekspor, Benarkah?

Lifestyle | Rabu, 27 November 2019 | 18:48 WIB

Penelitian Temukan Minum Kopi 4 Kali Sehari Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2

Penelitian Temukan Minum Kopi 4 Kali Sehari Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2

Health | Rabu, 27 November 2019 | 18:30 WIB

Naysila Mirdad Bereksperimen Campur Kopi Hitam dan Air Kelapa, Apa Rasanya?

Naysila Mirdad Bereksperimen Campur Kopi Hitam dan Air Kelapa, Apa Rasanya?

Lifestyle | Rabu, 27 November 2019 | 14:40 WIB

Terkini

Sisi Gelap Host Live Streaming: Dapat Cuan Gede tapi Dieksploitasi?

Sisi Gelap Host Live Streaming: Dapat Cuan Gede tapi Dieksploitasi?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:00 WIB

BEM Undira Sebut Almamaternya Dicatut Mahasiswa Gadungan di Deklarasi Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

BEM Undira Sebut Almamaternya Dicatut Mahasiswa Gadungan di Deklarasi Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.546.000/Gram

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.546.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp18.121 per Dolar AS, Ini Sentimen Pendorongnya

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp18.121 per Dolar AS, Ini Sentimen Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:52 WIB

Apakah Setelah BB Cream Harus Memakai Bedak? Ini Penjelasannya

Apakah Setelah BB Cream Harus Memakai Bedak? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:52 WIB

Wamensos Ajak Generasi Muda Wujudkan Cita-cita Sumpah Pemuda dan Proklamasi

Wamensos Ajak Generasi Muda Wujudkan Cita-cita Sumpah Pemuda dan Proklamasi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:50 WIB

Green SM Perluas Bisnis, Kini Masuk Pasar Ojek Motor Listrik

Green SM Perluas Bisnis, Kini Masuk Pasar Ojek Motor Listrik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:48 WIB

3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu

3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:43 WIB

Pengakuan Bayu Setiadi, Dibayar Jadi Mahasiswa Palsu Undira di Acara Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

Pengakuan Bayu Setiadi, Dibayar Jadi Mahasiswa Palsu Undira di Acara Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Bahlil Minta KKKS Lambat Kembalikan Konsesi Migas ke Negara

Bahlil Minta KKKS Lambat Kembalikan Konsesi Migas ke Negara

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:37 WIB

×