Inikah 4 Alasan yang Bikin Tulisan Dokter Jadi "Jelek"?

Ade Indra Kusuma, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 04 Desember 2019 | 16:04 WIB
Inikah 4 Alasan yang Bikin Tulisan Dokter Jadi "Jelek"?
4 Alasan yang Bikin Tulisan Dokter Jadi "Jelek" (Shutterstock)

Suara.com - Inikah 4 Alasan yang Bikin Tulisan Dokter Jadi "Jelek"?

Apa yang kamu pikirkan saat pertama kali melihat resep dokter? Yang ada hanyalah bingung, karena sulit untuk membacanya.

Memangnya kenapa ya tulisan tangan dokter harus jelek alias tidak mudah terbaca? Bahkan hingga membutuhkan bantuan apoteker untuk menerjemahkannya.

Mengutip laman Times of India, Rabu (4/12/2019) ternyata ada 4 alasan mengapa tulisan dokter begitu buruk.

Seperti ada banyak pekerjaan yang harus dokter lakukan, dan biasanya mereka memberi tanda khusus terhadap diagnosis riwayat penyakit. Berikut ulasannya.

ilustrasi dokter dan perawat [shutterstock]
ilustrasi dokter dan perawat [shutterstock]

1. Banyak pekerjaan

Bisa dibayangkan dalam sehari seorang dokter harus merawat 20 hingga 50 pasien. Mendengarkan keluhan, mendiagnosis, mencatat, hingga memberikan resep yang tepat untuk para pasiennya. Jangan lupa dokter juga harus menangani berbagai kasus darutan lainnya.

2. Lelah dan stres

Jadi bisa disimpulkan hari-hari yang panjang, dan tulisan tangan yang buruk mencerminkan betapa melelahkannya pekerjaan mereka. Belum lagi tulisan semakin buruk seiring hari akan berakhir, itu karena otot-otot tangan mereka terlalu banyak bekerja. Ini sama seperti saat kita mulai menulis tangan, di akhir halaman tulisan kita semakin buruk, karena tangan yang lelah. 

baca juga

3. Terburu-buru

Saat dokter punya waktu banyak bersama pasiennya, maka tangannya akan cepat beristirahat, tapi di sisi lain efektivitas jadi terganggu. Pada praktiknya, memang dokter selalu bergegas dari pasien satu ke pasien lainnya karena kedatangan pasien yang begitu banyak. Jadi alih-alih memperindah tulisannya, dokter lebih mementingkan mencatat semua informasi dengan lengkap agar resep dan diagnosis tepat.

4. Salahkan stigma atau jargon

Tulisan tangan dokter selalu buruk, padahal tidak semua dokter begitu, karena jargon yang sudah melekat itulah akhirnya banyak dokter yang mengikuti bahwa tidak harus punya tulisan yang bagus. 

Belum lagi sebagian dari kita akan sangat sulit mencerna istilah medis, jadi hanya mereka yang paham saja yang mengerti, termasuk apoteker yang harus punya kemampuan itu.

Tapi sering juga karena tulisan tangan ini, tidak sedikit terjadi kesalahan resep seperti dosis obat yang seharusnya mg, malah menjadi mcg. Jadi kini sudah saatnya dokter bergerak ke arah digital dengan meresepkan obat dengan komputer. 

Mengingat, catatan yang cukup memprihatinkan sejak 2006, tercatat 7000 kematian terjadi per tahun karena resep yang salah. Jadi patut waspada saat meminta resep ke dokter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Alami Kulit Kering, Kapan Perlu Periksa ke Dokter?

Sering Alami Kulit Kering, Kapan Perlu Periksa ke Dokter?

Health | Jum'at, 29 November 2019 | 14:53 WIB

Catat, Ini Kata Dokter Soal Penyebab Kematian pada Pasien Diabetes

Catat, Ini Kata Dokter Soal Penyebab Kematian pada Pasien Diabetes

Health | Kamis, 07 November 2019 | 15:10 WIB

Kemenkes Pastikan Dokter Spesialis di Pelosok Mendapat Fasilitas yang Layak

Kemenkes Pastikan Dokter Spesialis di Pelosok Mendapat Fasilitas yang Layak

Health | Rabu, 06 November 2019 | 11:13 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×