5 Kota di Dunia yang Tidak Disarankan untuk Anda Kunjungi di 2020

Silfa Humairah Utami, Dinda Rachmawati

Kamis, 02 Januari 2020 | 16:30 WIB
5 Kota di Dunia yang Tidak Disarankan untuk Anda Kunjungi di 2020
Keindahan kota Amsterdam dengan bangunan tua dan kanalnya (shutterstock)

Suara.com - 5 Kota di Dunia yang Tidak Disarankan untuk Anda Kunjungi di 2020

Rencana untuk melakukan perjalanan di tahun 2020, mungkin sudah ada dalam pikirkan Anda. Bahkan, Anda mungkin sudah tahu pasti ke mana Anda akan pergi.

Tapi, apakah destinasi yang Anda pilih tepat jika Anda kunjungi tahun ini? Ya, sejumlah kota di dunia nampaknya harus Anda keluarkan dari bucket list Anda di tahun 2020.

Berikut lima destinasi yang sebaiknya tidak Anda kunjungi, baik karena alasan overtourism (ledakan pariwisata) atau biaya yang terlalu tinggi, seperti dilansir Independent.

1. Islandia

Pulau Flatey di Islandia dinobatkan sebagai pulau terindah di dunia. (Shutterstock)
Pulau Flatey di Islandia dinobatkan sebagai pulau terindah di dunia. (Shutterstock)

Islandia telah mengalami ledakan pariwisata yang besar selama lima tahun terakhir. Sejak 2015 telah terjadi peningkatan 80 persen dalam jumlah wisatawan, dari 1,3 juta menjadi 2,32 juta wisatawam.

Awal tahun ini, sebuah ngarai Islandia bahkan ditutup sementara untuk pengunjung setelah terlalu banyaknya wisatawan yang mengunjungi kawasan ini. Beberapa bahkan menyalahkan Justin Bieber untuk masalah ini.

Ngarai Fjaðrárgljúfur di Islandia tenggara sebelumnya tak seterkenal saat ini. Namun setelah digunakan sebagai lokaso syuting untuk video musik Bieber yanh berjudul “I’ll Show You", jumlah pengunjung terus meningkat.

Bahkan hampir dua kali lipat dari 2017 hingga 2018, dari 150 ribu menjadi 282 ribu - dan lonjakan popularitas mengakibatkan kerusakan vegetasi.

baca juga

2. Bruges, Belgia

Jalur sepeda membelah air di Belgia (cyclingthroughwater.com)
Jalur sepeda membelah air di Belgia (cyclingthroughwater.com)

Siapa pun yang melihat Di Bruges atau, mengunjungi permata Belgia secara langsung akan tahu betapa menawannya kota ini. Semua kanal, jalanan berbatu, dan arsitektur abad pertengahan sangat menarik siapapun untuk mengunjunginya. Tapi inilah mengapa pihak berwenang akhirnya mengambil tindakan..

Walikota Bruges, Dirk De fauw, mengumumkan bahwa ia mendukung beberapa langkah untuk mengatasi overtourism dan menghindari "Disneyfikasi" kota pada tahun 2019.

Ini termasuk pembatasan jumlah kapal pesiar dari lima perhari menjadi dua kunjungan perhari, sekaligus mengakhiri semua kampanye iklan yang mendorong daytripper. Kapal-kapal juga akan diminta untuk berlabuh pada hari kerja daripada akhir pekan untuk mengurangi kepadatan penduduk, sementara dewan pariwisata setempat berencana untuk berhenti mempromosikan tujuan di kota-kota terdekat seperti Paris dan Brussels.

3. Komodo, Indonesia

Pemandangan di pesisir pantai Pulau Komodo, Manggarai Barat, NTT (Shutterstock).
Pemandangan di pesisir pantai Pulau Komodo, Manggarai Barat, NTT (Shutterstock).

Pulau Komodo, rumah bagi hewan langka komodo, pada awalnya seharusnya ditutup untuk pengunjung sepanjang tahun 2020 karena penurunan populasi kadal terbesar di dunia ini.

Namun, pemerintah setempat memberlakukan kebijakan lain, di mana pulau tersebut tetap akan dibuka tahun ini, tetapi dengan harga masuk yang sangat meningkat, khususnya bagi wisatawan mancanegara.

Pengunjung sebelumnya dapat mengakses yang juga termasuk sebagai situs Warisan Dunia Unesco tersebut dengan harga 10 dolar Amerika Serikat (AS). Kini, biayanya melonjak hingga 1.000 dolar AS untuk keanggotaan satu tahun penuh.

Pemerintah Indonesia mengumumkan perubahan tersebut pada bulan Oktober, yang juga termasuk pembatasan jumlah pengunjung ke pulau itu.

4. Kyoto, Jepang

Kyoto. (Pixabay/Raul1534)
Kyoto. (Pixabay/Raul1534)

Kyoto secara tradisional dipandang sebagai salah satu tempat yang wajib dikunjungi saat ke Jepang. Namun, image ini menjadikannya korban dari kesuksesannya sendiri. Awal tahun ini, media lokal melaporkan bahwa seorang izakaya mulai memberi tahu kelompok wisatawan bahwa banyak tradisi di tempat mulai terganggu karena penuhnya wisatawan yang mengunjungi tempat ini.

Penduduk dan pemilik bisnis di distrik Gion-Shinbashi bahkan telah bergabung bersama membentuk komite "pelestarian pemandangan" untuk memerangi masalah termasuk pejalan kaki setengah telanjang, wisatawan yang masuk tanpa izin, dan pemotretan yang berkepanjangan.

“Promosi Jepang sebagai tujuan wisata sangat penting, namun JNTO menyadari kasus 'overtourism' di mana penduduk lokal dari beberapa titik wisata merasa terpengaruh akibat lonjakan jumlah pengunjung dari luar negeri," jelas seorang juru bicara dari Japan National Tourist Office (JNTO) mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada The Independent.

Karenanya, Jepang memahami frustrasi para penduduk dan tetap berkomitmen pada langkah-langkah terbaik untuk menciptakan lingkungan pariwisata berkelanjutan di bidang-bidang utama," jelasnya.

Jadi, selain Kyoto Anda mungkin bisa mengunjungi kota lainnya yang ramai, seperti Osaka.

5. Amsterdam, Belanda

Ilustrasi. Suasana pusat perbelanjaan di Amsterdam [Shutterstock].
Ilustrasi. Suasana pusat perbelanjaan di Amsterdam [Shutterstock].

Tahun ini, dewan turis Belanda memutuskan untuk berhenti secara aktif mempromosikan Belanda sebagai tujuan, karena khawatir kota-kota dan tempat-tempat wisata terlalu ramai. Bahkan kebun tulip Keukenholf tidak dapat diakses. Amsterdam, kota dengan sekitar 1 juta penduduk, dipenuhi dengan 17 kali lebih banyak turis setiap tahun, semuanya ingin melihat pemandangan seperti kanal, rumah Anne Frank dan Rijksmuseum yang megah.

Jika Anda memang memutuskan untuk berkunjung, ada cara yang lebih bertanggung jawab. Kelompok kampanye Untourist Amsterdam menjalankan sejumlah kegiatan offbeat di kota itu, yang dirancang untuk menyatukan para wisatawan dan penduduk dengan satu inisiatif untuk "mengawini" seorang warga Amsterdam pada hari itu.

Selain Amsterfam, Anda mungkin bisa memgunjungi Rotterdam yang hanya berjarak lebih dari 30 menit dengan kereta api dan menawarkan pengalaman Belanda yang kental, dengan arsitektur yang juga luar biasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengunjung Mangunan Alami Penurunan Karena Hal Ini

Pengunjung Mangunan Alami Penurunan Karena Hal Ini

Jogja | Rabu, 01 Januari 2020 | 21:39 WIB

400 Ribuan Orang Berwisata ke Gunungkidul Selama Libur Nataru

400 Ribuan Orang Berwisata ke Gunungkidul Selama Libur Nataru

Jogja | Rabu, 01 Januari 2020 | 21:12 WIB

Menikmati Liburan Tahun Baru di Scientia Square Park, Ada Apa Saja?

Menikmati Liburan Tahun Baru di Scientia Square Park, Ada Apa Saja?

Lifestyle | Kamis, 02 Januari 2020 | 08:00 WIB

Terkini

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya

Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya

Video | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:15 WIB

Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:12 WIB

Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah

Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:50 WIB

Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle

Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:28 WIB

Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur

Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:19 WIB

Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan

Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:10 WIB

×