Olahan Macha Jadi Minuman Kekinian, Ini 5 Perbedaanya dengan Green Tea

Silfa Humairah Utami

Selasa, 14 Januari 2020 | 16:46 WIB
Olahan Macha Jadi Minuman Kekinian, Ini 5 Perbedaanya dengan Green Tea
Ilustrasi macha. (Shutterstock)

Suara.com - Olahan Macha Jadi Minuman Kekinian, Ini 5 Perbedaanya dengan Green Tea

Banyak digandrungi dan menjadi minuman kekinian, olahan macha kini disajikan dengan banyak pilihan.

Namun, tahukah Anda jika ternyata matcha dan green tea itu tidak sama lho.

Ratna Somantri, Founder Indonesia Tea Institue, menuturkan walaupun berasal dari tanaman yang sama yakni Cameliia Sinensis, perbedaan matcha dan green tea terletak pada cara pengolahan, warna hingga manfaatnya.

Berikut 5 perbedaan matcha dan green tea menurut Ratna Somantri saat menjadi narasumber talk show National Matcha Day bersama Machamu, Selasa (14/01/2020).

Proses pembuatan  

Lebih membutuhkan banyak waktu, matcha diproses dengan menutup daun teh selama 20 sampai 30 hari sebelum dipanen agar terhindar dari sinar matahari. Hal ini membuat warna daun menjadi lebih gelap. Proses pengeringan daun matcha juga sengaja dibuat cukup singkat untuk menjaga warna hijaunya. Setelah panen, petani akan memisahkan batang dan urat daun dan menumbukknya dengan batu hingga sangat halus.

Sedangkan green tea atau teh hijau biasanya disuguhkan masih berupa potongan-potongan daun teh pada umumnya. Jika diseduh, kamu masih harus menyaring ampasnya terlebih dahulu.

"Jadi proses pembuatannya kalau green tea diseduh sehingga pengolahannya hanya mengambil sari daun tehnya kalau macha berbentuk bubuk jadi sudah ikut daun tehnya," katanya.

baca juga

Rasa

Matcha memiliki rasa lebih creamy. Rasanya cenderung seperti rumput laut dan tidak berbau. Sedangkan green tea memiliki rasa yang lebih segar dengan aftertaste sedikit asam dan pahit, matcha tidak meninggalkan aftertaste apa pun.

Warna

Bubuk matcha berwarna hijau keputihan seperti dicampur susu, sedangkan Green tea akan tampak seperti teh pada umumnya, namun memiliki warna yang lebih bening.

Cara mengonsumsi

Berbentuk bubuk halus, matcha biasanya digunakan sebagai bahan campuran kue, minuman, eskrim, hingga pudding. Sedangkan green tea, biasanya hanya diseduh di segelas atau seteko air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Manfaat Masker Matcha untuk Perawatan Wajah, Semakin Bercahaya

Manfaat Masker Matcha untuk Perawatan Wajah, Semakin Bercahaya

Lifestyle | Kamis, 31 Januari 2019 | 11:33 WIB

Pingin Makanan Penutup Sehat? Kunjungi Amausaan Uji Matcha!

Pingin Makanan Penutup Sehat? Kunjungi Amausaan Uji Matcha!

Lifestyle | Jum'at, 15 Desember 2017 | 12:09 WIB

Pandan Lebih Populer dibandingkan Alpukat dan Matcha

Pandan Lebih Populer dibandingkan Alpukat dan Matcha

Lifestyle | Selasa, 17 Oktober 2017 | 15:59 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×